Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
Episode 11. Panti


__ADS_3

Selepas keluar dari gedung Antony Grup, mereka menuju ke rumah sakit untuk menjemput nenek yang ditolong Key.


“Kau mau menengok siapa?” tanya Rey. Walaupun ia tau siapa yang akan mereka kunjungi namun Rey pura-pura tidak tau.


“Hmm... ceritanya panjang pak. Kemarin saat akan pergi ke kantor, dijalan dekat rumah saya melihat ada nenek


yang terserempet motor. Badannya terluka bahkan pingsan, namun tidak ada yang mau menolongnya. Akhirnya saya bawa nenek itu ke rumah sakit. Beliau harus di rawat di rumah sakit karena lukanya. Ini sudah beberapa hari, beliau mulai membaik dan sudah diperbolehkan pulang.” Jelas Key.


“Oh.. dan nanti kau akan mengantarnya pulang?Memang kau tau dimana rumahnya” tanya Rey


“Kemaren saya ngobrol dengan si nenek, beliau berasal dari panti jompo daerah sini dan kemarin saya juga sudah


menelfon beberapa panti jompo, dan membenarkan bahwa nenek tersebut tinggal disana. Jadi nanti saya akan mengantarnya pulang ke panti tersebut” jelas Key kembali.


“Oh” jawab Rey. Key yang mendengar jawaban Rey hanya melirik dan mengernyitkan dahi kemudian memandang ke jalan.


Sesampai di parkiran rumah sakit, Key segera keluar. “Bapak akan menunggu disini atau ikut saya masuk?” tanya


Key.


“Menurut kamu?memangnya saya sopir taksi online yang setelah sampai langsung terus kamu ninggalin saya?” jawab


Rey.


“Ya kan saya cuma nanya pak” jawab Key kesal. Mereka menuju ke arah ruang kamar inap nenek itu.


“Selamat malam nek, nenek sudah baikan?maaf Key jemputnya lama nek” jelas Key.


“Tidak apa-apa Key. Nenek sudah baik. Terima kasih ya Key sudah mau menolong nenek. Coba kamu adalah cucu


nenek, nenek pasti bahagia” jelas nenek terharu.


“ Nenek bisa menganggap Key sebagai cucu nenek sendiri” jawab Key dengan tersenyum. “Baiklah nek ayo kita pulang, Key akan antar nenek ke rumah Ibu Sri”. Nenek itu pun mengangguk dan pergi meninggalkan rumah sakit bersama Key dan Rey. Mobil yang mereka tunggangi kemudian melaju dengan kecepatan sedang menuju panti jompo tersebut.

__ADS_1


“Selamat malam bu Sri” ucap Key sambil mengetuk pintu rumah tersebut. “Oh Keyra! Ahh nenek..nenek sudah sehat? Maaf nek tidak bisa menjemput nenek, tadinya Sri ingin jemput tapi kata Key lebih baik tidak usah karena nanti orang-orang yang ada disini tidak ada yang menjaganya” jelas Sri.


“ Aku baik Sri, bagaimana kabarmu dan yang lainnya? Apakah semuanya baik-baik saja?” tanya Nenek. “Semua


baik-baik saja nek. Ayo nenekaku antar ke kamar untuk istirahat” ajak Sri. Key juga meminta agar nenek beristirahat. Nenek mengangguk dan pamit untuk pergi istirahat. “Key, nenek istirahat dulu yaa... Terimakasih sudah membantu nenek dan jangan lupakan nenek ya Key. Seringlah main kesini” ucap Nenek. “Iya nek pasti”


jawab Key sambil tersenyum memeluk nenek. Selepas Key melepas pelukan, Nenek  segera masuk ke kamar diikuti oleh Sri. Key lalu duduk disamping Rey dan terseyum memandang Rey.


“Ada apa?” tanya Rey


“Tidak apa-apa Pak” jawab Key


“Bagaimana kau bisa tau nenek itu tinggal disini?” tanya Rey.


“Yah..waktu itu tidak sengaja aku melihat beberapa pengumuman orang hilang dan itu adalah nenek, langsung saja


saya hubungi bu Sri untuk berbicara lebih lanjut” jelas Key


Aku jelaskan panjang lebar jawabannya cuma “Oh” – batin Key kesal.


“Ini Key silakan diminum dulu. Dan ini siapa Key?Pacarmu ya?” tanya bu Sri.


“Ah..bu-bukan bu..ini atasan saya bu.Namanya Pak Reynan”


“Reynan, panggil saja Rey” ucap Rey sambil mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan bu Sri


“Oh Rey, salam kenal saya Sri pengelola panti ini. Ayo silakan diminum”


“Terimakasih ya Key sudah mau menolong nenek dan membayar semua biaya rumah sakit nenek”


“Sama-sama bu Sri” jawab Key


Sebenarnya bukan aku yang membayarnya.. Aku juga tidak tau siapa yang telah membayar lunas. Semoga orang

__ADS_1


tersebut dilipatkan pahala dan rejekinya. Aamiin – gumam Key.


“Hatchiiiing...!” seketika Rey bersin.


“Ada apa ini. Kenapa aku tiba-tiba bersin”


“Bapak tidak apa-apa pak? Ini pak silakan diminum” tanya Key sambil menyerahkan segelas teh hangat ke Rey.


“Baiklah bu Sri berhubung waktu sudah menjelang malam, kami pamit ya bu” pamit Key. Bu Sri mengangguk dan


memeluk Key “Terima kasih” .


Mobil pun ,melaju ke arah pusat kota, tepatnya di restoran cepat saji.


“Kita mau ngapain pak disini?” tanya Key


“Tidur! Ya makan lah! Saya lapar, kalau kau tidak lapar tunggulah dimobil” tukas Rey kesal.


Ih. Apa-apaan sih. Aku kan cuma bertanya saja. Kenapa dia marah-marah – gumam Key kesal


“Hey, ngomong apa kau tadi. Kamu pikir aku tidak dengar?”


“Hehehehe..tidak pak. Hanya  bercanda saja pak” Jawab Key sambil mengangkat jarinya membentuk huruf V tanda


“peace”


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2