
Keesokan harinya. Key sudah bersiap dengan kemeja formalnya dan segera pergi menuju halte bus untuk pergi ke Antony Grup.
Tin..tin....
Seketika Key menoleh kearah suara klakson motor itu.
"Kak Zayn?" Tanya Key bingung
" Kenapa?kaget ya. Kakak mau nganterin kamu kerja boleh?" Tanya Zayn.
"Gak ngrepotin kak?" Tanya Key tersenyum
"Kalau ngrepotin kakak gak mungkin sampai disini Key" jawab Zayn sambil mengacak acak rambut Key.
"Ah.. kakak rambut Key jadi berantakan" seru Key sambil mengerucutkan bibirnya. Zayn tertawa melihat tingkah Key lalu memberikan helm untuk dipakai Key. Zayn melajukan motornya cepat namun hati-hati.
"Oke, sudah sampai Key" ucap Zayn
"Terimakasih kak! Key masuk dulu ya. Kakak hati hati dijalan" seru Key
__ADS_1
"Iya. Kakak mau ke kampus setelah itu mau ke perusahaan ayah, kamu pulang jam berapa? Nanti kakak jemput ya? Tanya Zayn
"Tidak perlu kak, lagian Key juga tidak tau pulang jam berapa" jawab Key sambil tersenyum
Zayn hanya menghela nafas dalam. Susah sekali bagi dia untuk mendapatkan hatinya Key. "Baiklah, masuklah" perintah Zayn sambil mengelus rambut Key. Key mengangguk dan segera melangkah untuk memasuki gedung itu. Tanpa Key ketahui, ada seseorang yang sudah mengamatinya dari tadi. Laki laki itu mengepalkan tangannya geram dan segera melajukan mobil untuk diparkirkan.
---
"Selamat pagi, eh Pak Farel ya? sapa Key. Ya. Key memang baru bertemu dengan Farel. Orang kepercayaan Reynan. Pagi ini Farel memang baru masuk ke kantor dikarenakan minggu lalu ia ditugaskan Reynan ke kantor cabang di luar kota.
"Selamat pagi. Key ya?salam kenal ya. Gimana hari pertamamu kemarin? Lancar kan? Manghadapi pak Reynan memang tidak mudah. Kamu banyakin sabarnya ya" nasehat Key.
"Sepertinya lebih baik panggil saya dengan sebutan Kak aja, karena saya belum terlalu tua" ucap Farel. Dan Key mengangguk tanda paham. Key segera duduk dimejanya, namun tak berapa lama , Reynan datang dengan mood yang berantakan.
"5 menit lagi ke ruangan saya!" Teriak Rey sambil berjalan tanpa melihat Key maupun Farel dan membanting pintu dengan keras.
Key terperanjat mendengar teriakan dan suara pintu yang ditutup keras. Key memandang Farel dengan perasaan bingung dan takut.
"Tidak apa apa, dia memang suka seperti itu kalau moodnya jelek, Persiapkan dirimu saja Key jangan membuat mood dia tambah jelek" pesan Farel. Farel sudah terbiasa menghadapi emosi Reynan sehingga ia tetap tenang menghadapinya.
__ADS_1
Ya Tuhan...sepertinya hidupku memang tidaklah mudah disini. Key hanya bisa menghela nafas dan menuju ke ruangan Reynan.
tok.. tok .. tok ...
Farel dan Key masuk keruangan Rey lalu berdiri didepan meja Rey. Rey menyuruh mereka duduk di sofa. Mereka segera meeting untuk membahas apa yang akan dibicarakan dengan klien nanti siang. Sepanjang diskusi, Rey mendiamkan Key. Semua pendapat Key tidak dihiraukan oleh Rey bahkan Key merasa bahwa dirinya seperti didiamkan oleh Rey
Aku merasa bahwa aku tidak dihiraukan disini. Salahku apa?semua pendapatku tidak didengar - batin Key
"Baiklah. cukup. semua boleh keluar. 1 jam lagi kita berangkat ke restoran A untuk bertemu dengan klien. Persiapkan seperti yang tadi kita diskusikan" perintah Rey. Farel dan Key mengangguk tanda paham. Namun, Key tetap masih bingung dengan sikap Rey yang seakan marah tanpa alasan. Key berjalan keluar dengan langkah gontai. Entah mengapa dia merasakan gundah di hatinya seakan tak menginginkan bahwa ia tidak dianggap oleh Rey.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.