
Cahaya matahari dan udara pagi selepas hujan semalam menyeruak segar ke dalam kamar saat Key membuka jendela kamarnya. “Selamat pagi dunia...semoga hari ini berjalan dengan lancar” doanya sambil menutup mata.
Ya... hari ini adalah hari yang penting bagi Key karena hari ini adalah hari dimana akan ada seleksi untuk peserta magang di perusahaan kontraktor ternama di kota ini. Key berharap bisa lolos seleksi karena magang dan bekerja di perusahaan tersebut merupakan cita cita Key. Selain membuat bangga orang tuanya Key juga bisa membantu menghidupi keluarganya. Walaupun saat ini Key juga dapat membantu perekonomian keluarganya karena selepas kuliah dia bekerja secara parttime, namun dengan bekerja di perusahaan tersebut jauh lebih bisa menstabilkan keuangan keluarganya terlepas bahwa dia juga ingin menjadi arsitek yang handal tentunya.
Setelah mandi, Key pun mengunakan hem dan rok hitamnya sebagai baju yang ia pilih untuk digunakan saat seleksi karyawan magang tersebut.
“Sebenarnya aku tidak pede menggunakan ini, tapi apa boleh buat aku harus tampil meyakinkan dan rapi
tentunya. Baiklah semangat Key” seru Key semangat. Kemudian ia keluar dan menuju ruang makan. “Pagi ayah....pagi ibu” sambil mencium pipi kedua orang tuanya. “Pagi nak...bagaimana sudah siap?” tanya ayahnya. “Ya yah...aku sudah siap” jawab Key penuh keyakinan. “Cepat sarapan Key dan habiskan makananmu.. kamu harus punya tenaga untuk berfikir” ujar ibunya Key. “Baik ibu..Key akan menghabiskan sarapannya” jawab Key. Key
kemudian menghabiskan sarapan dan segera pamit untuk berangkat ke kampus.
Jam di tangan Key menunjukkan pukul 08.00, masih ada waktu 1 jam untuk perjalanan sampai ke kampus agar dia tidak terlambat. Namun, saat diperjalanan tiba tiba....
“Ahh...bajuku...hey kau tidak bisa mengendarai mobil ya? apa kau tidak bisa melihat ada genangan air didepan?bajuku jadi basah ini” teriak Key. Pengendara mobil pun berhenti dan membuka sedikit kaca jendela. Pria itu tak lain bernama Rey. Tidak ada satu patah kata pun yang keluar dari bibir pria ini yang ada hanyalah tatapan tajam dan dingin yang membuat bulu kuduk Key bergidik. Tanpa menunggu lama pria itu segera menutup jendela mobil dan melajukan mobilnya dengan cepat. “Dasar orang gila..awas ya kalau ketemu. Ahh sudahlah...aku langsung ke kampus saja dan membersihkan bajuku di toilet sana” ucap Key. Tanpa berlama lama Key segera ke halte bus dan segera menaiki bus tersebut menuju ke kampus.
Sampai disana, Key berjalan cepat menuju toilet tanpa melihat sekitarnya dan tanpa sengaja Key menabrak
__ADS_1
seseorang. Brugg.. “Ahh maafkan saya...saya tidak melihatmu ka....” ucapan Key berhenti disaat ia melihat bahwa baju orang tersebut kotor terkena tumpahan kopi yang laki-laki bawa tersebut dan yang lebih mengejutkannya lagi bahwa orang yang saat ini ada dihadapannya adalah pria tadi pagi yang telah mengotori bajunya dan pergi tanpa sepatah katapun.
“Kau?kau orang yang dimobil tadi kan?hahahahaha... baju mu kotor ya.. berarti kita impas ya..tadi dijalan kau
mengotori bajuku sekarang bajumu juga kotor karenaku. Baiklah kita impas oke?” ucap Key sambil mengulurkan tangannya untuk membuat kesepakatan. Alih alih membalas jabat tangan Key, pria ini justru menapiknya dengan kasar. “Kau pikir kau siapa?berani kau berbicara seperti itu kepadaku?” seru Rey sambil melihat Key dari atas hingga bawah.
Perempuan ini.. berani sekali dia berbicara seperti itu kepadaku. Bahkan karyawan senior disini mana berani berbicara dengan nada seperti itu. Dilihat dari penampilannya sepertinya dia akan menghadiri acara penting seperti wawancara. Ahh..jangan jangan dia akan mengikuti seleksi karyawan magang. Baiklah..selamat
datang gadis aneh selamat menikmati penderitaanmu. Rey
Rey pun tersenyum sinis membayangkan apa yang akan ia lakukan pada Key.
Buggh...argh... pria itu mengerang saat Key menendang kaki kanan pria itu. “Kenapa kau senyum-senyum? Dasar orang aneh.. hari ini kau boleh bebas karena aku sedang buru-buru. Tapi lihat saja kalau kita bertemu lagi kau tidak akan aku lepaskan. Ingat itu!” kata Key. Kemudian key pergi dengan buru-buru menuju toilet untuk membersihkan bajunya. Namun Rey masih diam berdiri mematung dengan senyum manis usilnya yang muncul. Tersirat bahwa
dia memiliki rasa penasaran yang tinggi pada gadis itu. Gadis yang sudah berani memarahinya dan menendang kakinya ditempat ramai. Lihat saja kau. Semoga takdir memihak padaku. Rey
Rey berjalan menuju mobilnya untuk mengambil baju ganti karena dia terbiasa menyimpan baju bersih untuk
__ADS_1
berjaga-jaga jika ada acara penting dan dia tidak sempat pulang kerumah.
-----
“Selamat pagi rekan-rekan mahasiswa. Hari ini kita kedatangan tamu yang sangat penting. Beliau adalah CEO perusahaan konstruksi terkenal di kota ini “Antony Grup”. Beliau nanti akan mengawasi proses seleksi karyawan magang di perusahaannya. Seperti yang kita tahu, Beliau adalah alumni Universitas ini, merupakan lulusan terbaik sehingga tidak diragukan lagi kemampuannya. Sebagai wujud terimakasih dan pengabdiannya bagi almamater, beliau memberikan kesempatan bagi mahasiswa disini untuk magang dan menerima beasiswa sampai akhir masa studi dan yang tidak kalah penting mahasiswa tersebut akan langsung bekerja di perusahaan beliau. Untuk itulah
mari kita sambut Bapak Reynan Antony untuk memberikan sambutan, kepada Bapak Reynan Antony kami persilakan.” Profesor mempersilakan Rey untuk maju memberikan sambutan diiringi dengan tepuk tangan yang sangat meriah.
Key yang belum sadar siapa pria itu, ikut bertepuk tangan dengan semangat yang lama kelamaan tepuk tangannya
melambat sampai pada akhirnya dia diam dan sadar bahwa pria yang maju kedepan merupakan pria yang tadi dia marahi dan dia tendang kakinya. “Dia.......” gumam Key seketika.
Badan Key terasa lemas bahkan untuk menegakkan badannya pun Key tidak kuat. Key hanya bisa duduk lemas melihat kejadian itu. Pikiran masih berlari kesana kemari bertanya apakah ini nyata.
Rey yang saat itu sudah didepan memberikan sambutan sambil melihat Key lemas di kursinya. “............... Baiklah
demikian sambutan dari saya. Semoga acara ini berjalan dengan lancar dan bagi siapapun yang akan menjadi karyawan magang diperusahaan saya, saya tekankan lagi bahwa perjalanan kalian disana tidak akan mudah, untuk menjadikan kalian seorang arsitek yang hebat dibutuhkan tubuh dan mental yang kuat.” kalimat itu ia ucapkan dengan penuh penekanan sambil tersenyum sinis menatap Key dengan tajam.
__ADS_1
Sepertinya kata kata itu ia tujukan kepadaku. Habislah kau Key. Tangan key seketika bergetar saat melihat senyum dan tatapan tajam pria itu.
Ketidaksengajaan yang terjadi beberapa kali pagi ini menjadi awal dimulainya kisah dua orang manusia yang memiliki karakter berbeda namun lambat laun menyatu untuk saling melengkapi.