
Reynan yang sadar jika ada sepasang mata yang melihatnya dan mendengar gumamam seseorang, seketika menoleh.
“Aku memang tampan, kau baru sadar? Hapus air liurmu yang menetes itu. Jorok sekali!” ucap Rey.
Seketika Key terkejut dan langsung menghapus disekitar mulutnya sambil memandang sembarang arah.
Sial! Aku ketauan kalau memuji ketampanannya. Air liur?mana ada airku menetes. Menyebalkan sekali ~ batin Key
kesal.
Rey tersenyum tipis melihat tingkah laku Key, lalu ia memindahkan kursi ke tempat semula.
“Kamu sudah paham? Jika sudah paham, kau boleh meninggalkan ruanganku tapi jika kau masih ingin memandang
wajahku kau boleh melakukannya sambil duduk di sofa yang ada diujung. Karena jika kau ada didepanku akan merusak pemandangan” ujar Rey.
Percaya diri sekali orang ini, siapa juga yang ingin melihat wajahnya ~ batin Key.
“Baik Pak, saya permisi” jawab Key. Kemudian Key segera keluar ruangan dan menuju tempat duduknya sendiri. Tak lama dia segera mempelajari materi yang baru saja didiskusikan dengan Pak Reynan.
Jam menunjukkan waktu dimana jam kerja telah usai. Key segera membereskan meja kerja dan masuk ke ruangan Rey.
“Bapak, saya ijin pulang ya” ucap Key.
“Oke. Besok jangan sampai terlambat. Besok pagi kita dan juga Farel akan berdiskusi sebentar sebelum bertemu
dengan klien” jawab Rey.
“Baik Pak. Saya permisi” ucap Key
Rey hanya mengangguk tanpa suara dan meneruskan pekerjaannya kembali. Key segera keluar dari ruangan dan menuju ke lift. Sampai di lobby utama, Key duduk dikursi tunggu untuk menunggu Kina datang. Mereka sudah ada janji untuk makan dengan Zayn saat pulang kerja. Tak lama Kina terlihat keluar dari lift dan segera menghampiri Key.
“Ayo Kina. Kak Zayn sudah menunggu kita lho” ajak Key
“Oke, ayook” jawab Kina.
Mereka segera menuju ke cafe X yang tak jauh dari kantor.
----
“Key..Kina!” saut Zayn sambil melambaikan tangan ke arah Key dan Kina. Tak lama mereka bertiga duduk di meja
yang sama.
“Kalian mau pesan apa? Akan aku panggilkan pelayan” tanya Zayn.
“Coklat hazelnut untukku dan Capucino untuk Kina” jawab Key.
Pelayan segera mencatat pesanan mereka bertiga kemudian pergi untuk menyiapkan pesanan tersebut.
“Gimana magang kalian?lancar?” tanya Zayn.
“Lancar Kak... besok aku akan meeting dengan klien bersama bosku” jawab Key.
__ADS_1
“Wah..sepertinya kau mendapatkan kesempatan langka Key. Baru hari pertama magang sudah diberi kesempatan seperti itu. Kau memang hebat Key” puji Zayn.
“Ah..biasa aja kak” jawab Key sambil tersenyum.
“Bagaimana denganmu Kina? Kalian tidak satu divisi?” tanya Zayn.
“Tidak Kak.. kita beda divisi dan juga mentor Kak. Jadi aku jarang bertemu dengan Key, paling hanya sebatas makan siang aja Kak” jawab Kina.
Tak lama pesanan mereka datang. Mereka langsung menikmati minuman mereka masing-masing sambil berbincang. Tak sedikit mereka tertawa saat ada bahan pembicaraan yang sekiranya lucu dan membuat mereka tertawa.
Tak terasa waktu menunjukkan pukul 19.00. Mereka segera mengakhiri pembicaraannya dan bersiap untuk pulang ke rumah masing-masing.
“Kalian pulang naik apa?” tanya Zayn.
“Aku naik bus Kak” jawab Key
“Aku dijemput Kakakku Kak, karena kebetulan kakak sedang ada didaerah sini jadi sekalian aja dia menjemputku”
jawab Kina.
“Baiklah, aku antar saja Key, sudah malam memang masih ada bus?” tanya Zayn.
“Tidak perlu kak masih ada bus kog jam segini” jawab Key sambil tersenyum.
“Yakin? Baiklah kalau itu maumu. Hati-hati ya” jawab Zayn sambil mengelus kepala Key. Key tersenyum dengan muka yang sudah bersemu malu. Kina yang saat itu melihat perhatian Zayn ke Key, hanya berusaha tertawa kecil namun didalam hatinya dia-pun bersedih.
Perhatian Kak Zayn ke Key tetap sama, aku harus memendam perasaan ini. Aku tidak mau karena perasaanku yang hanya sepihak ini akan menghancurkan persahabatanku dengan Key.
“Emm...aku masih disini lho. Tapi aku sebentar lagi akan pulang karena kakakku sudah menjemputku diseberang jalan. Baiklah Kak Zayn aku pulang dulu ya, Key sampai juga besok!” ujar Kina sambil mencium pipi kanan dan kiri Key.
tidak tau apakah Key memiliki perasaan suka dengan Kak Zayn atau tidak, tapi tetap saja lama kelamaan perasaanku sakit ~ gumam Kina sambil menatap langit malam itu.
---
Jam menunjukkan pukul 19.30 bus yang ditunggu Key tidak juga datang.
“Aduh gimana ini, kenapa daritadi tidak ada bus, apa aku harus pulang jalan kaki?” gumam Key. Akhirnya Key mulai
berjalan menuju rumahnya. Tak lama ada sebuah motor menghampiri Key.
“Kak Zayn?” tanya Key.
“Aku kan sudah bilang, tidak ada bus jam segini Key. Kenapa tadi kau menolakku? Ayo naiklah pakai helm ini, aku
antar kau pulang” tanya Zayn.
Mmm... bagaimana ini. Sebenarnya aku tidak ingin merepotkan Kak Zayn. Tapi mau gimana lagi tidak ada bus dan aku juga harus ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengecek keadaan nenek itu ~
batin Key.
“Baiklah Kak, aku minta tolong ya Kak, maaf sebelumnya bukan bermaksud merepotkan tapi apa Kakak bisa
mengantarkanku ke rumah sakit X?” pinta Key
__ADS_1
“Bisa sih..tapi apa kau sakit? Atau siapa yang sakit?” Tanya Zayn.
“Aku baik baik saja Kak. Nanti aku ceritakan” jawab Key. Zayn mengangguk dan segera melajukan motornya menuju rumah sakit.
Sampai dirumah sakit, Key dan Zaynmenuju ruangan tempat nenek tersebut dirawat. Key menjelaskan siapa dan
bagaimana nenek itu bisa di rawat di rumah sakit ini. Zayn mendengarkan ceritaKey dengan seksama sambil mengangguk.
“Kau baik sekali Key” puji Zayn
“Ah..apaan sih Kak. Sesama manusia kita kan harus saling menolong” jawab Key sambil tersenyum ke arah Zayn.
“Kamu jangan terlalu banyak tersenyum seperti itu Key. Kau itu menggemaskan bisa bisa aku jatuh cinta
padamu lho” ucap Zayn tersnyum sambil mencubit kedua pipi Key gemas.
“Ahh Kakak sakit tau!” saut Key sambil mengerucutkan bibir mungilnya.
“Tuh kan..apalagi kau memasang muka seperti itu. Menggemaskan sekali sih” ujar Zayn sambil mengacak-acak rambut Key.
“Kak Zayn sudah hentikan! Rambutku jadi acak-acakan kan” pinta Key sambil merapikan rambutnya yang berantakan.
“Baiklah.. ayo kita pulang. Hari sudah malam biarkan nenek istirahat. Besok kau bisa menjenguknya lagi” ajak
Zayn.
“Baik. Ayo Kak kita pulang” jawab Key.
Mereka segera keluar dari rumah sakit dan menuju rumah Key. Tak lama mereka sudah sampai didepan rumah Key.
“Terimakasih ya Kak. Hati-hati di jalan” ucap Key sambil menyerahkan helm ke Zayn
“Iya..selamat tidur Key” ucap Zayn sambil mengelus kepala Key. Key hanya tersenyum malu dan mengangguk.
Setelah motor yang dinaiki Zayn pergi Key segera masuk kerumah dan menuju ke kamarnya. Key segera masuk dan menuju ke kamar mandi untuk segera mandi. Setelah dia selesai mandi dan memakai pakaian tidur. Key segera merebahkan tubuhnya dikasur. Badan yang semula terasa pegal sekarang sudah jauh lebih relaks karena ia mandi dengan air hangat.
Saat terbaring, Key menatap di langit-langit kamarnya. Melamun dengan banyak pertanyaan muncul untuk dirinya
sendiri.
Kak Zayn, dia baik sekali padaku dari dulu. Tapi bagaimanapun perasaanku padanya hanya sebatas kakak beradik
saja. Entah kenapa aku hanya bisa menganggapnya sebagai kakakku saja tidak lebih. Jantungku juga biasa saja, tidak berdegup dengan kencang. Beda dengan tadi siang... Seketika Key mengingat lagi kelakuan bodohnya diruangan Reynan. Jantungnya berdegup kencang seak~~~~an-akan ingin lepas. Ah.. tau ah. Aku mau tidur besok aku harus berangkat pagi aku tidak mau terlambat. Akhirnya Key tertidur pulas.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.