Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
MARAH


__ADS_3

Flash Back


^Harta.. Harta dan harta!! Kenapa di ot*k nya selalu saja harta yang fikirkan!^ Bintang membanting diri pada sofa di dalam aprtemen miliknya.


^Maaf tuan.. Mungkin dia takut jika kekayaan tuan akan di miliki seutuhnya oleh nona Mentari^


^Hahahahaha.. Tentu saja Erick! Dia itu istriku! Tanpa Mentari mintapun aku pasti akan memberikan semua kepadanya. Sedangkan mereka siapa?? Dia tidak ada saat aku merangkak menaiki puncakku sampai seperti ini. Dan perempuan itu siapa?? Bukan siapa-siapa Erick! Aku sama sekali tidak ingin mengenalnya!^ Bintang berjalan menuju kulkas dan mengambil dua minuman bersoda kaleng.


^Lalu, Apa rencana Tuan selanjutnya?^ Erick menangkap lemparan minuman dari Bintang. Membukanya lalu menengguknya beberapa kali.


*Aku bingung Erick. Jika kulaporkan ke polisi disisi lain ada anak-anak yang membutuhkan sesosok ibu. Bagaimanapun juga anak-anaknya itu tidak ada sangkut pautnya dengan ini. Dia tidak tahu apa-apa, yang dia tahu hanya bermain, tertawa dan bahagia^ Bintang menghembuskan nafas dengan kasar.


^Bagaimana jika begini saja Tuan..^ Erick memberikan idenya yang kemudian disetujui oleh Bintang.


Flash On


^Kenapa malah seperti ini?!^ Perempuan itu berteriak di dalam kamar kecil berukuran 2x2 meter itu. Marah, pening,bingung dan ketakutan menjadi satu.


Plaak...


Tamparan keras mendarat di pipi kiri perempuan itu.


^Apa-apaan ini!! Hutangmu begitu banyak! Bahkan ini hutang sejak kita belum menikah. Aku banting tulang siang dan malam mencari nafkah, tapi kau malah tak bisa mengatur keuangan! Untuk apa hutang sebanyak ini?? Dan hutangmu dimana-mana!^


^Maafkan ibu ayah, Ibu tidak bermaksud menghancurkan kepercayaan ayah. Ini semua juga buat kebutuhan kita^ perempuan itu menangis.


Entahlah! mungkin benar Nangis sungguhan atau pura-pura..


^Kebutuhan?? Kebutuhan apa?? Bahkan semua gajiku habis sebelum satu bulan! Rumah juga masih numpang! Semua kebutuhan anak nomor dua kita sejak dia berusia satu tahun sudah ditanggung oleh ayahku! Aku menikahimu 10tahun. Tapi aku sama sekali tidak mengerti bahwa kau sering berhutang di sana-sini^ Pria itu melempar beberapa kertas ke atas kasur lalu melangkah pergi.


Beberapa bank ini seharusnya belum jatuh tempo, dan renternir ini kenapa menaikkan bunganya 2x lipat?? kenapa dalam seminggu ini semua bank,renternir dan orang-orang datang sama-sama menagih hutangku???


Perempuan itu semakin histeris melihat tumpukan kertas yang jika dijumlahkan nominalnya hampir mencapai 1M.

__ADS_1


Sepertinya aku harus meminta uang kepada Bintang. Adik ipar yang bidoh itu harus mau menyerahkan semua warisan dari ibu dan ayahnya. Tooh sekarang dia sudah kaya raya, mana mungkin dia membutuhkan warisan lagi.


Perempuan itu bergumam dalam hati sambil tersenyum sinis.


Yaps! Karena ide dari Erick maka Bintang melakukan hal tersebut. Mencari tau hutang yang dimiliki kakak iparnya lalu meminta semua pihak menagih bersamaan disaat sang suami berada dirumah. Karena Erick tau bahwa perempuan itu berhutang tanpa sepengetahuan sang suami.


Dari penyelidikan Erick, Bintang tau semua kebusukan sang kakak ipar. Yang sengaja meneror Mentari dan meminta ini itu kepadanya.


Ruangan Bintang


^Bagaimana Erick? Apa ada sesuatu lagi?^


^Iya tuan.. Saya sengaja menyadap mobil kakak ipar tuan. Mobil itu sepertinya sedang menuju kemari. perjalanannya sudah sejak kemarin. kemungkinan sebentar lagi akan sampai^


^Baik.. buat semuanya senormal mungkin^


^Baik tuan. Saya permisi^


Erick melangkah pergi meninggalkan ruangan Bintang.


^Selamat siang adik ipar ku^ Senyum yang dipaksakan terpancar sangat memuakkan bagi Bintang.


^Oowh hay kakak ipar. Dengan siapa datang kemari?^


^Sendirian saja. Sengaja menemuimu^ perempuan itu duduk disofa tanpa disuruh terlebih dahulu oleh Bintang.


^Jauh-jauh dari Malang ke Jakarta sendiri?? Jika bukan sangat penting tentu tidak akan sampai kesini bukan?^ Semenjak kejadian memuakkan yang dilakukan oleh kakak iparnya, Bintang merasa tidak sudi untuk memanggilnya kakak ipar lagi.


^Benar Bintang.. Hiks.. Kakak ingin meminta bantuan dari kamu...^ Perempuan itu menceritakan semua yang dia alami. Benar-benar pandai bersandiwara. Pura-pura sedih dan menangis. Mungkin jika dijadikan artis dia akan mendapatkan bayaran per episode sebesar 15ribu saja๐Ÿ˜‚


Setelah mendengar cerita sang kakak ipar Bintang hanya tersenyum sinis.


Lihatlah, betapa memalukannya dirimu. Datang kemari hanya demi sebuah warisan Bahkan ayahku masih begitu sehat.

__ADS_1


^Maaf kakak ipar, tapi jika kamu datang kemari untuk itu aku tidak bisa memberikannya. Bukankah kakakku sudah mendapatkan 2 petak tanah dari almarhumah ibu??^


^Benar Bintang. Tapi itu semua tidak cukup untuk membayar hutang-hutangku yang hampir 1M itu^ Perempuan itu menunduk berpura-pura meneteskan air matanya.


^Maaf sekali lagi, karna dua petak tanah yang di berikan untukku akan aku bangun sebuah masjid dan panti asuhan tahun depan^


Kakak ipar Bintang yang shock menatap Bintang penuh tanda tanya, benci dan marah.


^Jadi kamu memilih mambangun tempat yang tidak menghasilkan uang untuk membantu kakakmu ini?? Kamu memilih mewaqafkan tanah itu??^


^Benar kak, karna aku lebih mementingkan ibuku^


^Jadi menurutmu aku ini tidak penting??!^ Perempuan itu sedikit meninggikan suaranya.


^Mungkin untuk kakak dan dua keponakanku anda sangatlah penting. Tapi yang terpenting untukku adalah ibu, Mentari dan keluargaku kelak^


^Dasar tidak tahu di untung!!! Selama ini aku yang merawat ayahmu! Apa ini balasan darimu?!^ Perempuan itu semakin geram dengan kata-kata Bintang.


^Kenapa harus anda yang merawatnya?? Bukankah ayahku memiliki istri?? Bahkan sepertinya anda lupa bahwa kedua putra anda dirawat dan dibiayai oleh ayah saya!^


^Sopan dan hargai saya sebagai kakak ipar kamu Bintang!^


^Cukup!! Anda itu tidak pantas menjadi seorang istri dan seorang ibu! Apapun yang anda minta selama ini bukankah selalu saya turuti?? Mobil saya kasih. Uang setiap bulan juga selalu saya kasih sesuai nominal yang anda minta. Padahal kakak saya sama sekali tidak tahu menahu soal itu!^


^Saya datang kemari dengan baik-baik. Tapi kamu justru memperlakukan saya dengan buruk!^


^Diam dan pulanglah. Hentikan semua omong kosongmu itu. Dan ingat!! Setelah sampai rumah berusahalah dengan kerja keras untuk membayar semua hutangmu jangan membohongi dan membodohi orang lain lagi^


Bintang yang sejak tadi tetap duduk santai dikursi kebanggaannya hanya tersenyum tipis.


^Oh ya kakak ipar. Setelah ini aku tidak akan memberimu uang lagi setiap bulan. Karena uang yang seharusnya kau gunakan untuk kedua keponakanku malah kau habiskan untuk urusan tidak pentingmu itu!^


Perempuan itu semakin kesal. Dia keluar ruangan Bintang dengan menghentak-hentakkan kaki serta kedua tangan yang mengepal.

__ADS_1


Lihat saja adik ipar yang bodoh!!! Pernikahanmu tidak akan pernah terjadi!!


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


__ADS_2