PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
10


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Jangan mencoba menilai jika kau belum mengenal—KS


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


Api unggun sedang di persiapkan. Mereka lagi membentuk formasi melingkari api unggu yang akan menyala. Kelompok yang kalah adalah kelompoknya Jungkook yang hanya mendapat satu pita, itupun Eunha yang memberikannya. Alhasil Jungkook harus menyanyi dan Hwasa the CS harus menari malam ini.


Mereka puas menertawakan Jungkook yang terlihat lelah. Jimin juga tertawa puas melihat adiknya harus berurusan dengan Hwasa.


"Yerin." Sapa Seulgi lalu Yerin memberikan tempat untuk seniornya itu duduk.


"Untungnya kita menang kak." Ucap Yerin.


Seulgi mengangguk. Dia duduk di antara Eunha dan Yerin. Eunha juga sangat puas dengan kemenangannya dan melihat wajah Lucu Jungkook yang terlihat sangat memelas.


"Kookie semangat." Pekik Eunha tanpa sadar membuat mereka menjadi bahan candaan yang lainnya.


"WOoooo...... " Muka Eunha memerah sedangkan Jungkook tersenyum. Ia jadi lupa dengan kekalahannya malam ini.


"Kak, apa kau senang bersama Jimin oppa?" Tanya Eunha yang juga penasaran.


"Mereka itu sama. Mereka akan menjaga apa yang mereka punya. Jimin sangat menjaga ku semenjak aku membuka hati untuknya. Dia sangat manis dan juga selalu menepati janji." Ucap Seulgi sambil tersenyum menatap Jimin yang sedang menertawakan Jungkook di samping Taehyung.


"Jimin cerita tentang Eunha yang menangis waktu di Bus. Aku sangat melihat ekspresi Jungkook yang linglung. Dia bingung harus berbuat apa." Eunha terdiam. Jadi dia benar-benar yang salah paham tentang Jungkook.


"Mungkin tamparan Yerin membuat otaknya geser." Perkataan Seulgi mengundang tawa mereka bertiga.


"Hya! Kau menampar kesayangan ku terlalu keras." Ucap Eunha bercanda.


"Itu karena kau menangis. Huhu aku jadi merasa kau lebih membelanya." Mereka kembali tertawa.


Tanpa mereka sadari. Pemilik mereka masing-masing sedang memperhatikan mereka. Tersenyum melihat mereka yang tertawa bersama.


"Akur bukan?" Taehyung mengangguk atas pertanyaan Jimin.


Jimin hanya menyadarkan sahabatnya yang sempat bingung. Taehyung merasa Nyaman dengan kekasihnya, lalisa. Jimin lah yang membuat Taehyung yakin pada pendiriannya. Saat Jimin membuka celah agar Yerin bisa dekat dengan Baekhyun. Di sana terlihat sekali kalau Taehyung marah besar.


Jimin yang mengendalikan emosi Taehyung. Jimin dengan kasarnya mendorong Taehyung, menonjok sahabatnya itu agar sadar.


"Kau bersenang-senang dengan Lalisa lalu kenapa Yerin tidak bisa bersenang-senang dengan Baekhyun hyung? Hmm." Pertanyaan yang dulu di lontarkan Jimin kepada Taehyung.


Saat itu Taehyung tahu. Walau bagaimanapun ia beralih pada gadis lain. Tetap saja hatinya selalu menginginkan Yerin. Hatinya selalu ingin Yerin ada di sisinya. Ia tak akan bisa melepaskan gadis itu, apapun yang terjadi.


"Aku sudah menemuinya tadi." Ucap Taehyung yang di dengarkan oleh Jimin.


"Pendiriannya tetap sama. Ia masih tidak ingin bersama ku." Ucap Taehyung tertunduk.


"Apa masih karena saksi itu?" Tanya Jimin memastikan.


Taehyung mengangkat kedua bahunya, menandakan ia tidak tahu dan tidak mengerti masalahnya di mana.


"Apa perlu aku yang bicara pada anjing kecil mu itu?" Taehyung menggeleng. Ia cukup menerima apapun keputusan Yerin.


"Lihat nanti saja." Jimin hanya mengangguk.

__ADS_1


. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Yerin merebahkan tubuhnya. Lelah sekali. Seharian ini banyak sekali kejadian. Eunha datang dan merebahkan tubuhnya di samping Yerin. Kepala Eunha menoleh ke arah Yerin. Matanya menatap fokus sesuatu di tubuh Yerin.


"Apa kau memanjat pohon lagi?" Yerin menoleh ke arah Eunha heran lalu mengangguk.


"Kenapa?"


Eunha hanya mengangguk paham. Awalnya curiga tapi saat mendengar jawaban Yerin, Eunha hanya bergumam.


"Aku kira leher mu kenapa. Mungkin di gigit serangga lagi."


Mendengar ucapan Eunha, Yerin langsung berdiri mengambil kaca. Menatap tanda merah di lehernya. Ia langsung teringat kedatangan Taehyung saat ia turun dari pohon.


"Argghh.. Itu memang semut besar!" Dengus Yerin.


"Kenapa?" tanya Lisa yang baru masuk bersama Taehyung.


"Apa kau ada minyak? Leher Yerin sepertinya tergigit semut besar saat dia memanjat pohon." Ucap Eunha dengan wajah datar. Sedangkan Yerin menatap sinis Taehyung yang sedang menahan tawanya.


"Aku tidak punya." Ucap Lisa yang terlihat tidak peduli.


"Apa sakit?" Yerin menggeleng pelan atas pertanyaan Taehyung.


"Aku tidur dulu sayang. Apa tidak bisa aku sekamar denganmu?" Taehyung menggeleng tegas.


"Kau kesini. Jemput minyak di tempat ku." Ucap Taehyung sebelum pergi, namun Lisa menahan Taehyung.


"Biar aku saja yang ambil untuknya. Lagipula aku belum tahu kamar mu." Ucap Lisa yang tidak suka jika Taehyung bersama Yerin karena gosip anak-anak di sekolah.


"Baiklah... Aku tidak akan kemana-mana." Ucap Lisa.


"Aku akan ikut bersama Yerin." Ucap Eunha tiba-tiba. Membuat Taehyung jengkel.


"Kau! Jaga kelinci ku!" Itu perintah yang tidak bisa di tawar.


"Aku—"


"Kau tidak mau?!?" Eunha menyerah saat Yerin mengangguk.


"Hati-hati" Ucap Eunha pada Yerin yang terlihat cemas.


Yerin hanya mengangguk dan mengikuti Taehyung yang sudah pergi lebih dulu. Sedangkan Lalisa bergelung dalam selimutnya, menatap sebal Yerin.


'Dia kenapa? Dasar wanita aneh!' sebal Yerin.


Yerin sudah tidak melihat keberadaan Taehyung lagi tapi ia sudah tahu dimana letak kamar pria itu. Dengan Hati-hati Yerin membuka pintu kamar itu dan masuk ke dalam. Dan tiba-tiba


HAP


Taehyung memeluk Yerin erat. Tangan kanannya tengah mengunci pintu yang membuat Yerin ketakutan.


"Hya! Oppa! Apa yang kau lakukan??" Tanya Yerin panik saat Taehyung mengantongi Kuncinya.


"Kalau kau ingin keluar, ambilah dari ku." Taehyung tersenyum evil menatap Yerin yang berusaha mendorongnya.

__ADS_1


Entah atas dasar apa. Yerin mencolek pinggang Taehyung yang membuat pria itu sedikit melonggarkan pelukannya.


"Aah! Ternyata kau penggeli oppa..." Kini Yerin yang tersenyum evil. Membawa Taehyung ke atas ranjang dan duduk di atas Pria itu yang sudah terkekeh pelan mencoba menahan tangan Yerin.


"Kau fikir kau cukup kuat untuk menahan tangan ku, hmm?" Ucap Yerin dengan sombongnya.


Dengan mudah Yerin melepas satu tangannya lalu menggelitik Taehyung dengan satu tangannya yang bebas. Taehyung tertawa cukup keras saat tangan Yerin masuk ke dalam bajunya.


"Hya! Jangan menyentuh kulit perut ku langsung." Itu adalah sebuah peringatan tapi tak di indahkan oleh Yerin.


"Hari ini kau tidak boleh menyentuh ku oppa! Kalau kau menyentuh ku, aku akan mendiami mu dan mengabaikan mu!" Terang Yerin yang membuat Taehyung mengurungkan niatnya.


Yerin yang tepat duduk di atas punya Taehyung membuat pria itu sedikit menahan saat Yerin bergerak. Menggoda sangat empunya untuk keluar dari kandang.


"Yerin kau benar-benar menyiksa ku!" Yerin tersenyum puas melihat wajah Taehyung yang menahan antara sakit dan nikmat.


"Aku akan memberikan mu hadiah. Tapi tangan mu harus di ikat dulu agar tidak kemana-mana." Taehyung terkekeh pelan mendengar alasan Yerin mengikat tangannya.


"Apa yang akan kau berikan? Hmm" Tanya Taehyung tapi Yerin masih fokus mengikat tangan Taehyung dengan kemeja Taehyung. Ikatan itu cukup kuat hingga Taehyung benar-benar pegal menahannya.


"Kau harus diam." Ucap Yerin sambil menggoyang pinggulnya lalu tertawa melihat Taehyung mengaduh kesakitan, terkadang pria itu mendesah.


"Cepat berikan aku hadiah mu dan selesaikan ini semua." Tegas Taehyung yang membuat Yerin tersenyum karena hari ini pria itu tidak bisa menakuti nya hanya karena ekspresi pria itu.


Yerin menundukan wajahnya, meraup bibir Taehyung dengan lembut dan menatap mata Taehyung yang menutup matanya. Yerin juga melirik ke arah tangan yang terikat itu. Urat-urat Taehyung yang menegang cukup mengatakan kalau pria itu benar-benar menahannya.


Yerin menutup matanya, menyelami kenikmatan dari bibir kakak kelasnya ini yang selalu berhasil mengendalikannya. Tangan kiri Yerin menjamah rambut Taehyung dan turun untuk menarik tengkuk Taehyung. Sementara tangan kanannya masuk ke balik baju Taehyung. Menyentuh perut bawah Taehyung, membuat pria itu melepas ciumannya dan meracau.


"Kau ingin aku melakukan itu dengan mu?" Tanya Taehyung dengan suara seraknya.


Yerin menggeleng dan tersenyum puas. Ia berhasil membuat pria itu benar-benar terangsang karena sentuhannya.


"Aku hanya ingin membalas kekesalan ku saja." Ucap Yerin lalu mendekat ke arah Leher Taehyung. Mengecup, menyesap dan menggigit kulit leher Taehyung. Ia juga akan membuat tanda di leher Taehyung. Itu hukuman buat prianya yang sudah membuat lehernya memerah dan mencuri pita miliknya.


"Aaaahhh~" Taehyung melenguh cukup kuat saat Yerin menyesap lehernya cukup kuat dan tangan Yerin semakin turun ke bawah.


"Arrrggghhh.. Sayang, tolong lepaskan ikatannya..." Ucap Taehyung yang sudah tidak kuat menahannya.


Lalu Yerin Menghentikan aktifitasnya dan menatap Taehyung dengan senyum jahil. Menatap wajah pria itu dengan cukup dekat.


"Aku tidak bodoh untuk mengikuti ucapan mu, tuan pengendali. Bisa saja aku yang kena imbasnya." Ucap Yerin yang membuat Taehyung terkekeh.


"Lepas, ku mohon."


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Continue. . .


__ADS_2