
. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .
**** what you think, I'm perfect โKTH
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
"Park Jimin!!"
Pemuda itu menoleh, menatap raut wajah imut yang tampak terengah-engah berlari ke arahnya. Jimin tersenyum dengan mata yang menyipit.
"Ada apa kucing kecil kesayangan ku?" Jimin membelai puncak kepala gadis itu.
"Apa maksud mu mengirim tiket nonton ini kepadaku?" Tanya Jennie yang menatap Jimin dengan puppy eyes-nya.
"Datanglah tapi jika kau tidak ingin pergi, maka tak usah pergi." Ujar Jimin sambil tersenyum dan membelai puncak kepala Jennie sebelum pergi meninggalkan gadis itu yang merona menahan rasa senangnya.
Langkah Jimin berhenti saat menatap sisi dalam perpustakaan yang terlihat senyap. Ia tersenyum sambil mengeluarkan dari sakunya. Sebuah permen lolipop.
Jimin mengedarkan pandangannya, mencari sesuatu di balik rak-rak buku itu. Jam istirahat begini memang biasanya tidak ada orang. Tapi ada seseorang yang sangat ia perhatikan berada di perpustakaan saat ini.
Jimin tersenyum dan menatap teduh seseorang yang tertidur sambil terduduk, menyandarkan di antara rak buku dan dinding. Jimin mendekat, mengeluarkan ponselnya dan mengabadikan satu moment favoritenya.
Cekrek
Bunyi ini membangunkan gadis itu. Jimin tersenyum saat gadis itu mengerjapkan matanya. Menatap Jengkel ke arah Jimin. Jemarinya mengucek matanya pelan.
"Kenapa tertidur lagi di sini?" Tanya Jimin lembut.
__ADS_1
"Mau?" Jimin mengulurkan tangannya, memberikan permen itu yang langsung di ambil langsung oleh gadis itu.
"Kenapa kau di sini?" Kini giliran gadis itu bertanya pada Jimin.
"Bekal punya mu lebih menggoda dari masakan ibu kantin." Mendengar itu gadisnya hanya terkekeh pelan sambil mengeluarkan dua kotak makanan yang selalu di siapkan gadis itu.
"Apa kau tidak ingin yang lain tahu kalau kau kekasih ku?" Tanya Jimin seraya membuka kotak makanan itu.
Gadis itu terdiam. Menatap Jimin lebih dalam. Ada sesuatu keresahan yang tampak dari wajah gadis itu. Seperti ingin mengucapkan namun tertahan.
"Katakan." Ucapan penuh nada memerintah dari Jimin membuat gadis itu tertunduk.
"Kang Seulgi. Kau tahu kalau aku benci di abaikan." Gadis itu menghela napas beratnya.
"Aku cuma takut."
Seulgi mengangguk tapi Jimin tidak puas dengan jawaban itu.
"Jennie menyukai mu. Aku takut mengacaukannya." Jimin tersenyum. Pernyataan dari Seulgi membuat hatinya menghangat.
"Dia tak kan bisa menyentuh mu. Aku akan menjagamu karena apa... Karena kau lah satu-satunya orang yang ku percaya untuk menjaga hatiku." Ucap Jimin dengan senyum manisnya yang selalu mempercepat detak jantung Seulgi.
"Kau selalu saja." Ujar Seulgi seraya tangannya terulur membelai lembut rambut Jimin.
Jimin selalu menyukai setiap sentuhan dan kelembutan Seulgi yang di tujukan padanya. mereka berdua selalu makan siang bersama di perpustakaan tanpa seorang pun tahu kecuali Taehyung yang sudah mengenal Jimin dan selalu menjadi tempat Jimin bersandar. Begitupun sebaliknya.
* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *
__ADS_1
Eunha duduk di sudut ruangan. Menatap Jungkook yang sedang sparing bersama patner latihannya. Eunha sudah tau kalau Jungkook murid pindahan yang berprestasi di bidang olahraga termasuk taekwondo sama seperti Yerin.
Jungkook sudah bermandikan keringat dan selalu menjadi juaranya. Partnernya sudah kewalahan menjadi lawan latihannya. Jungkook yang latihan selalu merasa kalau itu arena pertandingan. Hingga ia selalu membantai habis lawannya.
"Apa kau tidak lelah?" Tanya Eunha yang secara spontan mengelap keringat di dahi Jungkook saat pria itu sedang berbaring di dekat Eunha.
"Lelah? Memang. Tapi itu pengorbanan dari latihan ku. Menurutku setiap hasil yang memuaskan akan selalu ada pengorbanan." Ucap Jungkook sedikit terengah-engah karena baru saja beristirahat.
"Kau lapar?" Eunha mengangguk cepat. Karena ia berada di ruang latihan ini untuk memenuhi janji Jungkook yang akan membuat perutnya kenyang setelah Menggantikan nya piket kelas.
"Tunggu aku sebentar." Baru saja Jungkook ingin bangkit, Eunha segera menahannya dan memberikan sebotol air pada Jungkook.
Pria itu tersenyum dan langsung meminumnya tanpa banyak pertanyaan. Lalu mengisyaratkan Eunha untuk menunggunya. Jungkook segera pergi untuk mandi dan mengganti bajunya. Sedikit perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya membuat Jungkook sedikit gugup.
"Gadis itu imut sekali." Gumamnya sambil mengganti baju latihannya.
.
.
.
.
.
Continue. . . . .
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN YA GAES.... ๐๐๐๐โบโบโบโบโบ.