Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
Episode 14. Masakanmu Enak


__ADS_3

Sinar matahari pagi masuk melalui celah tirai kamar menyorot ke wajah Key.


“Hoam... sudah pagi rupanya” gumam Key sambil merenggangkan tubuhnya.


Saat membuka mata, Key terkejut.


Aku ada dimana ini. Apa yang terjadi semalam  gumam Key sambil mengecek pakaiannya apakah masih lengkap atau tidak.


“Oke pakaianku lengkap tapi ini dimana?” ujar nya pada diri sendiri sambil melihat sekeliling yang ia rasa


asing baginya. Tak lama, ia melihat ada seseorang yang masih tertidur di sofa. Key mendekati orang tersebut.


“Pak Rey!” pekik Key.


Rey yang mendengar teriakan Key kemudian bangun dengan muka sebal.


“Kenapa? Kau kaget? Siapa suruh kau tidur seperti orang mati!”


“Ini dimana pak?”


“kantor”


“Apa? Memang kantor ada kamar seperti ini?”


“Kau itu bodoh atau bagaimana? Kau ada diapartemenku. Semalam kau ketiduran. Kau sudah aku bangunkan tapi tidak bangun dan aku tidak tau dimana rumahmu. Ya aku bawa saja ke apartemenku” jelas Rey sambil merenggangkan tubuhnya.


“Oh”


“Hanya oh?”


“Terus saya harus seperti apa pak? Oh iya.. Terimakasih Pak Rey sudah berbaik hati kepada saya”


“Kau tak lihat aku sangat mengantuk? Sudahlah. Sebagai rasa terimakasihmu lebih baik kamu menyiapkan


sarapan. Aku sungguh lelah karena menggendongmu dari kantor”


Key seketika melotot mendengar penjelasan Rey.


“Bapak menggendong saya?”

__ADS_1


“Menurutmu bagaimana kau bisa sampai apartemenku? Oh ya.. harusnya aku menarik kakimu saja atau lebih baik


aku tinggalkan kau di kantor?


“Jangan pak. Baiklah sebagai rasa terima kasihku. Aku akan membuatkan sarapan untuk Bapak” ujar Key sambil


tersenyum.


“Cepatlah ke dapur.Aku ingin tidur beberapa menit lagi. Jika sudah siap bangunkan aku” perintah Rey.


“Baik Pak”


Key segera keluar kamar dan menuju dapur. Sedangkan Rey bangun dan jalan menuju kasurnya.


Ah..nyamannya kasurku. Aku akan tidur sebentar lagi ~ gumam Rey.


---


Didapur, Key segera membuka kulkas. Ada banyak bahan makanan yang bisa ia olah. Walaupun tidak terlalu pandai memasak setidaknya ia bisa memasak dan masakannya juga enak.


Aku akan memasak semur daging untuknya ~ gumam Key sambil mengambil daging dengan kualitas premium.


Teh herba ini pasti akan membuat tubuh pak Rey rileks ~ gumam Rey


Setelah selesai seluruh menu yang ia masak, Key menata masakannya di meja makan dan berjalan menuju kamar. Key menuju tempat tidur yang ditiduri oleh Rey.


“Pak Rey. Bangun. Makanan sudah siap Pak. Bapak juga harus bersiap siap untuk ke kantor Pak” ucap Key sambil


menggoyangkan tubuh Rey.


Rey yang sadar telah dibangunkan oleh Key, segera bangun dan merenggangkan tubuhnya.


“Aku sudah bangun. Aku mau mandi dulu. Kau duluan saja”


“Saya akan menunggu bapak selesai mandi. Kita akan sarapan bersama saja pak”


“Terserah kamu saja lah” ucap Rey sambil berjalan menuju kamar mandi.


Tak lama, Rey telah selesai mandi lalu segera berganti pakaian kerja dan menuju ruang makan. Key yang saat itu

__ADS_1


menunggu Rey langsung berdiri saat Rey datang ke meja makan.


“Duduklah. Ayo kita makan” ajak Rey


“Baik Pak”


Rey segera mengambil makanannya ia sendiri. Begitupula Key. Mereka makan dengan tenang.


“Masakanmu enak juga. Sering-seringlah kau masak untukku Key” ucap Rey.


“Eh?”


“Kenapa? Itung itung kau membayar makan malammu kemarin. Itu sangat mahal lho Key” ucap Rey sambil tersenyum  tipis.


“Tapi kan Pak. Saya kan tidak  pernah meminta menu itu pak”


“Ya tapi kan kamu memakannya”


“Tapi Pak....”


“Sudah! Tidak ada tapi-tapian” potong Rey.


Key terdiam dan menunduk. Mau bagaimana lagi ~ batin Key.


Sarapan pagi dilanjutkan tanpa obrolan apapun. Hanya suara sendok garpu yang terdengar mengiri sarapan kedua


manusia tersebut.


 .


.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2