
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
If you're not mad or sad, you won't know when you're happy — JJK.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
"Sayang! Kemana si bakpao? Kenapa gak masuk?" Eunha memutar matanya malas. Kesal dengan seseorang di sampingnya yang terus menganggu.
"Itu tidak ada urusannya dengan mu! Dan berhenti memanggilku sayang!" Kesal Eunha.
Berbeda dengan Taehyung, Jungkook malah terkekeh melihat kerutan di kening Eunha dan bibirnya yang komat-komit sendiri.
"Kau tahu bukan, kalau aku bisa membuat mu menyesali Kata-kata mu?" Ucap Jungkook dengan senyuman manisnya.
Eunha menghela nafas kasar. Sekarang sedang pelajaran fisika. Jika ia ketahuan mengobrol maka ia akan di usir keluar oleh pak Hyungsik yang sedang mengajar.
"Diam! Aku sedang malas berdebat dengan mu." Kesal Eunha dan mengabaikan tatapan Jungkook yang terus memandangnya.
Tiba-tiba Eunha merasakan tangan kekar itu menyentuh tempat sensitifnya.
"Hya!" Pekik Eunha menatap tajam ke Jungkook.
Pria itu hanya tersenyum dan kembali fokus pada tugasnya. Sampai akhirnya satu panggilan membuat Eunha benar-benar marah.
"Eunha! Apa yang kau lakukan!" Pak Hyunsik datang ke meja mereka.
"Dia terus mengganggu ku pak!" Jelas Eunha. Sedangkan Jungkook memasang wajah datarnya.
"Apa benar begitu Jeon Jungkook?" Jungkook hanya memberikan bukunya pada pak Hyunsik.
"Lalu bagaimana tugas mu Eunha?" Gadis itu terdiam.
Saat itu sedang ada kuis yang di berikan Pak Hyunsik. Eunha sangat sulit mengerjakan pelajaran fisika. Apalagi Jungkook terus mengganggunya sejak tadi. Alhasil bukunya masih kosong. Hanya soalnya yang baru ia tulis.
"Maaf Pak!"
"Sekarang keluar dari kelas saya! Nilai mu nol untuk kuis hari ini! Yang lain kembali mengerjakan" Ucap Hyunsik.
Eunha segera keluar dengan tertunduk. Di susul oleh Jungkook yang sangat senang mengerjai nya. Jungkook menatap Eunha yang dengan polosnya berdiri di depan kelas. Jungkook menarik gadis itu menuju UKS. Meski dengan penuh pemberontakan, akhirnya mereka sampai di UKS yang kosong.
__ADS_1
"Kenapa kau terus mengganggu ku?" Kesal Eunha. Jungkook mengabaikan Eunha dan memilih berbaring di ranjang UKS.
"Aku hanya penasaran dengan si bakpao! Aku tidak tahu apa yang terjadi antara hyung dan bakpao. Sedang kan yang ku tahu, hyung tidak pernah melirik gadis manapun meskipun dia banyak yang mengejarnya." Jelas Jungkook yang kembali menarik Eunha untuk berada di dekatnya.
"Kau sebenarnya tidak menyebalkan jika tidak berteman dengan hyung mu yang sangat suka memerintah orang!" Jungkook membiarkan Eunha bersuara.
"Seharusnya kau membantu Hyung mu untuk menjauh dari Yerin kami. Dia sudah cukup untuk membuat Yerin terluka." Jungkook terus menatap Eunha.
"Kata Jimin hyung, dulu Yerin yang menyukainya. Tapi sekarang dia sedang menjauh. Apa karena hyung sudah ada kekasih?!?"
"Bodoh! Kau selalu mengikuti hyung mu kemanapun dia pergi tapi kau tidak pernah tahu rahasia sebenarnya." Jungkook hanya menggeleng karena ia benar-benar tidak tahu dan ia sangat penasaran.
"Yang aku tahu saat kami kelas 3 SMP tahun lalu, Taehyung mengurung Yerin di dalam kelas sampai tengah malam. Katanya Yerin terus menjerit tapi kami tidak tahu apa yang terjadi. Setahuku saat itu Hyung mu sudah jarang mengunjungi SMP lagi tapi saat itu aku tidak tahu kenapa dia datang." Eunha menarik nafasnya untuk menyambung ceritanya.
"Yang aku tahu, Yerin pulang subuh-subuh dengan keadaan yang sangat berantakan. Yerin hanya tinggal dengan kakaknya. Orang tuanya sudah meninggal sejak ia bayi. Jadi kakak sepupunya yang mengasuhnya. Aku tidak tahu banyak tentang kejadian itu tapi yang ku dengar, hyung mu sudah memperkosa Yerin."
"Hah? Kau serius? Aku rasa hyung bukan orang yang seperti itu. Dia selalu bisa menahan dirinya." Ucap Jungkook yang membuat Eunha mengangkat kedua bahunya.
"Aku hanya mendengar dari kelas lain karena dulu aku berbeda kelas dengan Yerin. Tidak ada saksi jadi kemarahan kakak Yerin terabaikan. Belum lagi keluarga Taehyung kan keluarga yang sangat sempurna untuk menutupi kesalahan putranya. Jadi yang terluka hanya Yerin di sini. Sementara hyung mu masih mengganggunya." Eunha kembali terbawa kesal saat menceritakan itu.
"Lalu kenapa Yerin tidak memilih sekolah yang berbeda dengan Hyung? Apa karena dia masih mengejar Hyung?" Eunha menggeleng tegas.
Jungkook benar-benar terkejut dengan semua yang di ceritakan Eunha. Hyungnya benar-benar si pengendali yang luar biasa.
"Lalu apa alasan mu terus menanyakan Yerin?" Tanya Eunha curiga.
"Apa kau menyukai Yerin?" Tuduh Eunha membuat Jungkook tertawa lepas. Jungkook memeluk Eunha dari samping sambil tertawa. Lalu melepaskan Eunha yang mematung dan membingkai wajah menggemaskan itu dengan kedua tangannya.
"Apa Yerin sudah punya pacar?" Eunha menggelengkan kepalanya dengan kening yang berkerut.
'Apa benar Jungkook menyukai Yerin?' fikir Eunha dalam hati.
"Lalu bagaimana dengan mu?"
"Aku?" Jungkook mengangguk.
"Aku juga belum punya" Jawab Eunha dengan polosnya.
Lalu Jungkook tersenyum bahagia. Ia kembali mendekatkan wajahnya, ******* bibir menggemaskan itu. Eunha benar-benar seperti boneka yang hanya terdiam tanpa perlawanan dan juga tidak membalas. Jungkook menahan tengkuk Eunha membuat gadis itu membuka mulutnya, memberi akses untuk Jungkook memasukinya.
__ADS_1
Lalu tangan pria itu yang bebas masuk ke dalam seragam Eunha mengusap punggung Eunha membuat Eunha merinding karenanya. Menjawab sentuhan bibir lembut milik Jungkook.
"Apa kau menyukainya juga?" Tanya Jungkook saat ciuman itu sudah lepas.
"Apa?" Tanya Eunha yang masih bingung.
"Ciuman ku?" Eunha bingung. Dia berdiri dan memukul bahu Jungkook dengan keras. Pria itu terkekeh melihat gadis itu menutupi rasa malunya.
Jungkook menarik Eunha yang berusaha pergi. Memeluk gadis itu hingga gadis itu tak bisa bergerak.
"Aku sudah mencium mu. Aku akan bertanggungjawab untuk menjadi pacarmu." Bisik Jungkook.
"T-Tapi aku belum setuju!" Sahut Eunha.
"Lalu? Apa aku harus melakukan apa yang di lakukan Hyung dengan bakpao kepada mu?" Eunha menggeleng cepat.
"Kau akan menjadi pacar ku?" Eunha mengangguk pelan.
"Cium aku." Pinta Jungkook.
"Apa harus?" Tanya Eunha yang terlihat menggemaskan.
"Aku ingin kau membuktikannya."
Eunha menggigit bibirnya bingung. Tangannya sudah menyentuh Jungkook. Wajahnya sudah mendekat. Dengan gerakan cepat ia mengecup pipi Jungkook lalu melepaskan diri dari pelukan pria itu dan pergi dari UKS.
Jungkook tertawa lepas menatap kepergian kekasihnya yang sangat imut itu.
"Aku akan menjagamu, anjing kecil ku." Gumamnya dan kembali terkekeh pelan seraya berbaring di ranjang.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Continue....