
Alia berdiri mematung di lorong rumah kayu,tubuhnya bergetar ketakutan. Hawa dingin menusuk tajam di kulit,keringat terus mengalir membasahi tubuhnya. Dengan nafas yang terengah-engah, dia secara perlahan berbalik untuk melihat sosok yang sedang berada tepat di belakangnya.
Betapa terkejutnya,dia melihat ada banyak sosok manusia dengan kulit terkelupas hangus menatap tajam kearahnya, sambil mengulurkan tangan mereka yang berusaha menggapai Alia.
Rasa takut Alia serasa mencengkram seluruh tubuh. Alia dengan sekuat tenaga mencoba menggerakkan tubuhnya dan berlari meninggalkan sosok tadi,dengan air mata yang bertaburan disetiap jalan, Alia terus memanggil kelima temannya itu.
"Ulan, Budi, Awal, Dirga.Jamal......!!" Teriaknya histeris sambil berlari tanpa sedikitpun melihat kebelakang lagi.
* * * * * * * * * *
Alia Utami,Namanya.Anak dari pasangan Maria dan Suardi.Alia merupakan mahasiswa disalah satu universitas U yang ada di kota M. Hari ini merupakan hari kelulusan baginya, dia begitu gembira karena dapat lulus bersama teman-teman dekatnya.
"Alia!.buruan nak, nanti terlambat loh" Panggil Ibu Alia yang daritadi menunggu Alia di lantai bawah bersama Ayah dan Adiknya.
"Iya ma,aku datang!" Saut Alia bergegas menuruni tangga.
"Hati-hati, nanti jatuh loh" Cemas Ayah Alia.
"Hap..., ayo Pah, Mah, kita berangkat" Ucap Alia dengan wajah gembira.
"Aduh anak mamah yang satu ini yah, lihat nih jilbab kamu miring dikit" Ucap Ibu Alia sambil merapikan jilbab Alia yang miring.
"Heheh, makasih mah udah benerin jilbab Alia" Ucap Alia tersenyum simpul.
"Ayo berangkat, ini acaranya bentar lagi mulai loh" Saut Ayah Alia.
Mereka berempat langsung menuju ke gedung tempat wisuda menggunakan mobil pribadi milik keluarganya. Mereka tiba disana sekitar pukul 07.45, sedangkan acara dimulai pada pukul 08.00,ada perbedaan 15 menit.
Memasuki lorong ruangan, Alia dan keluarga berpisah dan menuju ke tempat masing-masing.
"A......hai guys" Panggil Alia gembira kepada keenam temannya.
"Hai" Saut keenam teman Alia bersamaan.
"Wau perfect women, apakah engkau adalah jodoh ku?" Tanya Awal melirik kagum kearah Alia.
"Insyaallah bukan" Jawab Alia tersenyum.
"Berhenti melirik Alia dasar otak mesum" Saut Ulan memukul pundak Awal.
"Kamu pasti cemburu yah....." Goda Awal
__ADS_1
"Enak ajah." Jawab Ulan dengan ekspresi wajah risih. "Li ayo duduk, aku udah nyiapin tempat khusus buat kamu di samping ku" Ucap Ulan tersenyum,menyuruh Alian duduk.
"Makasih yah Ulan" Balas Alia masih dengan wajah gembiranya. Alia pun duduk di tempat yang sudah disediakan untuknya, dan meletakkan tas kecilnya di atas pangkuannya.
"Alia, kamu punya obat tetes mata gak?" Tanya Dirga.
Alia berbalik menatap ke arah Dirga yang berada tepat di belakang kursi tempat Alia duduk.
"Oh ada, bentar aku ambil di tas" Jawab Alia membuka tas kecil miliknya, dan memberikan benda yang diminta Dirga padanya.
"Nih, makasih yah" Ucap Dirga memberikan Alia kembali obat tetes matanya setelah selesai dipakai.
"Iya sama-sama" Balas Alia
Acara wisuda akhirnya di mulai,dan tibalah saat dimana para mahasiswa yang disebutkan namanya untuk naik keatas panggung menerima ijazah mereka. Rahayu Ulandari, Budi Prasetyo,Awal Abraham, Dirga Wirgantara,Jamaluddin, Irfansyah, Alia Utami. Kami ber enam naik dengan rasa senang, terharu, serta bangga saat nama kami diucapkan.
Acara berlangsung dengan lancar tanpa kendala apapun. Setelah semuanya selesai, Alia dan teman-teman nya yang lain berkumpul untuk foto bersama.
"A....akhirnya kita lulus juga hiks" Ucap Ulan terharu.
"Iya, rasanya seneng banget" Balas Alia ikut terharu.
"Udah stop nangis-nangis nya, aku mau kasih tau sesuatu ini woy!" Ucap Budi sedikit menaikkan nada bicaranya.
"Gini. Kita kan udah lulus nih, nah kedepannya bisa saja kita akan jarang bertemu karena sibuk mencari pekerjaan atau bekerja. Nah bagaimana kalau kita merayakan hari kelulusan kita ini dengan pergi berlibur ke suatu tempat, sekaligus membuat foto kenangan" Ucap budi menatap yang lainnya.
"Ide bagus,lagipula kita kan gapernah tuh pergi liburan bareng." Balas Alia mengangguk.
"Aku sih iya iya ajah kalau soal liburan, hehe" Saut Ulan.
"Kalau kita sih ngikut ajah, iya kan irfan, jamal" Ucap Awal dengan wajah gembira.
"Gimana yah bro. Maaf banget nih, maaf....banget. Gua gabisa ikut bareng kalian, soalnya aku malam ini langsung berangkat menuju ke Australia buat ngelanjutin perusahaan milik keluarga gua." Saut Irfan dengan wajah bersalah.
"Yah...sayang banget, tapi mau diapain lagi sih. Lo kan anak satu-satunya, jadi lo yang harus bantu ngelanjutin perusahaan milik keluarga lo. Balas Ulan sambil menepuk nepuk punggung Irfan.
"Kalau lu jamal?" Tanya Awal.
"Ikut lah, massa gak ikut" Jawab jamal menaikkan kedua alisnya.
"Berarti jadi kan, kalau begitu ada rekomendasi tempat gak? " Tanya Budi
__ADS_1
"Em....gimana kalau kita pergi ke Pantai Tanjung ajah?, disana kan pemandangannya indah banget" Saran Alia.
"Setuju!" Jawab yang lainnya secara bersamaan.
"Uy, kompak bener" Balas Alia tertawa kecil.
Mereka berlima akhirnya sepakat untuk pergi berlibur bersama pada hari selasa nanti, tepatnya dua hari lagi.
Mereka semua kembali ke tempat keluarga mereka masing-masing dengan senyum terpancar di wajah mereka. Alia datang menghampiri keluarga tercintanya, dan meminta izin kepada Ayah dan Ibu untuk pergi berlibur bersama teman-temannya.
Ibu dan Ayah Alia tidaklah melarang Alia untuk pergi, karena mereka tau bahwa anak mereka telah besar dan bisa menjaga dirinya sendiri. Alia dengan gembira langsung memeluk kedua orangtuanya karena telah mengizinkan Alia untuk pergi.
Sampai dirumahnya, Alia langsung masuk ke kamar dan memberitahu teman-temannya melalui WA, bahwa dia sudah mendapatkan izin dari kedua orangtua nya.
* * * *
Sampailah hari dimana mereka akan pergi liburan bersama. Alia sudah menyiapkan semua barang-barangnya untuk liburan nanti dan sekarang tinggal menunggu teman-temannya menjemputnya. Jam menunjukkan pukul 08.12,sudah lewat dari sejam Alia menunggu namun temannya belum datang juga. Akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi Ulan dan menanyakan posisinya sekarang.
Ulan berkata bahwa mereka sudah tidak jauh lagi dari rumah Alia. Beberapa menit berlalu, akhirnya mereka sampai di kediaman Alia, Alia memasang wajah cemberut karena sekarang sudah lebih dari jam yang dijanjikan.
"Aduh Alia maaf banget yah kita telat, tadi di jalan tiba-tiba ban mobil ku pecah, jadinya kami ke bengkel mobil dulu buat ganti ban" Ucap Dirga merasa bersalah.
"Ah gapapa, gausah minta maaf. Yang seharusnya minta maaf itu aku, karena aku kesal ke kalian tanpa tau alasan kalian terlambat" Balas Alia.
"Em..yaudah yok Li masuk ke mobil, takutnya kemaleman sampainya." Saut Ulan.
"Iya" Balas Alia sambil memasukkan barang-barangnya ke dalam bagasi mobil.
Mereka berenam pun berangkat setelah berpamitan kepada Ibu dan Ayah Alia. Sepanjang perjalanan, mereka bercanda dan tertawa bersama.
Sampai dimana mereka semua memasang wajah sedih dan sedikit kesal lantaran jalan menuju ke tempat tujuan mereka sedang tidak bisa dilalui karena baru saja terjadi kecelakaan.
"Sekarang bagaimana?, kita tunda dulu liburannya gitu?" Tanya Jamal dengan wajah muram.
"Gaboleh.......padahal kan ini adalah hari yang paling ku tunggu-tunggu" Jawab Ulan mengeluh.
"Setauku masih ada satu jalan yang dapat kita lalui, tapi kita mungkin akan sampai ke tempat tujuan lebih lama dibandingkan melewati jalan ini" Ucap Dirga sambil mengecek maps di handphone nya.
"Nah benar, dari sini kita hanya perlu putar balik sejauh 3 km. Nanti bakalan ketemu pertigaan, setelah itu kita belok kanan dan tinggal lurus ajah deh" Ucap Dirga setelah mengecek maps.
"Gimana?, kalian mau lewat jalan itu, atau kita tunda dulu perjalanan hari ini, besok baru berangkat lagi" Tanya Budi melihat kebelakang tempat teman-temannya duduk.
__ADS_1
"Lanjut.....!!!" Teriak semuanya bersemangat.