
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
You're Beautifull. Don't you know that? —KTH
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
"Lepaskan ku mohon?"
Yerin mengecup lembut bibir Taehyung lalu menatap kembali prianya yang terlihat sangat memelas. Yerin menggelengkan kepalanya.
Tangan Yerin terulur untuk membelai rambut Taehyung. Dan tangannya satu lagi ia gunakan untuk mengambil kunci di kantong Taehyung. Yerin sudah tidak nyaman duduk di atas Taehyung saat punya Taehyung mulai muncul ke permukaan.
SREEEEETT
BRAKSSS
Dengan sekali hentakan taehyung membuat kemeja itu sobek dan tangannya terlepas. Taehyung tersenyum jahil melihat Yerin yang terlihat kebingungan. Taehyung menahan kedua tangan Yerin dan mulai mencumbu gadisnya.
"Lalu kau fikir aku akan terus memelas kepada mu? Hmm" Suara serak itu membuat Yerin merinding.
"Tae oppa. Kita harus menghentikan ini. Nanti.."
"Nanti apa? Kau jangan menghindar lagi." Ucap Taehyung.
Dengan mata penuh kabut itu, Taehyung menghirup aroma manis Yerin di ceruk leher gadis itu. Tangan Taehyung mengusap lembut punggung di balik baju itu.
"Oppa.."
Mendengar suara bergetar itu, Taehyung menatap Yerin dan ******* bibir itu. Lalu ia memilih berbaring di samping gadis itu. Memejamkan matanya, mencoba menghilangkan gairah yang menggelora itu.
"Keluarlah!"
Yerin terdiam saat Taehyung mengatakan itu penuh tekanan.
"Minyaknya? Aku... Hanya tidak ingin ada yang curiga." Ucap Yerin dengan nada imutnya.
Membuat tangan Taehyung mengepal. Yerin sadar kalau Taehyung menegang seperti seorang vampire yang membutuhkan darah dan ada seorang manusia berada di dekatnya. Namun ia tidak bisa meminum darah tersebut.
"Di lemari." Yerin segera mengambil minyak itu dan kembali mendekat ke arah Taehyung. Tersenyum jahil ke arah Taehyung yang masih memejamkan matanya. Namun sebelum itu Yerin sudah membuka kunci di pintu.
Cup
__ADS_1
"Aaaaaaaaahh~~~~"
Taehyung kembali melenguh panjang. Tangannya ingin menggapai Yerin yang kembali menyesap lehernya dengan bibir itu. Ah! Taehyung benar di luar batas kendalinya. Tapi Yerin berhasil melarikan diri dari kandang macan itu.
"Memang anjing nakal!" Umpat Taehyung dengan nafas terengah-engah.
Di sela-sela umpatan nya, Taehyung tersenyum. Dia menikmati setiap sentuhan Yerin. Apapun yang di lakukan Yerin, meskipun itu menyiksa. Taehyung hanya bisa tersenyum dan menahan hasratnya. Kecuali jika Yerin melakukannya pada orang lain.
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
Hari ini Ujian semester sudah tiba. Setelah kedekatan mereka di Villa, sejak saat itu Yerin mulai menghindari Taehyung. Pria itu sampai tak melihat sama sekali gadis itu di sekolah.
"Sudah siap?" Taehyung tersenyum menatap Lisa yang akhir-akhir ini selalu menemaninya belajar.
Taehyung mengangguk dan membelai lembut puncak kepala Lisa. Gadis itu selalu merasa spesial saat Taehyung menatapnya dengan lembut. Taehyung kembali merasa nyaman dengan gadis ini. Bukan salahnya jika hatinya merasa nyaman dengan kekasihnya.
"Kau sudah makan?" Tanya Taehyung. Lisa hanya mengangguk dan menggenggam tangan Taehyung.
Bell berbunyi. Ujian pun berlangsung. Tapi ujian kali ini Taehyung tak memeriksa di mana ruangan Yerin berada. Ia seperti hanya memikirkan Lisa yang terus berada di sampingnya. Tanpa Taehyung sadari, gadis itu tersenyum lega melihat Taehyung yang tidak mencarinya.
"Ayo!" Yerin menoleh saat tangannya sudah di genggam oleh seseorang.
Setiap ujian semester, kelas satu dan kelas dua selalu di campur. Taehyung sebangku dengan Lisa karena mereka beda tingkatan. Eunha dengan Suho, Jungkook dengan Hwasa, Jimin dengan Jennie dan Seulgi dengan Mark. Sedangkan Yerin bersama Sowon.
.
.
.
.
.
"Yerin!!!!"
Jam pulang sekolah memang sudah lama terlewati tapi Yerin masih mengenakan seragam sekolah. Menunggu seseorang yang akhirnya datang menemuinya di danau belakang sekolah.
"Apa kau sudah yakin?" Yerin mengangguk.
"Apa kabar mu di sana, SinB?" Tanya Yerin dengan mata teduhnya.
__ADS_1
"Baik. Bagaimana dengan mu?" Tanya gadis cantik dengan rambut hijau gelap itu.
"Seperti yang kau lihat." Ucap Yerin yang tersenyum seadanya.
"Kalau dia?" Yerin tersenyum beku. Dia sulit untuk mengatakannya.
"Dia tetap ingin mempertanggungjawabkan. Aku hanya merasa ini bukan saat yang tepat. Masih ada Jennie." SinB mengangguk paham.
Selain Jennie, di sana juga ada SinB yang melihat Jennie sedang berada di balik pintu kelas Yerin saat itu. Hanya saja SinB tidak punya keberanian untuk menghentikan itu. Tidak dengan Jennie yang memperhatikan semuanya. Jennie mempunyai mulut yang ringan. Dia bisa mengatakan semuanya jika ia melihat SinB yang juga ada di sana. Jadi SinB memilih diam.
"Aku dan kakak mu sudah mengurus semuanya. Kalau kau benar-benar memilih untuk menjauhinya, kami akan membantumu." Ucap SinB yang menatap Yerin penuh iba.
Jung Yerin hanya tinggal dengan kakak laki-lakinya. SinB adalah kekasih dari kakaknya, Jung Hoseok. Yerin cukup percaya dengan mereka berdua. Meski Hoseok selalu mati-matian menjaga Yerin. Tetap saja tahun itu sangat menyulitkan untuknya yang juga harus meneruskan kuliahnya.
"Kapan aku bisa pindah?" Tanya Yerin dengan tatapan kosong mengarah ke danau.
"Setelah ujian selesai." Yerin mengangguk. Dia membalas genggaman tangan SinB yang menatapnya lembut.
"Maafkan aku yang tidak menghentikannya dulu." Yerin menggeleng. Itu bukan kesalahan SinB.
Lagipula Yerin tidak pernah menyesal karena kejadian masa lalu. Ia hanya merasa harus mengulur waktu untuk mendapatkan hasil yang bagus. Bukankah semua itu butuh pengorbanan?
"Aku akan melupakannya. Bujuk kakak. Jangan sampai dia terus merasa bersalah karena masa lalu ku." Ucap Yerin yang tersenyum.
'Taehyung Oppa. Jika kau benar-benar milik ku dan aku milik mu. Sejauh apapun itu, kita akan terus terikat meski tali itu belum terlihat. Aku mencintaimu.' bathin Yerin.
##
##
##
##
##
##
##
Continue. . . . . . .
__ADS_1