Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
PERTEMUAN


__ADS_3

Hangat senyum matahari pagi semakin menambah semangat semua penghuni bumi menjadi 100%. Termasuk dua gadis cantik berbakat yang siap menjalani hari Pertama di Jakarta untuk bertemu dengan CEO tampan mereka.


*Nda aku kok gugup banget ya..*


*Jangan dong Ri, perwakilan kita kan kamu yang harus presentasi nanti. Gini deh ayo kita ngopi dulu mumpung masih ada waktu 30menit* ajak Amanda.


Sebagian orang menilai bahwa kopi adalah salah satu cara mudah untuk menghilangkan stres dan kegugupan. Selain uang, kopi juga mampu membuat kita tenang. wkwkwk


Ruang meeting yang dingin dengan AC namun terasa sangat panas saat tatapan mata sang CEO tidak lepas sedetik pun dari Mentari. Keringat dingin meluncur begitu saja pada tubuh Mentari kala semua penghuni rapat keluar dari Ruang meeting itu.


Diruangan itu kini tinggal sang CEO, Mentari, Amanda, Erik dan Intan.


Erik merupakan asisten pribadi CEO sedangkan Intan adalah sekretaris CEO.


*Tunggu!*


Sejenak Mentari menghentikan langkahnya dikala suara dingin itu memecah keheningan.


*Kamu, tetap disini. Dan kalian bertiga silahkan keluar!* Ucap Bintang yang merupakan CEO muda dan tampan itu sambil menunjuk Mentari lalu menunjuk tiga makhluk lainnya.


*Duduk!*


*Ma..Ma..Maksud bapak saya?*


*Siapa lagi kalau bukan kamu! Diruangan ini hanya ada saya dan kamu!*


Benar-benar menyeramkan. Tidak bisa apa sedikit saja keluarkan senyumnya atau paling tidak berbicara yang lembut pada gadis secantik diriku.


*Aku tidak suka mengulangi apa yang sudah ku katakan! Apa perlu aku mematahkan kedua kakimu agar kamu bisa duduk selamanya!* Suara Bintang sedikit menaik saat menyadari Mentari yang melamun.


*Ba..baik pak* Mentari langsung mendudukkan diri pada kursi yang ditunjuk Bintang.


*Satu lagi! Saya belum tua! Jadi jangan panggil saya Bapak!* Bintang sedikit menekankan kata pada akhir kalimatnya.


*Baik tuan* Mentari medunduk sambil meremas kedua tangannya karena gugup.


Huft jantung kumohon bertahanlah ditempatmu, jangan sampai melompat keluar karena pria ini. Beruntung anda tampan tuan! Jika tidak maka wajahmu itu akan ku remas!

__ADS_1


Mentari mengumpat dalam hati.


*Kenapa melamun?? Aku tidak pernah membayar karyawan untuk melamun! Sekarang perkenalkan dirimu dengan baik dan benar! Ceritakan semuanya jangan sampai terlewat!* Pinta Bintang.


What??? Dia pikir ini hari pertama masuk Taman Kanak-Kanak apa! Lagian dia kan bisa membaca CV ku saat melamar pekerjaan dulu. Dasar tuan mudah yang aneh.


Mentari menceritakan semuanya dengan detail, kecuali kejadian memalukan bersama Awan dan embel-embel Hermawan.


*Bagus! Silahkan kamu keluar!*


*Permisi tuan* Mentari sedikit membungkuk dan berjalan keluar


Datang kemari sama dengan menghampiri bencana! Ooh kak Wira, kenapa harus aku yang kau kirim kemari..


Flash Back


*Selamat siang tim ku yang kompak* Wira memasuki ruangannya dengan senyum mengembang setelah keluar dari ruang meeting.


*Selamat siang Pak* ucap mereka berempat.


*Apa yang telah tetjadi denganmu pak Wira, 1 jam kau didalam ruang meeting dan keluar dengan wajah yang sangat bahagia sepertinya* Canda Adinda.


*Lalu?* Tanya Amanda.


*Dua diantara kita harus datang kesana?*


*Hanya dua saja?* Tanya ian.


*Yaps! Dan menurutku yang harus berangkat adalah Mentari dan Amanda* jawab Wira.


*Waaah selamat! Akhirnya Mentari akan bertemu dengan CEO tampan kita. Tuan muda yang angkuh dengan segunung es!* Goda Adinda.


Setelah melewati adu mulut dan negoisasi yang sangat sengit. Akhirnya mereka berdua harus setuju berangkat 2 hari lagi.


Flash On


*Erick keruangan saya sekarang!* Bintang menghubungi Erick melalu telefon di ruangannya.

__ADS_1


Ruangan Erick dan Intan berhadapan dan berada di depan ruang Bintang.


Diruangan itu dua pria dewasa sedang membicarakan hal penting sipapun tidak ada yang tau.


*Lakukan sesuai perintahku Erick! Ingat besok adalah hari terakhir dia disini. Jadi usahakan besok semuanya audah beres*


*Baik tuan!* Erick meninggalkan ruangan itu dengan wajah yang berbinar.


Tuan, sepertinya kekerasan dan kebekuan hati anda akan segera mencair.


Gumam Erick dalam hati.


*Aduh Nda akhirnya kita akan balik ke Bali juga besok.. Disini itu lebih lama lagi pasti aku kangsung kena serangan jantung!* Saking senangnya Mentari sapai berguling-guling di atas kasurnya.


*Ciee bukannya kamu lebih suka berlama-lama disini karena Tuan Bintang?*


Obralan yang unfaedah itu harus terhenti saat Amanda menyadari bahwa makhluk yang bersamanya sudah berada di alam mimpi.


Pagi itu acara rapat perpisahan diwakilkan oleh Erick karena Bintang ingin bersantai menatap wajah wajah Mentari yang mengganggu fikirannya sejak awal bertemu.


*Terimakasih atas kerja sama dan kerja keras kalian. Tanpa kalian perusahaan cabang Bali tidak akan mampu berkembang melebihi target dalam jangka waktu 3bulan saja.*


Selain ucapan terimakasih Erick juga menyampaikan keinginan sang CEO agar Mentari menjadi sekretaris Bintang dan menetap di Jakarta bersama ke empat temannya.


*Tim divisi Mentari akan kami pindahkan diJakarta bertukar dengan tim disini. Terimakasih* kurang lebih begitulah yang di ucapkan Erick.


*Apa-apaan sih tuan Bintang itu! Seenak jidat aja main mindahin kita begitu saja! *


*Sultan mah bebas kali Ri.. lagian bagus dong ini saatnya kita untuk berkembang.. Siapa tau dengan begini suatu saat nanti kita juga bisa jadi seperti Tuan Bintang!*


*Terkadang selain serius bekerja, khalayanmu tinggi juga ya Nda*


Tawa kedua gadis itu memenuhi ruangan hotel tempat mereka tinggal beberapa hari terakhir.


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Maaf ya ceritanya agak aneh ngambang gak jelas.. Authornya lagi Gabut ๐Ÿ˜‚

__ADS_1


Sebenarnya pisode ini udah kelar nulisnya tapi berhubunga Author ngantuk jadi belum di edit udah ketiduran. Bangun-bangun hp nya mati lowbath ๐Ÿ˜ข Nulis lagi yaa ini lah hasilnya. Sedikit berantakan ๐Ÿ™


__ADS_2