Patok Desa Tumbal

Patok Desa Tumbal
BAB 12 BUKU MISTERIUS


__ADS_3

Budi dan Awal baru saja sampai ke tempat warga yang sedang mencari rusa. Semuanya tengah menyusuri setiap tempat yang ada di sekitar tempat penginapan, setelah beberapa menit penelusuran. Satu persatu warga akhirnya menemukan jejak dari rusa yang dari tadi kami cari.


Jamal dan Dirga, juga datang di saat yang tepat. Semuanya pun membuat jebakan di sekitar tanda jejak rusa. Budi, Awal, Jamal, dan Dirga juga turut membantu para warga. Sekaligus menambah ilmu, tentang cara penduduk di desa ini membuat perangkap.


Kami hanya memerlukan bantuan tali yang kuat, satu sisi tali akan di ikat simpul, kemudian di letakkan di permukaan tanah. Ujung tali satunya akan di lilit kan di batang pohon, jika hewan menginjak ikatan yang di letakkan di permukaan tanah, maka hewan itu akan terikat naik ke atas. Begitulah kira-kira.


"Pak" Panggil Budi.


"Iya? " Balas Pak Tono, orang yang pertama kami temui di pos ronda.


"Boleh saya yang coba pasang perangkap yang ini ga pak?" Tanya Budi.


"Boleh-boleh" Jawab Pak Tono


Budi mencoba memasang perangkap sesuai dengan yang baru saja dia lihat, saat pak Tono dan bapak-bapak yang lain membuat perangkap.


* * * *


Perangkap telah selesai terpasang di berbagai tempat, berkat banyaknya bantuan. Sekarang, semuanya memutuskan untuk kembali ke balai desa, dan besok akan kembali lagi kesini untuk melihat hasil jebakan.


Diperjalanan, Awal, Budi, Jamal, dan Dirga sedang berbincang-bincang sedikit.


"Bagaimana mobilnya Jamal, Dirga?" Tanya Awal.


"Dikit lagi selesai" Jawab Dirga.


"Untuk hari ini aku sama Dirga lebih baik membantu warga dulu, besok baru lanjut lagi memperbaiki nya. Gamasalah kan?" Saut Jamal.


"Owh, yaudah. Memang lebih baik kita bantu-bantu warga dulu, soalnya selama berada disini kita semua selalu dibantu oleh warga." Balas Budi.


* * * *


Sesampainya di balai desa, semuanya terlihat sedang berbincang-bincang sambil meminum teh atau kopi. Ibu-ibu yang lain juga tengah mempersiapkan makanan untuk bapak-bapak yang kembali dari memasang perangkap.


Ulan berjalan menghampiri Budi, Awal, Jamal, dan Dirga.


"Bagaimana?, semuanya sudah beres kan?" Tanya Ulan.


"Udah dong, tinggal lihat hasilnya besok" Jawab Awal dengan percaya diri.


"Masih ada yang perlu dibantu gak?" Tanya Jamal.


"Untuk sekarang sih gaada, kalau besok mungkin ada banyak. Karena upacara adat nya tinggal sehari lagi" Jawab Ulan.


"Iya" Ucap Awal. "Aaaaaa gasabar, pasti makanannya banyak" Ucap Awal, sambil membayangkan berbagai hal.


"Isi otak lu kayaknya cuma makanan deh" Ucap Budi bercanda.


"Enak ajah" Balas Awal.

__ADS_1


Bla~ Bla~


"Jadi kalian memutuskan untuk tetap tinggal di desa ini ya, sampai upacara adatnya selesai?" Tanya Jamal baik-baik.


"Emmm gatau juga sih, nanti aja kita bahas masalah itu. Mending sekarang kalian berempat pergi makan dulu, bapak-bapak yang lain juga udah pada makan tuh" Jawab Ulan.


* * * *


Budi, Awal, Dirga, dan Jamal pun ikut bergabung dengan para bapak-bapak untuk makan bersama. Sedangkan Ulan kembali ke tempat Alia dan Fitri, serta para ibu-ibu yang sedang membicarakan sesuatu yang terlihat menarik.


"Mereka berempat sudah kamu suruh makan Ulan? " Tanya Alia.


"Udah Li" Jawab Ulan sambil duduk di dekat Alia dan Fitri.


"Kalian semua terlihat antusias sekali yah" Ucap Bu Susi.


"Iya bu, soalnya ini kali pertama kami membantu para penduduk untuk pelaksanaan upacara adat" Balas Alia tersenyum ramah.


"Wah kalau nak Alia bilang begitu, berarti kalian semua tetap tinggal di sini sampai upacara adatnya selesai kan?" Tanya Bu Susi.


"A......" Bingung Alia. "Gatau juga sih bu,nanti bakalan kita bahas bersama-sama" Jawab Alia.


"Ibu kira kalian semua sudah membahas nya" Ucap Bu Susi.


* * * *


Pembicaraan kami akhirnya sampai di proses pelaksanaan upacara adat. Ibu Susi menjelaskan, bahwa proses upacara nya cukup sulit.


Kesulitannya karena bahaya yang akan mereka hadapi saat proses menuju ke atas gunung. Penglihatan saat malam hari sangatlah terbatas, ditambah dengan bahaya dari para hewan buas yang kemungkinan besar akan menyerang.


Kenapa para warga memilih pergi ke puncak pada malam hari, karena upacaranya harus berlangsung pada saat bulan purnama menyinari malam.


"Loh bu, kata Pak kades upacara adatnya dilaksanakan tiga hari menjelang bulan purnama" Ucap Fitri bingung.


"Oh itu dulu, sekarang sudah tidak lagi. Para warga sekarang memilih melaksanakannya pada malam bulan purnama, karena cahaya bulan purnama dapat membantu menerangi jalan kami menuju ke puncak" Jelas Bu Susi.


"Owh gitu yah bu" Ucap Fitri mengerti.


"Emm bu, kami boleh ikut gak saat membawa persembahan?" Tanya Fitri.


"Emm kalau dua orang sih boleh, satu laki-laki dan satu perempuan." Jawab Bu Susi.


"Yah..sayang banget" Keluh Ulan.


"Kalau begitu, proses upacaranya bisa di video gak bu?" Tanya Alia.


"Kalau di video sih tidak masalah" Jawab Bu Susi.


"Yaudah, nanti kita bahas ini setelah membahas masalah tinggal atau tidaknya kita disini, sampai upacara adatnya selesai." Ucap Alia.

__ADS_1


"Iya" Balas Ulan.


Karena keasikan mengobrol, Alia pun hampir lupa waktu sholat asar. Karena Fitri mengingat kan, mereka berdua pun memutuskan untuk menjalankan ibadah sholat asar dulu, kebetulan juga bu Ningsih memperbolehkan mereka untuk numpang sholat di rumahnya yang letaknya bersebelahan dari balai desa.


Di dalam rumah bu Ningsih yang merupakan rumah panggung pendek, terdapat beberapa pajangan tanduk rusa yang menghiasi setiap ruangan. Di dapur juga terdapat dua tanduk rusa yang lebih kecil dari tanduk rusa yang lain.


"Wc nya di sebelah sana, terus ibu juga sudah menyiapkan mukena anak ibu di kamar dekat ruang tamu" Ucap bu Ningsih memberitahu Alia dan Fitri.


"Makasih bu" Balas Alia.


Ibu Ningsih lalu pergi meninggalkan Alia dan Fitri, menuju ke balai desa.


"Aku masuk duluan ya Fitri, soalnya aku mau buang air kecil dulu. Gapapa kan? " Tanya Alia.


"Iya gapapa, masa saya ngebiarin kamu menahan nya" Jawab Fitri.


Beberapa menit berlalu, Alia pun keluar dari toilet dengan keadaan yang selesai berwudhu.


"Mau kutunggu Fitri? " Tanya Alia.


"Gausah Alia, kamu duluan aja" Jawab Fitri.


"Yaudah deh, aku duluan yah" Balas Alia, dan di anggukkan oleh Fitri.


Alia pun pergi menuju ke ruang sholat terlebih dahulu. Saat berjalan menuju ke ruang sholat, tiba-tiba saja kamar yang berada di samping Alia terbuka lebar.


Alia Awalnya kaget, karena kamar itu terbuka sendiri tanpa ada yang membukanya. Namun sekarang Alia merasa penasaran dengan isi dari kamar itu. Saat Alia mengintip, dia kembali kaget dengan isinya.


Kamar itu mempunyai dua ranjang kecil, dan terpajang dua foto gadis yang usianya kira-kira seperti usia Alia. Namun anehnya, satu foto yang terpajang di dinding,mempunyai coretan merah berbentuk silang.


Sedangkan kaca dari bingkai foto yang satunya sudah pecah, kondisi kamarnya juga sangat berantakan, dan berdebu. Alia perlahan-lahan memasuki kamar tersebut karena penasaran.


Alia melihat setiap sudut dari kamar itu, dan menemukan satu buku dengan tetesan darah,berada di atas meja yang sudah sangat berdebu.


Dia kembali mendekati meja itu, dan mengambil buku tersebut.


"Ah, tangan ku jadi kotor. Terpaksa aku harus mengambil wudhu lagi" Keluh Alia.


Sebelum Alia kembali berwudhu, Alia membaca sedikit halaman dari buku itu, dan menemukan sesuatu yang terlihat sedikit mencurigakan. Belum sempat membaca lebih jauh, tiba-tiba ia di kagetkan oleh panggilan Fitri yang berada tepat belakangnya.


"Alia kamu ngapain disini" Tanya Fitri gelisah, karena telah memasuki kamar orang sembarangan.


Alia yang kaget pun, langsung menaruh kembali buku yang tadi ia baca.


"Ah ga-gapapa, ta-tadi pintunya terbuka sendiri jadi aku berniat buat tutup kembali, tapi karena melihat kondisi kamarnya berantakan,jadi aku masuk karena penasaran" Jawab Alia.


"Owh yaudah" Balas Fitri.


"Ka-kamu sholat nya duluan ajah, aku mau wudhu kembali soalnya tangan ku berdebu" Saut Alia.

__ADS_1


Dengan terburu-buru, Alia pun kembali menuju ke toilet untuk mengambil wudhu. Sedangkan Fitri menutup pintu kamar yang tadi, dan langsung menuju ke tempat sholat.


__ADS_2