Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
Episode 4. Tampan Sekali


__ADS_3

Apa???? Jadi R Antony adalah Bapak Reynan? Mentorku?. Aaaahhh.... Batin Key


“S-selamat pagi pak” seru Key.


“Selamat pagi. Silakan duduk” jawab


Rey.


Key segera duduk di kursi depan meja Rey. Rey menatap tajam Key yang terlihat sangat gugup.


“Ada apa?”tanya Rey singkat.


“Oh ini Pak. Saya mencari mentor magang saya pak, bapak mentor saya?” tanya Key sambil tersenyum yang terlihat memaksa.


“Menurutmu?” jawab Rey tanpa tersenyum.


“Menurut saya sih, iya Pak” jawab Key dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


“Terus?” tanya Rey lagi


Terus???ini orang aneh banget sih – Batin Key


“Ya...saya ingin bertemu dengan Bapak ingin menanyakan apa yang harus saya lakukan. Seperti itu Pak maksud saya menemui bapak” jelas Key sambil memberikan senyum manisnya.


“Duduk” perintah Rey.


“Baik Pak terimaksih” jawab Key sambil mendudukkan dirinya ke kursi didepan meja kerja Rey. Rey menatap Key


dengan tajam, hingga membuat Key menundukkan wajahnya takut.


“Sebagai karyawan magang, saya yang akan bertugas menjadi mentormu secara langsung. Kamu harus menuruti semua perkataan saya, setuju?” tanya Rey


“Maaf pak, perintahnya terkait apa ya?” Tanya Key curiga


“Semuanya! Tenang saja saya tidak tertarik dengan perempuan sepertimu!” cibir Rey sambil menatap Key dingin.


Siapa juga yang tertarik denganmu. Walaupun sangat tampan tapiiii...menyebalkan sekali – Batin Key


“Oh... baik pak, sekarang apa yang harus saya kerjakan pak?” Tanya Key


“Minggu ini perusahaan akan bekerjasama dengan seorang kolega penting di negeri ini, kamu harus mempelajari


kontrak kerjanya. Besok siang kita akan meeting bersamanya. Persiapkan semuanya dengan baik. Mulai hari ini kamu duduk di meja yang ada diluar ruangan saya, disebelah Farel. Mengerti?ada yang ingin ditanyakan?” perintah Rey


“Baik pak saya paham, berkas yang harus saya pelajari apakah boleh saya minta pak?” jawab Key


“Ini berkasnya. Boleh kamu bawa untuk dipelajari. Jika ada yang kurang mengerti kamu bisa masuk dan langsung


menanyakan ke saya” jelas Rey.


“Baik pak. Siap!” Jawab Key sambil mengangkat tangan dengan posisi hormat. Rey mengernyitkan dahinya dan


menggelengkan kepalanya heran.


Senyum Key mengembang mengiringinya untuk keluar ruangan, namun sebelumnya ia berpamitan kepada Rey. Rey hanya mengangguk tanpa suara dan memperhatikan Key keluar dari ruangan. Tak lama senyuman manis muncul dari wajah Rey.


----


Flash back


            Di ujung jalan terlhat orang berkerumunan yang menyebabkan jalanan menjadi macet. Rey terpaksa harus turun untuk melihat apakah ada yang perlu dibantu atau tidak. Terlihat ada seorang gadis muda mencoba menolong seorang nenek tua yang terjatuh akibat terserempet kendaraan bermotor, pingsan, kaki dan tangannya


terluka. Gadis tersebut mencoba meminta tolong, namun tidak ada yang mau menolongnya.


Gadis itu tak lain adalah Key. Key yang sedang menunggu bus disekitar lokasi terkejut saat mendengar suara orang terserempet. Key segera berlari ke arah suara tersebut dan melihat seorang nenek di tepi jalan dalam kondisi pingsan, kaki dan tangan terluka. Akhirnya ia menggendong nenek tersebut dan berusaha berlari menuju rumah sakit yang tidak jauh dari lokasi kejadian.


Sampai di rumah sakit, Key segera membawa nenek tersebut ke UGD. Dikarenakan kondisi nenek yang butuh perawatan lebih, Key segera menyetujui untuk perawatan lebih lanjut yaitu opname. Key segera menandatangani surat persetujuannya dan memberikan nomor ponselnya kepada suster jika ada kabar terbaru dari nenek tersebut.


Saat dirasa semua beres, Key segera berlari ke halte bus untuk melanjutkan perjalannya ke Antony Grup.


Tanpa Key sadari ada sepasang mata yang mengamatinya sejak tadi. Dia adalah Rey. Rey penasaran dengan apa yang dilakukan Key terhadap nenek tersebut. Ternyata apa yang dilakukan Key memberikan kesan


tersendiri bagi Rey. Rey tahu jika Key berasal dari keluarga yang biasa-biasa saja, bahkan ia harus bekerja bekerja parttime untuk membantu perekonomian keluarganya. Namun ia tetap menolong nenek tersebut untuk membiaya biaya rumah sakit.


Saat dirasa Key sudah pergi, Rey segera bergegas ke bagian administrasi untuk melunasi seluruh biaya perawatan nenek itu, tentunya ia meminta untuk tidak memberitahukan kepada Key. Setelah urusan dengan bagian administrasi rumah sakit telah selesai, Rey segera pergi ke Kantor.


Flashback off  

__ADS_1


----


“Dia sebenarnya tidak buruk, tapi.... ahh sudahlah kenapa juga aku harus memikirkannya, buang-buang waktu


saja” gumam Rey sambil menatap sebuah pigura kecil yang memperlihatkan dua orang berlainan jenis saling melemparkan senyum.


“Bagaimana kabarnya sekarang. Kenapa dia tega melakukan itu semua. Padahal aku sudah memberikan semua padanya” gumam  Rey lirih. Seketika wajahnya kembali murung.


----


Key yang sedari tadi serius membaca dan memperlajari materi yang diberikan Rey terkejut saat hp berdering keras.


“Kina? Kenapa dia menelfon ya? “ tanya Key sendiri.


“Hai Kina.. kenapa kau menelfon?aku


sedang mempelajari materi proyek pak Rey” jelas Key


“ ini jam istirahat Key, kau tidak


istirahat?” jawab Kina


“Oh iya...saking asyiknya aku jadi


lupa, baiklah tunggu aku dikantin. Aku akan segera ke sana!” jawab Key sambil


merapikan berkas yang ada diatas meja dan segera menuju kantin.


---


“Haii Kinaaaa!!!” teriak Key sambil


mencoba mengagetkan sahabatnya itu.


“Astaga..! Key !!! untung aku tidak


punya penyakit jantung! Duduklah aku sudah memesankan makanan, tunggulah nanti


makananmu akan diantar” jelas Kina.


“Ughh..makasiii Kina sayaaang”


“Iyaa.. iyaa.. sudah sana, jangan


memeluk seperti anak kecil, nanti kita dikira lesbi, jomblo terus donk aku”


jawab Kina sambil berusaha melepaskan pelukan Key. Tak lama makanan untuk Key


sudah datang. Mereka mulai memakannya dan sambil mengobrol.


“Eh Key, gimana kerjaanmu?seru gag?”


tanya Kina semangat.


“Seru sih..tapi kau tau tidak siapa


yang jadi mentorku? Ternyata dia pak Reynan sendiri! Bingung aku harus gimana


Kin, udah ngomongnya singkat, tatapan matanya itu lho... Tajam dan sikapnya


juga dingin. Tapi dia keren sih, dia ngasih aku materi buat meeting besok siang


dengan klien. Dan juga pesen kalau ada yang aku gag ngerti aku boleh langsung


nanya ke dia. Sikapnya memang dingin dan nyebelin tapi baik juga ya” jelas Key


sambil senyum-senyum sendiri.


“Key..ati-ati jangan terlalu dekat


dengan Pak Reynan. Kau tau bu Jessy kan? Dia sudah lama coba mendekati Pak


Reynan, tapi..... “ cerita Kina


“Tapi kenapa? Kan Bu Jessy cantik,


seksi, dan pintar. Mana aja cowok yang nolak dia” timpal Key

__ADS_1


“Adalah!!! buktinya Pak Reynan, nglirik


aja enggak” jelas Kina.


“Oh...gitu yaa. Aku jadi penasaran


siapa sih cewek yang bisa ngebuat seorang Renan Antony jatuh cinta” ungkap Key


sambil tertawa tertahan.


“Hush..udah ah jangan nggosipin bos


sendiri. Kalau ketauan kita bisa dapat masalah” Jelas Kina.


“Iya betul Kina apa yang kamu


bilang. Apalagi dia mentorku, bisa bisa hidup ku jadi tidak tenang” timpal Key.


Setelah mereka selesai makan mereka


segera kembali ke ruangan kerja masing-masing. Sampai di ruangan, Key kembali


mempelajari materi yang Rey berikan.


“Ini maksudnya gimana ya? sudah


berulang kali aku baca tapi kenapa aku belum paham ya?apa aku bertanya ke Pak


Reynan langsung saja?hmm... baiklah. Ini hari pertamaku magang disini. Aku


tidak boleh menyia-nyiakannya” gumam Key.


Kemudian Key segera menuju ke


ruangan Reynan. Sebelum masuk, Key mengetuk pintu dan menunggu tanggapan dari


Rey, apakah boleh masuk atau tidak. Setelah diperbolehkan masuk, Key segera


masuk dan menutup pintu dengan perlahan. Key segera menuju meja kerja Reynan.


Reynan yang sedari tadi berdiri sambil menatap jendela, kemudian berbalik dan


menuju ke tempat berdiri Keyra.


“Ada apa?” tanya Rey.


“Mmm..ini pak, pada bab ini ada


yang saya tidak paham” jawab Key sambil menunjukkan bab yang dia tidak paham


kepada Rey.


Rey segera menggeser kursinya


menuju samping kursi Key. Rey duduk dan segera menjelaskan maksud dari bab


tersebut kepada Key. Dan tak lama kemudian, Key segera menoleh untuk melihat


Rey. Betapa terkejutnya ia, ternyata jarak mereka sangatlah dekat. Bahkan aroma


parfum Rey tercium sangat wangi dihidung Key.  Wajahnya yang tampan terlihat sangat jelas


melalui sudut penglihatan Key.


Deg... deg.. deg...


Detak jantung Key berdetak cepat.


Bahkan ia hanya bisa menatap dengan mata membulat tanpa berkedip dan mulut yang


terbuka membulat takjub.


“Tampan sekali” gumam Key.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2