
“Hey bro, dia jomblo tuh. Kejarlah!” perintah Farel sambil melingkarkan tangannya di bahu Rey saat mereka telah
berada didalam ruangan Rey.
“Cih. Apa-apaan kau! Singkirkan tanganmu. Lagian siapa juga yang ingin mengejarnya. Masih banyak wanita cantik diluar sana kenapa aku harus mengejarnya” kilah Rey sambil menepis tangan Farel.
“Oh ya? Apakah kau ingin mengejar wanita lain diluar sana? Bahkan setelah Eve pergi, kau tidak pernah terlihat
berkencan. Hidupmu isinya hanya tentang kerja, kerja, dan kerja. Aku tidak pernah melihat wanita dihidupmu lagi” ucap Farel sambil mendudukan diri di kursi depan meja Rey.
“Diam kau! Jangan sebut namanya lagi!”
“Bahkan kau tidak ingin mendengar namanya disebut tapi fotonya masih tetap kau simpan di meja kerjamu. Ternyata hati dan mulutmu berbeda Rey” ucap Farel sambil mengambil dan melihat foto wanita itu.
“Kau sudah terlalu lama menyakiti dirimu Rey. Relakan semuanya. Kau masih memiiki masa depan. Kau pantas untuk bahagia kembali bukalah hatimu Rey. Dan biarkan orang lain masuk ke hatimu” ucap Farel dengan serius.
Rey hanya duduk terdiam dan memandang kesembarang tempat dengan tatapan kosong. Melamun.
Apakah benar yang dikatakan Farel?apakah aku memang harus melupakannya? Tapi aku masih takut untuk membuka hatiku dan memang untuk sekarang hanya Key yang bisa membuatku melupakannya walaupun hanya sebentar. Apakah aku memang harus melakukannya? – batin Rey
“Ya.. kau memang harus melakukannya Rey. Kejarlah Keyra! Dia baik dan terlihat tulus. Kau tidak harus buru-buru
mengatakan perasaanmu. Berkenalanlah lebih dekat yakinkan hatimu untuk sembuh Rey. Aku hanya ingin kau bahagia Rey” ucap Farel serius
Rey gantian menatap Farel. “Lalu bagaimana denganmu? Apakah tidak ada wanita disisimu? Atau kau menyukaiku
sehingga kau tidak ingin memiliki seorang wanitamu?” Ucap Rey sambil tersenyum menggoda ke arah Farel. Rey tahu bahwa sahabatnya ini tidak akan memiliki seorang wanita sebelum dirinya bahagia terlebih dahulu.
“Cih. Kalaupun aku menyukai laki-laki aku akan mencari laku-laki yang tidak sedingin kau! Kulkas saja kalah
dingin darimu!” jawab Farel dengan nada kesal dan kemudian melangkah pergi meninggalkan ruangan Rey. Rey hanya tertawa melihat Farel yang justru kesal karenanya.
Terimakasih Farel, kau memang sahabatku – batin Rey .
----
Waktu berjalan begitu cepat, Key yang dari tadi sibuk dengan pekerjaannya terlonjak saat pintu ruangan Rey
terbuka.
“Key, masuklah!”
__ADS_1
“Ha?”
“Saya bilang masuk keruangan, apa kau tuli”
“B-baiklah Pak”
Key segera masuk ke ruangan Rey. Farel yang melihat adegan tersebut hanya bisa tersenyum dan mengepalkan tangannya ke udara, simbol semangat untuk Key. “Semangat Keyra!” . Key yang mendengar semangat dari Farel melengos. Bukan tambah semangat malah lemas.
Akan ada apa lagi ini. Bahkan hanya disuruh masuk ke ruangannya saja aku sudah ketakutan seperti ini – batin Key.
“Permisi Pak”
“ Duduk” . Key segera mendudukkan di kursi depan meja Rey.
Wah, cantik sekali. Siapa wanita ini? Pasti pacarnya Pak Reynan. Cocok juga sih. Yang laki-laki tampan dan yang
*wanita cantik. Benar-benar pasangan yang cocok – batin Key*yang tidak sengaja melihat foto yang ada di meja Rey.
“ Hey aku tidak menyuruhmu kesini untuk melihat itu!” seru Rey sambil menutup foto itu.
“M-maaf pak! Saya tidak sengaja melihatnya”
“Ini Pak deisgn saya” ujar Key sambil memperlihat design 3D yang telah dia buat
Bagus juga. Tidak salah aku memilih dia untuk bergabung dan belajar di perusahaanku. Bakatnya kedepan akan sangat berarti untuk perusahaan – batin Rey
“Ini sudah cukup bagus, namun masih ada yang perlu diperbaiki. Bagian yang harus kamu perbaiki ada di sini, sini,
sini, sini, dan sini. Kamu juga harus memberikan elemen kayu agar ruangan terlihat lebih natural. Kau harus mengerjakannya saat ini. Malam ini design sudah harus fix. Kau paham?” tanya Rey
“Malam ini pak?” tanya Key terkejut.
“Iya malam ini. Tapi Pak apakah saya boleh pergi sebentar? Karena ada hal yang harus saya lakukan?”. Rey mengernyit heran.
“Memang apa yang akan kau lakukan. Ini perkerjaan penting. Kau harus fokus!”
“Saya mengerti pak, tapi saya hanya izin sebentar. Kemudian saya akan kembali ke sini pak”
“Mau kemana kau?”
“K- kerumah sakit Pak”. Rey baru inget kejadian beberapa hari yang lalu kalau Key menolong seorang nenek yang
__ADS_1
terserempet motor.
“Baiklah, mari saya antar!” ucap Rey sambil bergegas berdiri dan mengambil kunci mobil diatas mejanya. Key yang
mendengar hal itu spontan terdiem dan memandang Rey dengan penuh tanda tanya.
Apa? Dia akan mengantarku. Hari ini dia kenapa. Sepanjang hari moodnya tidak baik. Tapi sekarang malah mau
megantarku kerumah sakit – batin Key
“Ada apa? Kau tidak mau aku antar? Jangan ge-er, saya ingin mengantarmu supaya aku bisa memastikan bahwa kau tidak akan kabur. Itu saja” jawab Rey sambil memandang kesembarang arah. “Ayo, cepatlah!”
“Tapi pak?”
Rey yang sudah mulai kesal, hanya melihat Key dengan tatapan tajamnya seakan memberikan arti bahwa jika kau tidak segera beranjak dari tempatmu, maka kau akan terima akibatnya. Key yang bergidik melihat tatapan Rey denagn segera berdiri dan mengikuti Rey keluar ruangan.
“Farel aku akan pergi mengantar Key, kau pulanglah” perintah Rey
“Wow!!! Jadi kau adalah supir yang tadi siang kau sebut untuk mengantar Key? Baiklah aku akan bersiap-siap untuk pulang!” seru Farel sambil tertawa menggoda Rey. Rey yang mendengar itu seketika menghentikan langkahnya dan berbalik memandang Farel dengan alis yang saling tertaut.
“Oke. Baiklah. Bersenang-senanglah kalian”
Key yang mendengar hal itu, terkejut dan mulai membela diri. “Bu-bukan seperti itu kak, Kami hanya akan
pergi sebentar saja terus kembali lagi. Kami tidak akan melakukan seperti apa yang kakak pikirkan” saut Key dengan gugup.
“Hahahahaha...” tawa Farel terpingkal-pingkal. Kalian memang cocok. Hahahaha “
Rey yang sudah jengah kemudian menarik tangan Key pergi menuju parkiran.
Hmm.. ternyata Rey mendengarkan saranku. Baiklah aku tidak akan mengganggu mereka. Aku akan pulang, menikmati sepotong roti dan segelas susu hangat dan tidur lebih cepat – gumam Farel dengan tersenyum.
.
.
.
.
.
__ADS_1