PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
20


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


Memangnya kau bisa sejauh apa untuk bersembunyi dari ku?—KTH


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


"Aku sudah berjanji padanya. Apa kau tidak bisa melakukannya secara diam-diam?" Wajah seniornya terlihat memelas.


Yerin terdiam. Ia tak bisa menolaknya lebih jauh lagi. Ia juga takut kalau Taehyung tahu, dia benar-benar membuat jiwa pembunuh berdarah dingin itu hidup.


"Tapi apa yang akan aku katakan kalau dia tahu?" Tanya Yerin yang bingung.


"Aku akan membantu mu bicara. Ku mohon." Pinta Seulgi.


Yerin menghela nafas dan mengangguk. Hanbin mengancam beasiswa Seulgi kalau Yerin tidak bisa menjadi modelnya. Hingga Seulgi memohon kepada Yerin. Seulgi juga berbohong pada Jimin. Ia mengatakan kalau kelasnya hanya fotografi bukan model kampus.


Mereka berdua memang menggali kuburannya sendiri. Meski semua anak kampus belum tahu tentang mereka bertiga. Siapapun yang mengenal Taehyung, Jimin dan Jungkook pasti akan sadar kalau mereka bertiga adalah Para Pemegang Kendali. Apapun kondisinya.


Hanbin menatap Yerin dengan binar di matanya. Gadis itu masuk bersama Seulgi. Tema majalah kampus ini tentang outfit yang akan di iklan kan oleh majalah, berupa baju-baju klub menjahit.


"Kau akan ikut?" Tanya Hanbin lalu Yerin hanya mengangguk dengan senyum ramahnya.


"Kau akan menjadi pasangan ku." Ucap Hanbin senang dan memanggil seseorang untuk mengantar Yerin ganti pakaian.


Gadis itu memakai jaket merah dengan celana jeans yang sangat pendek. Sedangkan Hanbin memakai kaus putih dengan celana selutut. Yerin tersenyum canggung saat memulai pemotretan mereka yang pertama.


Cekrek


Cekrek


Fii uuuhhh


Yerin menghela nafas. Ini sudah 4 jam berlalu dari awal dia masuk ke ruangan ini. Sangat lelah? Tentu saja. Bahkan jantungnya terus berdebar karena Kim Taehyung. Yerin terus berfikir seperti apa kemarahan pria itu nanti. Apapun itu ia akan menerima konsekuensinya sendiri.


"Ini..." Hanbin memberikan botol minuman kepada Yerin. Gadis itu mengambilnya dengan senyum di wajah.


Hanbin memang tidak banyak bicara namun pria itu terlihat sangat perhatian pada Yerin hingga anak klub di sana menyangka mereka mempunyai hubungan khusus. Tidak semua anak kampus tau kalau Yerin kekasih dari Kim Taehyung.


Banyak yang Menyetujui hubungan Yerin dan Hanbin. Bahkan ada yang terang-terangan mendukung mereka. Membuat Yerin hanya tersenyum canggung. Sedangkan Hanbin mengulum senyum.


"Sudah selesai bukan?" Tanya Yerin yang terlihat lelah.


Dengan cermat, Hanbin mengambil Tisu dan mengelap wajah Yerin yang berkeringat. Gadis itu membeku, meski Hanbin mengangguk atas pertanyaannya tapi perlakuan Hanbin membuatnya kaku. Tak tahu harus bagaimana.

__ADS_1


"A-aku harus pergi." Pamit Yerin yang menepis tangan Hanbin lalu bangkit.


Namun pria itu menahan tangan Yerin, membuat gadis itu berbalik. Menatapnya bingung.


"Besok datang pukul delapan. Masih ada beberapa jadwal untuk mu. Tenang saja setelah selesai pemotretan, kita akan membayar mu." Ucap Hanbin yang lagi-lagi di balas senyuman oleh Yerin.


"Kalau begitu aku permisi. Terima kasih untuk hari ini." Ucap Yerin sebelum benar-benar pergi.


"Aku juga sangat berterima kasih untuk hari ini. Jung Yerin." Gumam Hanbin menatap bayangan Yerin yang semakin lama semakin menghilang.


• • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • • •


Taehyung melirik semua orang yang terdiam di sana setelah dia mengacaukan segalanya. Tatapan dingin itu ia tujukan pada seseorang yang membuat moodnya buruk hari ini.


"Sekali lagi kau memberikan foto atau kabar buruk lainnya tentang kekasih ku. Namamu, oh bukan bahkan saat orang melihat mu mereka akan meludah." Ancam Taehyung dengan suara beratnya.


Wajah gadis itu memucat. Ia tak tahu kalau Taehyung akan membela kekasihnya. Hari ini Lisa memberikan hasil foto kepada Taehyung dari fotografer majalah kampus yang juga sahabatnya, Bobby.


Lisa fikir hubungan Taehyung dan Yerin akan memburuk karena hasil foto itu. Tapi nyatanya ia mengundang kematiannya sendiri. Entah kenapa ia merasa terobsesi untuk membuat hubungan Taehyung dan Yerin hancur meski ia sudah punya Chanyeol sebagai kekasihnya.


"Jisoo eonnie..." Rengek Lalisa saat Taehyung baru saja pergi. Jantungnya berhenti saat Taehyung membanting mejanya. Bahkan ia tak bernafas saat Taehyung menarik tubuhnya dan menyadarkannya ke tembok. Perasaan itu seakan muncul lalu terkikis kembali saat Taehyung membela gadis itu.


"Ku sarankan untuk tidak lagi mengurus mereka atau kau akan terlihat masalah dengan mantan kekasihmu itu." Jisoo memberikan nasehat terbaiknya yang di angguki oleh Lisa.


Di sisi lain, Yerin pergi ketempat Sowon dan bercerita segalanya yang ia sembunyikan dari Taehyung. Di sana juga ada Yuju dan Umji. Umji adalah junior Yuju yang selalu mengikuti Yuju kemanapun ia pergi.


"Kau ada-ada saja. Sudah tau penjagamu itu malaikat maut. Masih saja mencari masalah." Sowon menggeleng kan kepalanya.


Ia hanya bingung bagaimana ia akan menengahi masalah Yerin kali ini. Tidak mungkin ia melihat sepupunya harus mati karena masalah sepele seperti ini


Drrrttt.... Drrrttt...


Ponsel Yerin terus berdering. Gadis itu hanya menatap layar ponselnya dengan cemas. Ia tak berani menjawab telfon itu kalau berbuat salah. Nama my Lovely tertera di layar ponselnya.


"Siapa?" Tanya Yuju.


"Dia..." Yerin menunjukan ponselnya.


Yuju hanya tersenyum menggeleng. Yerin sangat rumit pada kekasihnya. Kalau Yuju ada posisi Yerin, mungkin Yuju lebih memilih mengakhiri hidupnya sejak Taehyung mengambil kehormatannya. Yerin adalah gadis kuat yang pernah Yuju temui.


Ponsel Yerin berhenti berdering. Hingga satu pesan muncul dan membuat jantung Yerin berhenti saat membacanya.


'Dengan Kim Hanbin, bukan? Tenang sayang. Aku akan menyeretnya ke neraka.'

__ADS_1


Tubuh Yerin mendadak lemas. Sowon meraih ponsel Yerin dan membacanya. Begitupun dengan Yuju.


"Dia benar-benar psikopat gila!" Umpat Yuju yang melihat pesan itu tak percaya.


"Aku harus bagaimana?" Bingungnya.


"Hari ini kau akan menginap di sini." Itu perintah. Yerin hanya mengangguk lalu kembali menghela nafasnya.


Di tempat lain, Taehyung mengacaukan klub milik Hanbin. Pria itu juga menghajar Hanbin habis-habisan di ruangan itu. Jimin juga yang mendapati Seulgi sedang melakukan pemotretan dengan Baekhyun membuat pria itu naik pitam. Bukan hanya Hanbin, di sana juga ada Baekhyun yang habis di hajar Jimin. Sedangkan Jungkook mengamankan Seulgi dari hyungnya yang tengah marah.


"Kau dalam masalah besar Eonnie." Ucap Jungkook yang membawa Seulgi pergi dari sana.


Jantung Seulgi berdetak sangat cepat saat Jimin menelponnya. Ia bahkan menangis memperlihatkan layar ponselnya pada Jungkook.


Jungkook meraih ponsel itu dan mengangkatnya.


"Hallo hyung. Noona menangis. Dia mengaku salah" Ucap Jungkook agar Jimin tenang.


"Aku tidak butuh ucapan mu sekarang Jeon Jungkook." Ucap Jimin yang terdengar sangat marah.


"Di mana kau sekarang Kang Seulgi?"


Seulgi menggeleng. Memohon pada Jungkook untuk tidak memberitahukan di mana ia sekarang pada Jimin.


Jungkook mematikan telfon itu dan menatap Seulgi yang sangat berantakan karena menangis.


"Seulgi cepat!? "


Mereka sekarang berada di parkiran kampus. Seulgi sudah meminta sahabatnya untuk menjemputnya. Irene, dia gadis tercantik di kampus. Jimin bahkan tidak akan menyangka kalau Seulgi punya sahabat yang akan melindunginya di saat genting seperti ini. Jungkook pun merasa heran, kenapa gadis tercantik itu mengenal Seulgi.


"Noona kau jaga diri baik-baik." Hanya itu yang bisa Jungkook katakan sebelum ia membiarkan Seulgi pergi ke mobil Irene.


Irene tersenyum ramah ke arah Jungkook yang juga di balas oleh pria itu. Berterima kasih karena telah menolong sahabatnya.


Hari ini sangat kacau. Pria-pria itu berubah menjadi serigala. Menghabiskan semua domba yang berani menjangkau kekasih mereka. Belum lagi para gadis itu bersembunyi dari serigala itu membuat para Serigala itu semakin kacau.


Jungkook menghela nafas melihat hyung-hyung nya sangat kompak membawanya ke klub malam. Pada akhirnya Jungkook harus membereskan mereka setelah mabuk-mabukan semalaman.


.


.


.

__ADS_1


.


Continue. . . . .


__ADS_2