Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
Episode 16. Menangis


__ADS_3

“Terimakasih ya Kak. Kau memang malaikatmu” puji Key senang.


“Kau senang? Bagaimana jika kau mentraktirku mium kopi sebagai ungkapan terimakasihmu kepada malaikatmu” ucap Zayn sambil tersenyum dan mengedipkan mata.


“Hmm..baiklah. Karena malaikatku ini sungguh sangat baik. Aku akan mentraktirmu Kak” ucap Key tersenyum


“Baiklah. Aku akan menjemputmu pulang kerja”


“Oke. Siap Kak!”


Key segera memasuki gedung itu dan Zayn segera melajukan motornya menuju perusahaan ayahnya.


---


Untung aku tidak terlambat ~ gumam Key sambil duduk di kursinya. Key segera mencari keberadaan laptopnya untuk mengecek pekerjaan tadi malam.


Dimana laptopku? Apa tertinggal dirumah? Tapi kan semalam aku tidak pulang. Atau jangan-jangan tertinggal di


apartemen Pak Reynan. Aduh Keyra! Kau membuat masalah lagi pagi ini. Aku harus bertanya ke Pak Reynan ~ gumam Keyra


Saat Keyra hampir meraih handle pintu ruangan Pak Rey tiba-tiba pintu itu terbuka dari dalam.


“Eh Keyra. Kau pasti ingin mencari ini ya?” tanya Farel sambil memperlihatkan sebuah laptop di tangannya.


“Iya kak. Aku mencarinya. Terimakasih ya Kak!” ucap Key .


“Eits tunggu dulu. Semalam apa yang terjadi? Apa aku melewatkan sesuatu?” tanya Farel menggebu.


“Tidak terjadi apa-apa kak”


“Masa?”


“Iya Kak. Sumpah!”


“Kalian tidak berkencan”


“Astaga Kak Farel. Berkencan bagaimana? Pak Rey tidak mungkin berkencan denganku. Ibu Mira yang secantik itu


aja lewat. Apalagi aku kak? Dilirik aja enggak” Key tertawa


Kau tidak tahu saja Key. Sejauh aku kenal dengannya, sebanyak apapun wanita yang mendekatinya hanya kau yang bisa membuka sedikit celah di hatinya. Kau tidak tau betapa tebal dan kokohnya celah yang ia bangun untuk menutup hatinya sejak kejadian beberapa tahun yang lalu. Rey tidak mudah jatuh cinta. Tapi entah kenapa firasatku mengatakan bahwa hanya kau yang mampu membuka hatinya Reynan, menjadikan pria yang hangat seperti dulu


lagi ~ batin Farel sambil menatap dalam ke arah mata Key.


“Kak...” panggil Key


“Ya..eh ya” jawab Farel gelagapan


“Kak Farel melamun?”

__ADS_1


“Ehm tidak. Kau jangan pernah menyerah ya” saran Farel kepadanya


“Menyerah terhadap apa kak? Aku kurang paham”


“Menyerah untuk meluluhkan hatinya Reynan” jawab Farel tersenyum lebar dengan tangan yang sudah menepuk bahu Keyra.


“Apaan sih Kak” ujar Key melengos dan segera pergi menuju kursinya.


“Aku tidak berharap apapun Kak. Aku ingin fokus kuliahku dulu kak. Lagian aku sadar diri Kak. Aku bukan selera dan selevel dengan Pak Reynan” jelas Key sambil menghidupkan laptopnya.


“Hahahaha..baiklah Key. Lanjutkan pekerjaanmu. Setelah makan siang kau harus menyerahlan design kepada Reynan ya”


“Iya Kak. Aku akan segera  menyelesaikannya. Makanya Kak Farel jangan mengada-ada” jawab Key


Farel hanya menggelengkan kepala melihat Key mengomel. Lucu.


---


“Kinaaaaa...!!!” panggil Keyra di ruangan Kina


Beberapa orang menoleh ke arah sumber suara. Ada yang terkejut, ada yang biasa, ada yang kesal.


“Ops..maaf. Saya mencari Kina. Itu dia orangnya” jelas Key sambil menunjuk kearah wanita yang memakai baju pink baby. Keyra segera berjalan menghampiri Kina di mejanya.


“Kina. Ayo istirahat. Aku sangat lapar” ajak Key


“Oke. Ayo!”


“Key.. bagaimana pekerjaanmu? Seru tidak? Bagaimana dengan mentormu? Mentormu sungguh tampan. Kalau dia mentorku aku tiap hari tidak bisa konsentrasi karena kagum akan ketampanannya. Kau lihat mata yang tajam, alis tebal, hidung mancung, rahang yang tegas dan badannya sungguh tegap atletis. Kau tidak tertarik dengannya?”


“Tidak” Jawab Keyra santai


“Kau memang sungguh tidak normal Key”


“Apanya yang tidak normal? Aku masih normal kali” jelas Key sambil melahap makananya.


“Ya kan mentormu tampan. Kau tidak menyukainya?”


“Aku tidak berfikir dia tampan, buat apa tampan tapi aneh” jawab Key cuek


 “Aneh bagaimana?”


“Ya aneh. Awalnya mau mengantarkan pulang, tiba-tiba berubah pikiran. Aku kan jadi harus naik bus tadi pagi, untung ketemu Kak Zayn. Kalau tidak entahlah, mungkin aku sudah tidak kerja magang lagi perusahaan ini” jelas Key


“Maksudnya?” tanya Kina bingung.


Keyra menghela nafas dalam dan mulai menceritakan apa yang terjadi semalam.


“Aku akan menceritakan sesuatu padamu. Tapi kau janji merahasiakannya ya?”

__ADS_1


Kina mengangguk.


“Kemarin aku ada deadline pekerjaan dengannya. Tapi berhubung mendadak dan aku sudah berjanji akan mengantarkan nenek itu pulang ke panti. Kau masih ingatkan nenek yang aku ceritakan kemarin?” tanya Keyra. Kina mengangguk.


“Nah..aku meminta ijin ke Pak Reynan untuk ke rumah sakit mengurus hal itu. Dan Pak Reynan justru mengantarkanku kesana. Setelah mengantar nenek ke panti kami pun makan malam karena memang kami belum makan dan masih harus meneruskan pekerjaan kami ... “


“What? Kalian candle light dinner”


“Tidak. Kau ini pikirannya! Aku hanya makan malam saja dengannya. Tapi ya di restoran pilihannya dan kau tahu


berapa harha makan disana? Lebih baik aku tidak mengatakannya padamu. Bisa-bisa kau pingsan. Aku tidak kuat mengangkatmu ke poliklinik!”


“Kau ini Key. Terus?”


“Ya kami makan dengan menu yang sama. Untung aku dibayari olehnya” jawab Keyra sambil menyantap lagi makanan dihadapanya. Kina mendengarkan dengan tingkat fokus paling tinggi.


“Setelah makan malam, kami kembali ke kantor dan meneruskan kembali pekerjaan kami. Dan tau-tau aku terbangun pagi-pagi di sebuah kamar dengan design interior yang berkelas tinggi”


“Apa? Key kau????”


“Apa? Jangan berfikir yang tidak tidak! Pakaianku masih lengkap! Kau tau aku ada dimana? Di apartemen Pak Reynan” jelas Keyra berbisik. Berharap tak ada yang mendengarnya.


“Apa?Keyra! ternyata kau malah  bergerak lebih cepat Key! Hahahaha” Kina tertawa terbahak-bahak.


“ bergerak lebih cepat apanya? Semalam aku ketiduran dikantor. Katanya aku sudah dibangunkan tapi tidak bagun-bangun, karena dia tidak tau rumahku ya aku dibawa ke apartemennya. Dan tadi pagi dia menawariku untuk mengantarkan pulang. Tapi aku menolaknya. Setelah dia mengancamku, jika aku terlambat masuk kantor aku tidak boleh magang lagi disini. Yasudah, aku terima saja ajakannya. Aku mengikutinya sampai ke parkiran. Ternyata sampai parkiran dia berubah pikiran. Dia tidak mau mengantarku! Aku kesal! Aku langsung lari menuju halte bus, agar cepat mendapatkan bus untuk pulang kerumah dan segera kembali ke kantor. Untung ada Kak Zayn. Coba kalau tidak ada Kak Zayn, aku pasti tidak ada dihadapanmu. Dia memang malaikatku” jelas Key sambil tersenyum senang


”Kak Zayn mengantarkanmu pulang?” tanya Kina lirih.


“Iya”


“Oh” hanya itu yang dikatakan Kina. Sesak di dada yang ia rasakan saat itu membuat selera makannya hilang.


“Keyra aku harus balik ke ruanganku. Aku lupa ada beberapa tugas yang harus aku selesaikan. Maaf”


“Apa? Kau mau meninggalkanku. Tunggulah sebentar. Sayang makanan ini” pinta Keyra.


Namun Kina tetap pergi karena tanpa sadar ada buliran air mata yang jatuh ke pipi Kina. Ia dia menangis dan ia


tidak mau terlihat menangis dihadapan Keyra. Sahabatnya.


Ada apa dengannya ~ gumam Keyra


.


.


.


.

__ADS_1


Selamat malam readers. Terimakasih sudah membaca novelku. Aku akan mengusahakan untuk mengupdate tiap hari. Mohon like dan komentarnya yaaa... Oiya. kalau bisa tetap stay at home ya... jaga kesehatan pakailah masker jika memang mengharuskan keluar rumah. Sering cuci tangan pakai sabun atau pakai handsanitizer. Semoga wabah ini bisa cegera berakhir. Aamiin.. Makasii readers semuaa ^^


__ADS_2