PARA PEMEGANG KENDALI

PARA PEMEGANG KENDALI
08


__ADS_3

. . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .


don't Trapped in someone Else's dream —KTH


* * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * * *


"Eunha dengarkan aku." Jungkook menangkup wajah Eunha agar gadis itu menatapnya. Melihat ketulusannya.


"Maafkan aku." Mohon Jungkook.


Entah kenapa ia tidak bisa membuat gadis yang menggemaskan ini menangis karenanya. Seperti sudah membuat kesalahan terbesar di hidupnya. Ia bahkan gila saat Eunha meninggalkan nya walau hanya sejam.


"Aku sudah tidak tahan Jungkook."


"Maafkan aku. Aku tidak mempermainkan mu. Jika kau tidak suka panggilan anak anjing, maka aku tidak akan memanggil mu begitu." Ucap lembut Jungkook.


"Aku... Aku merasa seperti... Mainan mu." Eunha menatap merunduk.


"Aku tidak berfikiran seperti itu sayang. Kau juga bisa menganggap ku sebagai anak anjing mu. Aku tidak keberatan. Itu ungkapan rasa sayang dariku untuk mu."


Tes


Air mata lolos dari mata Eunha. Ia terlalu sensitif saat bersama Jungkook. Ia tak tahu kalau pria itu benar-benar tulus kepadanya.


"Kenapa kau menangis? Maaf jika aku menyakitimu. Aku tidak akan melakukan hal bodoh lagi. Aku kira kau butuh sendiri saat kau diam di atas bus. Jadi aku membiarkan mu sendiri. Ku mohon maafkan kebodohan ku." Jungkook menarik Eunha kedalam pelukannya.


Eunha tersenyum dan membalas pelukan Jungkook, seraya mengatakan. "Aku sudah memaafkan mu"


Jungkook tersenyum lebar dan menatap wajah manis Eunha. Menghapus jejak air mata yang membasahi pipi Eunha. Lalu mengecup kedua mata itu.


"Aku tidak akan membiarkan mu menangis lagi." Ucap Jungkook.


Mereka kembali berpelukan dengan nyaman. Sementara di sisi lain peperangan pun di mulai. Saat Tangan Taehyung menghempaskan Yerin di ranjang kamarnya. Matanya menatap Gadis itu dengan marah.


"Apa yang kau lakukan!" Pekik Yerin saat Taehyung mulai memanjat ranjang dan berada di atasnya.


"Kau sudah berjanji untuk tidak melakukan ini lagi. Aku sudah menurut dengan mu bukan?" Ucap Yerin yang sudah sangat ketakutan dengan tangan menahan tubuh Taehyung agar tetap menjauh.


"Bukankah kau masih menyukai ku? Kenapa kau tak ingin melakukannya lagi." Alis mata Taehyung terangkat sebelah.


Yerin mendorong Taehyung dan segera berlari menjauh dari ranjang. Namun tangan Taehyung lebih cepat, menarik Yerin kedalam pelukannya dan kembali berbaring dia atas ranjang sambil berpelukan.


"Aku menarik ucapan ku lagi. Aku tidak lagi menyukaimu!" Ucap Yerin dengan tegas.


"Itu jawaban yang salah. Kau dapat nilai nol kali ini."

__ADS_1


"Lepaskan aku atau aku teriak!"


"Ini kamar ku. Berada di belakang Villa. Sedangkan mereka semua berada di luar sedang melaksanakan game-game yang di buat OSIS." Taehyung tersenyum lembut.


Yerin masih belum menyerah untuk melepaskan diri dari Kim Taehyung. Pria itu mengikat tubuh Yerin dengan kakinya sedangkan kedua tangannya menahan wajah Yerin untuk menatapnya.


Taehyung mengulum bibir itu dengan paksa. Menggigit kecil saat Yerin terus mencoba menghindar. Taehyung bahkan tak segan menarik lidah Yerin yang mencoba menghindarinya.


Yerin menepuk pundak Taehyung saat ia benar-benar kehabisan nafas. Mukanya memerah, benar-benar membutuhkan oksigen segera tapi Taehyung tak kunjung melepaskannya. Saat tubuh Yerin benar-benar lemas dan tidak ada perlawanan lagi, Taehyung melepaskan gadis itu. Membiarkan Yerin menghirup nafas sebanyak yang ia inginkan.


"Jangan mengatakan kalau kau tidak menyukai ku!" Itu sebuah perintah penuh ancaman. Jika tidak di indahkan entah apa yang akan di lakukan pria itu.


Yerin jadi terbayang kejadian satu tahun yang lalu.


"*Taehyung oppa..." Begitulah Yerin memanggilnya dulu dengan sangat manis.


Tatapan Taehyung saat itu benar-benar mengerikan. Dia menatap Yerin penuh hasrat. Hingga Yerin sedikit mundur meski ia terlihat senang saat kakak kelas yang lama tak ia jumpai datang secara tiba-tiba.


"Apa kau kesini untuk ku?" Tanya Yerin dengan manis.


Taehyung terus menatapnya tanpa senyuman. Ia mendengar dari seseorang kalau Yerin sedang menjadi incaran seseorang dari sekolahnya sekarang.


Meskipun Taehyung selalu bersikap dingin kepada Yerin, Pria itu sudah menganggap Yerin sebagai miliknya sejak Yerin terus mengikutinya meski ia memarahi nya.


"Byun Baekhyun! Kau menerimanya?!?" Pertanyaan tegas Taehyung membuat Yerin sedikit bingung. Namun saat teringat kejadian jam istirahat, Yerin langsung mengerti dan tersenyum bahagia.


"Jung Yerin, sekali menjadi milik ku. Kau akan tetap menjadi milik ku." Saat Taehyung mengucapkan itu, Yerin sangat bahagia. Namun setelahnya membuat Yerin bingung dan tak tahu harus bagaimana.


Dan saat Taehyung mulai ******* habis bibirnya dengan tangan Taehyung mulai bergerilya di atas tubuhnya, saat itu juga Yerin tau kalau Taehyung sedang marah.


"Hya oppa! Apa yang kau lakukan... Hmm.. Aarghht.." Yerin menggeram saat Taehyung meremas payudaranya yang masih dalam pertumbuhan. Menyakitkan.


Entah apa yang di fikirkan Taehyung saat itu. Pria itu membuka rok yang melekat di tubuh Yerin dengan paksa. Sedangkan bibirnya membungkam bibir Yerin.


Tangan Yerin sudah terikat oleh dasi sekolah Taehyung di belakang tubuhnya. Air mata Yerin mengalir tak berhenti. Hingga rasa sakit yang menghujam di tubuhnya. Taehyung mengobrak-abrik masa depannya tanpa perasaan.


Meskipun Yerin begitu menyukainya. Ia tak pernah terpikirkan melakukan hal itu dengan pria yang ia sukai. Masanya masih lama tapi kenapa Taehyung melakukan itu padanya. Bahkan jeritan nya tidak ada satupun yang mendengar. Hingga malam menjelang, mereka masih berada di ruang kelas Yerin.


Tidak hanya sekali. Taehyung terus melakukannya berulang kali. Hingga ia melihat dengan puas wajah Yerin yang lemas karenanya.


"Jangan pernah berpikir untuk melangkah ke jalan lain selain jalan yang menuju ke arah ku! Kau paham itu?!?" Yerin hanya mengangguk lemah.


Taehyung mengecup kening Yerin lama. Lalu kedua mata gadis itu. Terakhir di bibir manis itu cukup lama.


"Tenang saja aku memakai ini." Taehyung menunjukkan sebuah alat pelindung agar tidak kebobolan saat melakukan hal yang tidak boleh di lakukan oleh anak sekolahan sepertinya.

__ADS_1


"Tapi jika kau melakukan hal yang tidak sesuai dengan pandangan ku. Akan benar-benar melakukannya padamu tanpa ini." Yerin hanya kembali mengangguk lemah.


Taehyung memeluk gadis itu. Mendekapnya hangat. Ia hanya takut kehilangan apa yang ia punya. Hanya Yerin yang benar-benar ia miliki seutuhnya. Ia tidak akan membiarkan orang lain menyentuhnya.


Hingga menjelang subuh, Taehyung mengantar Yerin ke rumahnya tapi Yerin menyuruhnya pergi sebelum ia sampai rumah. Awalnya Taehyung bersih keras untuk mengantarnya tapi Yerin kembali menangis, hingga Taehyung mengalah.


"Kau boleh mengatakannya pada kakak mu. Tapi kau tetap dalam genggaman ku. Tidak peduli apapun yang kakak mu lakukan. Kakak mu sendiri yang akan kena imbasnya." Itu sebuah peringatan kembali.


Yerin hanya mengangguk. Membiarkan Taehyung pergi dan menangis di dalam pelukan kakaknya. Ia benar-benar sudah hancur saat itu tapi Taehyung selalu datang ke rumahnya tanpa sepengetahuan kakak Yerin. Menemani gadis itu dan menghibur gadis itu dengan caranya*.


Cup


Taehyung mengecup bibirnya singkat hingga Yerin kembali tersadar dalam lamunannya. Kini ia kembali berada di dalam kandang harimau yang sudah menerkam nya satu tahun yang lalu.


Taehyung terus mengecup seluruh permukaan wajah Yerin membuat gadis itu merasa risih.


"Maafkan aku." Taehyung tersenyum saat Yerin kembali mengatakan hal itu. Namun air mata yang mengalir di pipi Yerin membuat Taehyung tau kalau gadis itu kembali mengingat saat-saat khilaf nya.


"Aku yang minta maaf. Bukankah aku mau bertanggungjawab. Tapi kau terus menolaknya." Taehyung geram dengan gadisnya ini.


"Tidak sebelum aku tamat sekolah dan menggapai mimpi ku. Begitupun juga dengan mu, oppa. Dan juga... Kau sudah punya kekasih." Ucap Yerin mulai melemah.


"Kau sangat tahu kenapa aku menerima Lalisa. Lalu kenapa sekarang mempersalahkan nya. Apa sekarang kau sudah mulai terganggu karenanya?"


Yerin terdiam. Taehyung menerima Lalisa juga karena ulahnya. Jika Taehyung tidak menerima Lalisa saat itu, kabar tentang Yerin seorang siswi murahan di sekolah akan tersebar oleh seseorang yang ternyata saksi kejadian itu. Jennie Kim.


"Aku akan putus dengannya dan mengumumkan hubungan kita jika itu yang kau mau."


Yerin segera menggeleng. Ia belum siap dengan cemooh orang-orang yang akan menghinanya. Taehyung kembali memeluk gadis itu dan mengecup pipi Yerin dengan gemas dan berulang-ulang.


"Hya!!" Pekik Yerin saat tangan Taehyung mulai kembali. Pria itu hanya terkekeh pelan.


Ia hanya ingin membantu Jungkook untuk berbaikan kembali dengan kekasihnya dan juga untuk melepas rindu dengan gadis yang tidak mengingingkan sebuah status padanya.


Hari itu Taehyung terus memeluk Yerin. Sebelum mereka keluar karena Yerin takut ketahuan oleh teman-temannya. Belum lagi rasa khawatirnya pada Eunha meskipun Taehyung sudah memberi tahu tentang Jungkook yang benar-benar tulus.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Continue....


__ADS_2