PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
02


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Berbagi? Aku tidak suka itu!β€”KTH.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Kakinya berlari kecil menuju mading sekolah. Hari ini adalah pengumuman siapa saja yang terpilih menjadi OSIS di sekolah. Masing-masing kelas akan ada dua atau tiga orang perwakilan. Matanya dengan Jeli mencari namanya.


"Kau Mencalonkan diri?" Suara yang tepat di dekat telinganya membuat tubuhnya menegang. Meski ramai yang berada di mading itu tetap saja perasaan waspada dan takut itu menggerogoti setiap hati dan jantungnya.


"A-aku..."


"Aaahhh~ ternyata benar kau mencalonkan nya. No 51 Jung Yerin kelas X B."


Yerin ikut memandangi mading menatap nomor itu dan benar namanya tertera di sini. Memang inilah yang ia tunggu-tunggu tapi ada sesuatu yang tiba-tiba ia khawatirkan.


"Aku... Aku hanya ingin.."


"Jung Yerin. Kau tahu bagaimana aku kan? Aku tidak suka berbagi. Apa yang menjadi milikku hanya aku yang boleh menyuruh, menatap atau apapun itu." Jelas siswa tampan itu yang membuat Yerin menahan napasnya karena pemuda itu berada tepat di belakangnya. Dada bidang itu menempel pada punggungnya. Dan kedua tangan yang berada di sekitar pinggang nya. Yerin merasakan itu semua.


"Kau yang mengurusnya atau aku yang mengurusnya?" Taehyung berbicara pelan tapi tepat di telinga gadis itu.


"Tapi aku..."


"Baiklah aku yang mengurusnya. Segera ke kelas sebelum aku berubah fikiran." Titahnya.


Yerin segera melangkahkan kakinya menuju kelas. Sesekali ia melirik ke belakang dan mendapati Taehyung yang berjalan di belakang mengikutinya.


"Hyung! Sedang apa kau di sini?" Jungkook melirik Yerin yang masuk kelas dengan terburu-buru sedangkan di luar kelas ia mendapati hyungnya.


"Aku hanya ingin ke ruangan Osis" Ucap Taehyung datar.


"OSIS? Wah! Aku ingin coba menjadi anggotanya. Apa mereka sudah menutup pendaftaran?" Tanya Jungkook yang terlihat antusias.


"Hmmm belum. Aku akan membantu mu masuk. Ayo ikut aku."


Mereka berjalan melewati koridor sekolah dengan banyak pasang mata yang terang-terangan menatap mereka kagum. Sejak kedatangan Jungkook, mereka bertiga selalu bersama.


Taehyung, Jimin dan Jungkook sudah di kenal sebagai Para Pemegang Kendali. Meski mereka hanya berbicara asal, entah kenapa selalu di patuhi. Mereka juga bukan pemilik dari sekolah ini. Hanya saja mereka berpengaruh bagi nama baik sekolah. Perwakilan dari setiap perlombaan penting di sekolah.


"Kim Taehyung? Ada angin apa yang membawa mu kemari?" Pria yang wajahnya sedikit mirip dengannya itu menatap Taehyung bingung.


"Dia ingin masuk sebagai Anggota OSIS. Jika kau butuh tahu kualitasnya, kau bisa memberikan test padanya Hyung." Ucap Taehyung yang langsung to the point. Jungkook menatap mereka berdua dengan tatapan bingung.

__ADS_1


"Bukannya aku ingin menolak atau ragu dengan pilihan mu Taehyung. Hanya anggota kami sudah lengkap dan tidak membutuhkan lagi anggota lain"


"Jung Yerin dari kelas X B mengundurkan diri dari anggota OSIS. Sebagai gantinya Jeon Jungkook dari kelas X B akan menjadi anggota OSIS. Bukan kah itu cukup." Taehyung menatap dalam mata Baekhyun yang sempat bingung berkata apa.


"Apa kau masih mengekangnya?"


Taehyung tersenyum kesal atas pertanyaan itu. Ia menatap hyungnya itu dengan tajam.


"Aku tidak suka berbagi." Sahutnya penuh tekanan.


'Wah Daebak!' Jungkook membatin. Ia semakin penasaran dengan hubungan Taehyung dan juga Yerin.


"Lisa mencarimu. Dia sudah pulang dari Thailand. Apa kau akan tetap begini kim Taehyung?" Nadanya sedikit meninggi. Taehyung menggertakan giginya, kesal.


"Apa yang menjadi milikku. Meski hanya sampah, aku tetap akan menaruhnya di sisiku!"


Itu tanda mati bagi Taehyung. Jika ada yang bertanya lagi, mungkin akan terjadi Hal-hal yang tidak di inginkan terjadi. Baekhyun hanya diam. Lagi-lagi ia tak bisa mendekat selangkah pada seseorang yang sudah lama ia sukai.


Baekhyun menatap Taehyung yang pergi bersama Jungkook. Rasa khawatir akan gadis itu semakin menjadi-jadi saat Baekhyun melihat Taehyung belok ke arah kelas Yerin. Baekhyun memijat kepalanya, ia harus berfikiran positif. Ia tak bisa menerka-nerka apa yang akan terjadi atau dia malah akan memperburuk segalanya seperti yang sudah terjadi dulu.


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


"Hey!"


Bell pulang sekolah sudah berbunyi sejak tadi. Eunha yang ingin bangkit untuk pulang kembali terduduk saat Jungkook menariknya.


"Aku ada eskul Taekwondo setelah ini. Gantikan aku piket kelas." Nada perintah yang sama. Eunha menggeleng tegas. Ia tak boleh seperti Yerin yang menjadi boneka para pemegang Kendali itu.


"Kau tak mau?" Tanya Jungkook dengan wajah datar.


"Aku harus pulang. Aku lapar"


"Setelah piket datang ke tempat latihan ku. Aku akan memberikan mu makan." Ucap Jungkook lagi.


Eunha masih belum menyerah untuk menolak. Yuju sudah di pintu kelas menunggunya.


"Hya Eunha! Cepat!" Teriak Yuju.


Isi kelas sudah kosong hanya tinggal Eunha yang di tahan Jungkook di dalam kelas.


"Aku tidak bisa. Teman ku sudah menunggu." Eunha menepis tangan Jungkook. Namun Jungkook kembali bersuara.


"Baiklah aku akan menyebarkan foto ini jika kau masih tidak bisa di ajak kompromi." Langkah Eunha tertahan dan berbalik ke arah Jungkook.

__ADS_1


"Dasar cabul! Apa kau memotoku saat terkurung di toilet." Eunha membesarkan matanya menatap tajam Jungkook. Tapi wajah Eunha terlihat menggemaskan di mata Jungkook.


Jungkook berdiri dan menarik Eunha mendekat ke arahnya. Jungkook memperlihatkan ponselnya. Foto Eunha yang tertidur di kelas dengan komuk yang sangat memalukan.


"Baiklah aku akan menggantikanmu piket kelas. Tapi setelah itu hapus foto itu!!!!"


"Tidak. Aku tidak akan menghapusnya sebelum kau datang ke tempat latihan ku setelah piket selesai."


Eunha hanya bisa menghembuskan nafas beratnya.


"Yuju!!! Pulanglah lebih dulu." Pekik Eunha membuat Yuju menoleh ke arah Eunha dan menatap Jungkook yang tersenyum menjengkelkan ke arah Yuju.


"Baiklah. Jaga dirimu." Ucap Yuju yang tak ingin berurusan dengan mereka.


Eunha hanya mengangguk dengan wajah kusut nya. Jungkook terkekeh pelan menatap wajah imut Eunha saat terlihat kesal. Jungkook menarik Eunha secara tiba-tiba dan membingkai wajah Eunha dengan kedua tangannya.


"Kau sangat menggemaskan." Ucap Jungkook yang sudah kelewat gemas pada gadis di hadapannya ini.


"Apa yang kau lakukan?!?β€œ bentak Eunha yang sedikit kesusahan bicara karena Jungkook menekan kedua pipinya.


Tidak butuh hitungan detik. Jungkook mengulum permen manis itu. ******* habis bibir mungil milik Eunha. Sedangkan sang empunya seperti berubah menjadi batu. Terdiam karena kaget dan mengerjapkan mata layaknya boneka membuat Jungkook semakin gemas melihatnya.


"Manis. Sangat manis."


Cup


Setelah mengatakan itu Jungkook mengecup pipi Eunha tanpa izin. Lalu membelai puncak kepala Eunha.


"Yang bersih ya... Jangan lupa ke tempat latihan ku nanti. Aku pergi dulu." Pamit Jungkook. Lalu menghilang di balik pintu kelas.


.


.


.


.


.


Continue. . .


Hayoooo kalian ngeship siapa? Nunggu taerin moment atau eunkook moment? Atau nunggunya nchim ama siapa??!!!???

__ADS_1


Hayooo tinggalkan komentar biar semangat aku up nya beb....


See you mu readers πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ’œπŸ’œπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2