PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
22


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


WARNING!!! THIS MY GIRLFRIEND —Vminkook


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Tap


Tap


Tap


Langkah kaki mereka terdengar begitu mencekam. Sorot mata tajam itu menatap sekeliling yang juga menatap mereka. Bersama kakaknya, kim Seokjin. Taehyung berjalan dengan Jimin dan juga Jungkook. Memutuskan untuk menguasai area seperti biasa.


"Mereka tiga pria tampan itu kan?" Tanya salah satu mahasiswa yang tidak asing dengan wajah mereka.


Taehyung berjalan menuju kelas Yerin bersama Jimin yang tengah melingkarkan tangannya di pinggang Seulgi. Begitupun dengan Jungkook yang menggenggam tangan Eunha. Seperti mengutarakan, She is my mine. Jika ada yang mencoba mengganggu, berarti mereka menginginkan kematian.


"Sayang ku..." Panggilan lembut Taehyung membuat kelas Yerin yang tadinya berisik menjadi hening. Menatap Taehyung yang mendekati ke arah gadis manis itu.


"Sedang apa kau di sini, oppa?" Yerin menutup mukanya dengan buku.


Ia memang selalu tidak bisa menjadi sorotan. Yerin memilih menutup telinganya, masa bodo dengan orang-orang yang sedang membicarakannya.


"Jam kuliah mu sudah habis bukan?" Yerin mengangguk.


"Ayok kita berlibur. Jungkook mengajak ke pantai..." Ajak Taehyung.


Yerin menghela nafasnya sebelum bangkit dari tempat duduknya. Namun saat Taehyung dan Yerin ingin keluar dari kelas itu seseorang datang dengan wajah lebam yang sudah memudar.


"Yerin..." Panggil pria itu lagi dengan senyum manisnya.


Taehyung yang melihat itu mendadak dongkol dan kesal. Lagi-lagi sepupunya terus melawannya. Ia benci untuk memukul saudaranya sendiri tapi jika di biarkan, sepupunya itu tidak akan kenal takut padanya.


Yerin menoleh ke arah Taehyung yang rahangnya sudah mengeras. Gadis itu membelai dada Taehyung dengan lembut membuat prianya menoleh kepadanya.


"Beri aku sedikit waktu untuk menyelesaikan ini." Izin Yerin tapi tatapan Taehyung semakin melebar.


"Ku mohon...." Taehyung membiarkan Yerin dengan terpaksa.


Taehyung menatap kesal Yerin yang berjalan ke arah Hanbin. Di sana semua mata sedang menonton drama mereka yang tak kunjung selesai.


"Aku hanya ingin memberikan bayaran mu. Majalah kita naik karena kau ikut membantu." Ucap Hanbin yang menyerahkan amplop berisi uang.

__ADS_1


"Aku masih membutuhkan mu tapi ku rasa aku akan menyerah perihal hatiku yang jatuh kepadamu. Aku memang menyukaimu. Menyukai seseorang yang sudah di miliki oleh orang lain. Maaf sudah membuat mu terjebak masalah." Yerin tersenyum lembut menanggapi permintaan maaf Hanbin.


Ini juga bukan salah Hanbin sepenuhnya. Menyukai seseorang bukan kejahatan. Jadi tidak seharusnya kita menghakimi seseorang yang suka kepada orang yang sudah memiliki kekasih.


"Tapi... Apa kau bisa membantu seseorang yang bisa membantu ku menggantikan mu?" Yerin berfikir sejenak. Ia menoleh ke arah Eunha, namun matanya tertuju pada Jungkook yang juga menatapnya.


Yerin menggeleng sebentar lalu matanya membulat saat sudah terfikir sebuah nama. "Mungkin sahabat ku yuju bisa membantu mu. Aku akan memberitahunya hari ini." Ucap Yerin.


"Aaaaah... Choi yuju? Yang satu SMA dengan kalian bukan?" Tanya Hanbin memastikan.


"Iya, kau mengenalnya?" Tanya Yerin ramah.


"Dia gadis baik yang membuatku mengenal gadis manis seperti mu. Dia satu kelompok dengan ku waktu Olimpiade di SMA." Jelas Hanbin.


"Kau bisa langsung menghubunginya."


Ucap Yerin.


"Iya. Terima kasih atas sarannya. Dan maaf sudah membuat masalah untuk kalian." Hanbin mengulurkan tangannya dan di balas oleh Yerin. Mereka berjabat tangan dengan cepat.


Setelah itu Hanbin pergi. Yerin kembali keposisi awalnya di samping Taehyung. Yerin melirik Taehyung yang menatapnya tajam.


"Ada apa?" Tanya Yerin dengan wajah lugunya.


"Sudah hentikan! Apa kita tidak jadi pergi?" Tanya Yerin yang menarik tangannya.


"Ayok!" Ucap Eunha dengan semangat.


Setelah kepergian mereka, semua mahasiswa kembali bergosip tentang sang Penguasa baru yang ternyata adik dari rektor kampus. Belum lagi Nama Yerin menjadi pusat perhatian karena menjadi kekasih Taehyung, kini nama Yerin juga di kenal sebagai sepupu dari kekasih rektor kampus.


Lagi-lagi rahang Taehyung mengeras melihat Hanbin kembali melangkah menemui mereka. Dengan hati yang panas Taehyung memeluk Yerin, Mencengkram kedua pipi Yerin dengan satu tangannya. Dan


Cup....


Taehyung ******* habis bibir itu di hadapan penghuni kampus. Taehyung menahan tubuh Yerin yang ingin mendorongnya. Satu tangannya menahan tengkuk Yerin agar tidak sedikitpun ada jarak di antara mereka. Taehyung juga mengejutkan bibir atas dan bawah Yerin secara bergantian. Seakan mereka memperebutkan kenikmatan itu tanpa yang lain sangka. Yerin hanya ingin lepas dari Taehyung karena malu.


Hanbin yang melihat itu hanya menatap mereka dengan tajam dan berbalik pergi. Entah kenapa ia merasa belum puas jika hanya menyerah begitu saja dengan Taehyung.


Taehyung melepas ciuman itu saat merasakan tubuh Yerin melemas. Taehyung menatap gadisnya yang terengah-engah lalu tersenyum. Mengecup singkat bibir bengkak itu.


"Aku tidak akan menyakitimu. Aku hanya ingin semua orang tahu kalau kau adalah milik ku." Ucap Taehyung seraya membelai puncak kepala Taehyung.


Jungkook hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Taehyung. Sedangkan Jimin melirik Seulgi yang menggeleng keras. Gadis itu tahu apa yang sedang di pikirkan Jimin.

__ADS_1


"Kau memukul Baekhyun sudah membuat semua orang tahu kalau aku adalah kekasihmu. Jadi jangan bertingkah konyol sepertinya." Peringatan dari Seulgi muncul.


Jimin hanya terkekeh pelan dan mengecup pipi Seulgi singkat. Gadis manis yang sangat lucu di matanya. Mana mungkin ia akan sanggup membuat gadis itu terluka.


"Aku tahu itu." Singkat Jimin.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Angin berhembus pelan tapi cukup untuk memainkan rambut para gadis yang tengah bermain air. Di sana Jungkook menatap Eunha yang tersenyum ceria melempar tawa pada Yerin dan Seulgi.


"Menurutmu, apa kau bisa membiarkan tawa itu menghilang?" Tanya Jimin dengan matanya tertuju pada para gadis itu.


"Aku tidak bisa. Aku juga tidak bisa menunda lagi membebaskan Yerin begitu lama. Setelah aku menyelesaikan kuliah ku dengan cepat. Aku akan mengikatnya." Ucapan penuh Deklarasi itu membuat Jungkook menoleh.


"Sedikitpun aku tidak bisa menandingi kalian. Hyung, apa yang membuat mu mencuri hal penting bagi Yerin di waktu SMP?" Tanya Jungkook penasaran.


Taehyung menatap Jungkook dengan senyum. "Baekhyun mengincarnya dan saat itu yang aku tahu dia sangat menyukai ku. Berarti dia milik ku dan hanya akan memujaku. Dia tidak bisa menoleh ke siapapun kecuali aku. Aku berfikir untuk mengikatnya seperti Namjoon hyung mengikat Mina Noona. Hingga kakak ipar ku tak bisa pergi jauh dari hyung ku." Taehyung menceritakan kisah kakak keduanya.


"Kau sangat mengerikan." Komentar Jungkook.


"Adik kecil. Kau tidak harus seperti kami." Jimin menepuk bahu Jungkook.


"Kookie... Kau dan Eunha cukup berjalan dengan semestinya. Rasa kalian masih jauh. Kau cukup tahu kalau dia akan ada untuk mu." Nasehat Taehyung akan di ingat oleh Jungkook.


Pria bergigi kelinci itu mengangguk. Ia bersyukur memiliki dua hyung yang selalu ada untuknya dan terus mendukungnya.


"Chagi!!!!" Pekik Jungkook membuat tiga gadis itu menoleh.


"Wah daebak! Mereka bertiga adalah kekasih ku." Setelah mengatakan itu, Jungkook menerima jitakan di kepalanya dari dua hyungnya.


"Dasar kelinci bertaring!" Umpat Jimin dan Taehyung secara bersamaan.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Continue. . . . . . .


__ADS_2