Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
ANEH


__ADS_3

*Selamat pagi tuan* Mentari menunduk memberi hormat pada sang atasan.


*hemm, apa kamu sudah tau apa tugas kamu?!* Bintang menaikkan sedikit alisnya.


*iya tuan, tuan Erick sudah memberitahu saya.*


*Bagus! Bekerjalah dengan benar*


*Baik tuan* Mentari berbalik menuju ruangannya.


*Tunggu! 5 menit lagi masuk ke ruangan saya dan bawakan jadwal saya hari ini*


*Baik tuan* Mentrai menghela nafas lega.


*Mentari, kamu mau kemana?*


Mentari yang terkejut tanpa sengaja menjatuhkan buku agenda pekerjaan *Owh tuan Erick! Saya mau ke ruangan tuan Bintang. Permisi* seraya tersenyum tulus.


*Silahkan* Erick tersenyum bahagia.


Benar-benar malaikat yang akan merubah tuan bintang.


tok..tok..tok..


*Masuk!* tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop di atas meja.


*Permisi tuan, saya ingin menyampaikan jadwal tuan hari ini*


*heeemmm*


Apa tuan muda sedang sariawan? Atau suaranya terlalu berharga??


*Begini tuan nanti sebelum makan siang ada meeting di hotel XX dan sesudah makan siang meeting yang ke dua di cafe B*


*Kau ikut lah denganku dan Erick*


*Baik tuan*


Mentari beranjak meninggalkan ruangan Bintang dan segera menyiapkan berkas-berkas untuk meeting siang nanti.


12.30


Ri! Hari ini aku berada di Jakarta untuk melanjutkan S2 ku sekaligus belajar mengembangkan perusahaan papa di Jakarta. Jika waktumu luang bisakah kita bertemu. Nadya..


Mentari merasa bahagia karena sahabat sejak kecilnya memberi kabar yang begitu dia nanti sampai-sampai dirinya tidak sadar bahwa sendang senyum-senyum sendiri.


*Apa kamu mulai gila?!*


Erick yang menyetir mobil mengintip melalui kaca mobil karena merasa penasaran.


*Ma.. maksud tuan apa?* Mentari nampak gugup karena ketahuan.


*Setelah membaca pesan kenapa kau melamun lalu tersenyum sendiri?? Apa ada semut yang menggelitik ot*kmu sampai kau menjadi gil* dadakan?*


*emm tidak tuan. Hanya pesan dari sahabat saya saja*


*Siapa? Laki-laki?*


*Perempuan tuan*


*Siapa dia?? Ceritakan secara detail!*

__ADS_1


Kumohon tuan, jagalah sikap anda. Jangan sampai anda terlihat seperti orang gila yang bodoh karena cinta.


Gumam Erick dalam hati sambil melirik tuannya.


Sebenarnya anda ini masuk dalam golongan manusia apa sih tuan?? Kenapa pagi jadi kedelai, ehhh siangnya jadi tempe dan mungkin nanti malam udah jadi orek tempe.


Mentari mendengus kesal.


*Seperti itu lah perjalan persahabatan saya dengan Nadya tuan..* Mentari menceritakan semuanya dari sejak pertama bertemu sampai pada pesan yang baru saja menjadi titik permasalahan.


*Hemmm* Lagi-lagi bintang hanya memjawab seperti itu.


Yes!! Rupanya kamu masih jomblo yaa Mentari. Tunggu saja waktunya.


*Jadi kenapa sekarang anda yang senyum-senyum sendiri tuan?*


Bintang yang menyadari bahwa sang asisten tau gerak geriknya berusaha menolak dan mengelak.


*Hentikan omong kosongmu itu Erick! Atau aku akan membungkam mulut rombengmu itu selamanya!*


*Baik tuan. Maaf*


Ciih dasar horang kaya, udah tau ketangkap basah ehh malah aku juga yang jadi sasaran.


Erick yang ketakutan pun hanya bisa mengalah. Kenapa??? Karena...


Tepat beberapa bulan yang lalu sopir pribadinya tanpa sengaja melihat Bintang sedang senyum-senyum sendiri, memberanikan diri menegur dan bertanya berharap bisa lebih akrab dengan tuannya tapi bukannya malah akrab, Bintang justru menghukum sang supir untuk membuka mata selama 48jam dilarang tidur hingga pada akhirnya dijam ke 38 supir itu menyerah dan mengundirkan diri.


*Erick, siapa yang akan mewakili rapat dari Perusahaan O kali ini?*


*Nona Alma tuan*


6 Bulan Yang Lalu


*Senang sekali berjumpa dan bekerjasama dengan anda tuan Bintang yang terhormat*


*Sama-sama nona Alma*


*Untuk merayakan hari ini bagaimana jika kita lanjutkan saja dengan makan siang. Saya tau tempat yang sangat enak disini. Dan kebetulan juga kita sama-sama datang sendirian* Alma tersenyum ramah tanpa membuat Bintang curiga sedikitpun.


*Baiklah Nona Alma, saya percayakan semuanya pada anda*


Seiring berjalannya waktu, mereka berdua semakin dekat tatepi hanya sebagai teman sekaligus rekan bisnis.


Namun Alma yang merasa ingin lebih dari sekedar itu dia mencoba mengajak Bintang ke tempat teman-temannya ngobrol di sebuah cafe dan memperkenalkan Bintang sebagai calon suaminya.


Dari penolakan dan kemarahan Bintang saat itulah Alma menjadi lebih sedikit agresif sampai rela menukar harga dirinya demi seorang Bintang.


*Tuan kita sudah sampai* Erick membukakan pintu mobil untuk Bintang.


*Masuklah duluan, saya akan menyusul beberapa menit lagi*


*Baik tuan* Erick dan Mentari menjawab bersamaan yang membuat Bintang menaikkan sebelah alisnya.


*Jangan tunggu saya, langsung mulai saja meetingnya* Bintang berjalan memasuki cafe namun saat kedua bawahannya masuk mereka tidak menemukan keberadaan atasan mereka.


*Kurang lebih seperti itu lah perkembangan dari kerjasama kita nona Alma* Erick menutup ucapannya sambil membereskan beberapa berkasnya diatas meja.


*Baik tuan Erick. Oh yaa Apa kamu karyawan baru? Sepertinya sekretaris Bintang bukan kamu deh?!* Alma sedikit menyelidiki.


*Ooh tentu tidak nona Alma, Dia adalah calon istri saya* Suara pria itu nampak tidak asing dari pendengaran mereka bertiga.

__ADS_1


*Tuu..tuan Bintang!* Pekik Mentari.


*Apa maksudmu Bintang!* Alma menaikkan suaranya karena kesal.


Tuan kenapa anda menambah sebuah masalah pada nona Mentari!


Erick ergumam dalam hati sambil menepuk pelan jidatnya.


*Benarkan sayang??* Bintang memeluk pundak Mentari sambil menggoncang-goncangkan pelan.


Apa yang tuan muda ini lakukan! Apa dia akan menjadikanku santapan piranha betina ini!


Mentari hanya mampu tersenyum canggung.


*Baiklah nona Alma kita permisi dulu* Pasangan aneh itu kini berjalan keluar cafe dengan tangan sang pria yang bertengger enteng dipundak sang gadis dan satu pengawal pria yang berjalan mengekor.


*Maaf tuan muda, ini saatnya anda menurunkan tangan anda dari pundak saya!*


*Hey gadis aneh, bukannya ini yang kamu mau? Banyak gadis yang menginkan ini bahkan rela kehilangan harga dirinya.* sambil mencoel dagu Mentari.


*Tapi aku bukan salah satu dari gadis tak berharga diri itu!* Mentari pergi meninggalkan Bintang menuju mobil yang ditumpangi tadi dengan bibir monyongnya.


Erick yang memperhatikan hanya tersenyum geli sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


Benar-benar gadis yang berbeda..


Bintang sejenak melamun sambil tersenyum aneh.


*Jika sungguh jatuh cinta, maka ungkapkanlah tuan* sambil berjalan meninggalkan Bintang menuju mobil menyuaul Mentari.


*Kali ini aku akan benar-benar membungkam mulutmu itu Erick!* Berlari mengejar erik dengan tawa receh nya.


Diperjalanan pulang terasa hening dengan pikiran masing-masing.


Mentari : Sepertinya tidak terlalu dekat dengan tuan muda adalah hal tepat agar aku terjauh dari masalah hati.


Memijit ruang diantara kedua matanya.


Bintang : Satu jam saja aku tidak melihatmu maka rasanya seperti ada yang menari di hati dan fikiranku. aaahhgggrrhh!!


Mengusap rambutnya kasar.


Erick : Ohhh Tuhaan kenapa orang jatuh cinta bodoh dan gilanyabharus datang bersamaan.


Menepuk pelan jidatnya.


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Thanks for writing 😍


Don't forget Tap πŸ‘‡


LIKE πŸ‘


COMENT πŸ’¬


FAVORITE ❀


N


RATE🌟🌟🌟🌟🌟

__ADS_1


__ADS_2