Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
Episode 9. Hanya Sebatas Itu


__ADS_3

Diskusi mereka berjalan dengan lancar. Rey saat ini bisa menahan ketidaksukaannya terhadap Zayn demi


kelancaran proyeknya.


“Baiklah Tuan Reynan, semoga proyek ini berjalan dengan lancar untuk kedepannya anakku yang akan mengurus ini semua. Baiklah kami permisi terlebih dahulu tuan Reynan. Terima kasih atas jamuan makan siangnya” ucap Tuan Cornelius.


“ Terima kasih Tuan, akan lebih baik jika proyek ini cepat terlaksana” jawab Rey. Mereka saling berjabat


tangan. Namun saat menjabat tangan Zayn, Rey menjabat tangan Zayn dengan kuat sambil menatap tajam mata Zay.


“Aduh” gumam Zayn pelan. Kenapa dengan orang ini?salahku apa sampai dia memperlakukanku seperti ini – gumam Zayn.


Kemudian Zayn berjabat tangan denga Farel dan Key. “Key kau nanti pulang aku jemput ya?jangan menolak!” perintah Zayn


“ Tidak perlu Kak, nanti akan merepotkan kakak” jawab Key hati-hati.


“Nanti Key akan diantar oleh supir, karena malam ini dia akan lembur!” saut Rey dengan nada tegasnya.


“Oh tidak perlu Tuan Rey, saya yang akan menjemputnya sendiri. Biarkan supir pulang saja” ujar Zayn.


“Dia karyawan saya, saya berhak mengatur kapan dan bagaimana dia pulang. Hari ini dia akan diantar supir karena

__ADS_1


dia harus menyelesaikan tugasnya” jelas Rey.


“Oh..baik-baik Key. Aku mengalah. Sampai jumpa Key” ucap Zayn berpamitan sambil melambaikan tangan.


Rey kenapa ya?tidak seperti biasanya. Sikapnya sekarang ini muncul kembali. Apa dia jatuh cinta dengan Key?


Wow..Rey akhirnya kau jatuh cinta kembali setelah sekian lama. Sebagai sahabatmu aku ingin kau bahagia Rey - batin Farel sambil memandang Lekat Rey.


“Apa yang kau lihat? Ayo cepat ambil mobil!” Teriak Rey ke Farel.


“Iya bro. Santailah bro jangan terlalu cemburu seperti itu!” ujar Farel sambil tersenyum usil. Wajah Rey dan


Key yang mendengar omgongan Farel langsung memerah. Mereka hanya diam dan membuang muka ke sembarang arah.


Di dalam mobil, Farel yang duduk di belakang kemudi menjalankan mobil dengan perlahan. Sedangkan Key duduk


disebelah Farel dan Reynan duduk di bangku belakang.


“ Kau mengenal Zayn, Key?” tanya Farel sambil melirik ke arah spion mobil. Reynan yang mendengar pertanyaan


Farel seketika mendelik ke arah Farel. Farel yang mengetahui hak itu langsung tersenyum sambil mengedipkan matanya menggoda bosnya itu.

__ADS_1


“ Ya, aku sudah lama mengenalnya sejak kecil. Dia tetangga rumahku waktu itu. Tapi sekarang mereka sudah lama


pindah, dia baru pulang dari luar negeri dan sekarang dia meneruskan kuliahnya kembali di universitas yang sama denganku, kak” jelas Key.


Kak?what? dia memanggil Farel dengan sebutan Kak? Sedangkan dia memanggilku dengan sebutan Bapak. Apakah mukaku lebih terlihat tua dibandingkan dengan Farel? – batin Rey.


“Oh sudah lama kenal ya? Pantas terlihat sangat dekat. Tapi apakah hanya sebatas itu saja? Atau kau ada perasaan lebih kepadanya?” tanya Farel tiba tiba


“M-maksud Kakak? Aku dan dia hanya sebatas itu kak, tidak lebih kog” jawab Key sambil tertawa heran. Farel memang sengaja bertanya seperti itu agar Rey tau bahwa Key tidak memiliki hubungan lebih dengan pria itu. Dan Rey memiliki kesempatan untuk mendekati Key.


Seketika Farel melirik ke arah spion. Terlihat Rey menghela nafas dalam dan buru-buru buang muka ketika sadar


bahwa Farel melihat tingkahnya. Farel seketika tertawa yang membuat Key yang duduk disampingnya sedikit terlonjak kaget mendengar Farel tertawa secara tiba-tiba.


Sial! Farel apa-apaan kamu bertanya seperti itu. Tapi aku sedikit tenang jika dia dan pria itu tidak ada memiliki


hubungan lebih. What? Ada apa dengan dirimu Rey! – batin Rey.


Kendaraan berjalan dengan kecepatan sedang dan lancar. Tak ada pembicaraan lagi setelahnya, hanya terdengar musik  yang mengiringi hingga membawa mereka menuju ke Antony Grup.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2