
*Erick, datanglah kerumah Mentari sekarang juga dan bawalah semua pengawal kita* Erick yang menginap dihotel terdekat itu langsung tancap gas setelah menerima telfon dari Bintang.
Ya, Bintang memang menyuruh Erick dan delapan pengawalnya untuk menginap dihotel karena tidak mungkin jika mereka semua akan menginap dirumah Mentari.
15menit perjalanan akhirnya Erick sampai dirumah Mentari.
*Ada apa ini tuan?* Erick yang melihat pemandangan dikamar Mentari pun tak kalah terkejutnya.
Bintang menceritakan semua kejadian yang baru saja menimpa keluarga itu.
*Taruh empat pengawal itu untuk menjaga rumah ini. Dua pengawal yang akan menjaga Mentari kemanapun dia pergi, dan dua lagi suruh dia menyelidiki siapa yang berani melakukan ini kepada calon istriku* rahang Bintang mengeras karena menahan amarah.
*Baik tuan. Apa kepulangan kita akan diundur?*
*Tentu saja Erick! Setelah menemukan petunjuk disini baru kita akan kembali ke jakarta dan kita akan menyelidiki dari sana*
*Baik tuan saya permisi*
Erick pergi meninggalkan Bintang yang masih mematung tak percaya bahwa secepat itukah Mentari mendapat ancaman? Pertunangan baru beberapa jam tapi Mentari sudah diteror. Bagaimana setelah menikah dengannya, apa Mentari akan menderita? Lamunan Bintang buyar ketika ayah Mentari menghampirinya.
*Nak Bintang sudahlah jangan difikirkan lagi. Mungkin saja itu hanya iseng karna setahu ayah, Mentari itu tidak memiliki musuh sama sekali* Ayah Mentari mencoba menenangkan Bintang meskipun sebenarnya dia sendiri juga cemas dengan kejadian itu.
*Tidak ayah, jika dilihat dari surat ancaman itu maka itu adalah musuhku. Dan setelah saya fikir, sepertinya saya juga tidak mempunyai musuh* Bintang berusaha keras menerka-nerka siapa dalang dari semua ini.
*Ayah sendiri juga bingung. Tidak ada yang tau kamar Mentari kecuali Nadya dan keluarga saja. Atau mungkin itu lemparan memang sebenarnya dilempar dengan asal saja nak Bintang*
__ADS_1
Keluarga??? ya keluarga.. hari ini hanya ada dua keluarga yang datang kemari, kaluarga Mentari dan kekuargaku. Itu kemungkinan....
Bintang yang sepertinya sudah menemukan sedikit petunjuk memutuskan untuk menyelidiki kebenaran dari dugaannya itu.
*Maaf ayah, sebaiknya ayah istirahat saja. Saya juga akan kembali ke hotel dan istirahat* Bintang berpamitan tersenyum tulus dan mencium tangan calon Ayah mertuanya itu.
*Iya nak Bintang, hati-hati dijalan*
*Baik ayah, oh ya untuk sementara waktu biarkan pengawal saya menjaga rumah ini* Ayah Mentari hanya mengangguk. Bintang berjalan keluar meninggalakan Ayah Mentari yang juga beranjak dari kursinya menuju kamar untik beristirahat.
Pagi hari tiba, Mentari mengerjapkan matanya membiasakan cahaya matahari masuk kedalam matanya.
*Sudah bangun ri?* Nadya masuk kedalam kamar membawakan sarapan untuk Mentari.
*Nadya, kenapa kamu repot-repot? Aku bisa makan di meja makan Nad*
*Baiklah aku akan mandi dulu baru setelah itu akan makan* Mentari berjalan menuju kamar mandi di dalam kamar itu.
Nadya meletakkan sarapan yang terlambat itu diatas meja. Sambil menunggu Mentari yang sedang mandi, Nadya mencoba menghubungi Erick untuk mencari tau bagaimana perkembangan penyelidikan malam tadi.
Nadya 10.03
(Bagaimana tuan, apa pelakunya sudah ketemu?)
Send...
__ADS_1
**Hotel
Erick 10.05*
(Belum nona, jika sudah ketemu pasti akan diberitahu oleh tuan)
Send*...
*Erick selidiki dia, apa dia tadi malam benar-benar pulang atau masih berkeliaran seperti hewan kelaparan!*
Setelah lima menit mengotak-ngatik smartphone miliknya kini Erick menyeluarkan suaranya.
*Tuan, menurut saudara nya tadi malam setelah dari acara tuan dia langsung pulang tapi setelah menidurkan kedua putranya dia pergi lagi tuan*
*Bagus Erick, cari tahu lagi apa benar memang dia pelakunya* Bintang bangkit dari kursinya lalu berjalan kearah jendela dengan secangkir kopi ditangan.
*Baik tuan. Saya akan melakukan apapun yang tuan minta demi keselamatan anda dan nona tuan* Erick berlalu keluar dari kamar Bintang. Dia menyelesaikan tugasnya dikamarnya sendiri.
Bintang menatap kosong kearah jalanan dari lantai lima letak kamar menginapnya berada.
Jika memang terbukti kaulah pelakunya, maka aku tidak akan memaafkanmu. Apapun yang terjadi aku akan sangat membencimu!
Bintang sepertinya sudah sangat marah dan terganggu karena ada seseorang yang telah mengusik wanitanya.
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
__ADS_1
**Happy Reading Readers ๐
Don't Forget tap ๐ ๐ฌ โค ๐ Thankyou ๐**