Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
Episode 13. Tertidur


__ADS_3

“Bawa laptopmu dan masuk ke ruanganku. Kau mengerjakan di ruanganku saja” perintah Rey


“B-baik Pak”


Key segera membawa laptop dan tas nya menuju ruangan Rey dan duduk di depan Rey.


Aduh. Kenapa aku harus duduk didepannya. Wajahnya tampan sekali, bagaimana aku bisa konsentrasi mengerjakan tugasku kalau didepanku ada manusia dengan wajah setampan ini ~ batin Key


Key yang terus memandangi Rey tampak melamun sehingga tidak mendengar panggilan Rey.


“Key. Aku tau aku sangat tampan. Tapi apa kau akan terus memandangiku sepanjang malam? Kerjakan tugasmu!” bentak Rey


Dasar bodoh wanita ini ~ batin Rey.


“B-baik pak. Maafkan saya”


Key melanjutkan pekerjaannya. Sesekali dia melihat Rey yang sedang serius bekerja. Karena melihat keseriusan


Rey, Key segera meneruskan pekerjaannya. Dia tidak mau mengecewakan perusahaan ini khususnya Rey.


Tanpa terasa, jam menunjukkan pukul 12.00 malam. Rey menengok Key yang duduk dihadapannya.


Tertidur? Jam berapa ini? Oh ternyata sudah larut malam ~ Rey.


Rey bangun dari tempat duduknya setelah membereskan peralatannya dan menuju tempat duduk Key.

__ADS_1


Hasil pekerjaannya bagus. Designnya juga unik. Kau berbakat Key~gumam Rey.


Rey perlahan memindahkan laptop untuk dimatikan namun sebelumnya tak lupa ia menyimpan file tersebut. Kepala


Key digeser oleh Rey agar mempermudah Rey memindahkan laptop. Saat Rey meletakkan kepala Key di meja, tiba-tiba Key terbangun. Dia menggumam sesuatu yang tidak jelas dan tidur lagi.


Astaga wanita ini.. bisa-bisanya tidur lagi~ gumam Rey sambil menggelengkan kepalanya heran.


“Key. Ayo bangun! Kau mau pulang atau tidak” Rey membangunkan Key sambil menggoyangkan tubuhnya. Namun Key tak kunjung bangun.


“Bagaimana ini. Aku tidak tahu dimana rumahnya. Sudah larut malam juga. Yah.. mau bagaimana lagi”


Rey segera menggendong tubuh Key dan menuju lift untuk turun ke tempat parkir mobil. Tubuh Key diletakkan hati


hati dikursi depan dan dipasangkan sabuk pengaman oleh Rey kemudian Rey masuk ke mobil. Rey segera melajukan mobil menuju apartemennya.


Jalanan menuju apartemen Rey masih ramai lalu lalang mobil. Hal ini dikarenakan apartemen Rey berada di pusat


kota. Kawasan elit kota ini tak pernah sepi walaupun larut malam.


Tak lama, mobil mewah tersebut memasuki parkir apartemen. Rey segera memarkirkan mobil tersebut dan keluar


dari mobil menuju sisi sebelah mobil tersebut.


Astaga! Wanita ini tak bangun juga~  gumam Rey sambil melepaskan seatbelt dan menggendong tubuh Key.

__ADS_1


Untung kau tidak berat. Coba kau berat, akan ku suruh satpam yang akan menggendongmu ~ gumam Rey.


Rey mengendong Key menuju lift dan memencet tombol angka 16. Ya. Apartemen Rey ada di lantai paling atas. Kamar yang paling bagus pemandangannya baik malam maupun pagi hari.


Tak lama, lift pun terbuka. Rey melangkahkan kaki menuju lantai 16 menuju kamarnya. Rey segera memasukkan pin kamarnya dan kamarnya pun segera terbuka. Rey masuk ke dalam dan menuju kamar untuk meletakkan Key. Rey meletakkan tubuh Key hati hati. Rey duduk dipinggir kasur yang saat ini tlah ditempati oleh Key. Lama Rey memandang wajah polos Key yang sesaat tersenyum. Entah apa yang ada dimimpi Key saat ini. Lampu dari


balkon kamar Rey memancarkan cahaya yang melewati celah tirai jendela kamar Rey. Cahaya yang mengenai wajah Key, yang membuat wajahnya yang polos semakin canik untuk dipandang.


Tanpa sadar, tangan Rey menyingkirkan rambut yang menghalangi wajah Key. Cantik. Satu kata yang tanpa


sadar Rey ucapkan.


Eh.. apa-apaan aku ini ~ gumam Rey mengeryitkan dahi bingung dengan apa yang telah dia ucapkan.


Rey kemudian menyelimuti tubuh Key sampai ke bahu. Key seketika bergerak memposisikan diri senyaman mungkin. Rey segera berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi Rey segera menuju sofa yang ada dikamarnya untuk tidur disana. Tak lama, Rey pun tertidur disofa itu.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2