
Dua tahun kemuadian
*Selamat pagi sayang* Ayah Mentari merentangkan kedua tangan siap memeluk putri sematawayangnya yang turun dari tangga dengan balutan kebaya coklat yang menambah kesan sangat cantik dan memukau.
*Selamat ya sayang, Akhirnya kamu jadi sarjana* Bunda mencium puncak kepala sang putri tercinta.
*Terimakasih ayah bunda, apa aku sudah terlihat cantik* Mentari memutar tubuhnya.
*Sangat Cantik!* Puji sang ayah.
*Yasudah ayo kita berangkat nanti terlambat loh!* Ajak sang bunda.
Acara wisuda Mentari berjalan lancar dengan nilai tertinggi nomor dua se fakultas dan no tiga untuk Nadya.
Kedua sahabat itu memang sama-sama memiliki kepintaran yang hampir sama.
Dua minggu kemudian
Meja makan
*Apa kamu serius tidak mau menggantikan posisi Ayah dirumah sakit sayang?* tanya sang bunda.
*Untuk saat ini tidak Bunda, aku ingin mencari pengalaman diluar sana. Aku ingin mandiri tanpa membawa embel-embel Hendrawan. Dan aku rasa Ayah belum tua kok, jadi belum waktunya ayah pensiun*
*Apa kamu nunggu ayah tua dulu baru kamu mau menggantikan ayah?* tanya lembut sang ayah.
*Ooh ayah, Ayolaaah.. sejak kapan ayah menjadi tua?? diusia ayah yang berkepala empat itu justru membuat ayah terlihat semakin muda* Mentari menghampiri sang ayah memeluknya dari belakang dan mencium pipi kanan sang ayah.
*Mentari janji yah, setelah Mentari menemukan apa yang Mentari cari dan Mentari sudah siap maka Mentari akan menggantikan ayah*
*Lalu bagaimana dengan Nadya?* tanya bunda
*Nadya satu minggu lagi akan berangkat ke Milan. Orangtuanya ingin mengajarkan tentang bisnis kepadanya bun, dan jika dia mampu maka orangtua nya akan membuka perusahaan di indonesia dan akan di urus oleh Nadya* Mentari sedih sejenak mengingat akan berpisah dengan sahabatnya sejak kecil.
Sang bunda yang mengetahui kesedihan sang putri hanya bisa menghela nafas panjang.
*Baiklah sayang, kita tidak akan memaksamu atas keinginan kita. Lalu rencanamu kedepan apa?*
*Sebenarnya satu bulan yang lalu aku melamar pekerjaan disebuah perusahaan properti ternama di negara ini dan singapura bun..* mentari menghentikan ucapannya karena takut akan tidak disetujui sang bunda.
*Lalu??*
*Dua hari yang lalu pihak HRD menelfon dan aku diterima bun* Mentari menunduk.
*Kalau diterima kenapa kamu cemberut seperti itu sayang?* kali ini ayah Mentari yang mengeluarkan suaranya.
*Sebenarnya aku akan ditempatkan di Bali karena mereka membuka anak cabang baru disana dan akan diresmikan lima hari lagi*
__ADS_1
*Jadi kamu harus berangkat ke Bali dalam beberapa hari kedepan?* terpancar raut ketakutan dan kegundahan diwajah sang bunda.
*Kenapa tidak memilih disini saja sayang? Bunda gamau jauh dari kamu* Airmata kesedihan itu mulai turun dipipi sang bunda.
*Sudahlah bunda, jangan menghalangi keinginan anak selama itu baik. Lagian mana bisa Mentari memilih dimana dia ditempatkan. Mentari tidak akan kenapa-napa* Sang ayah memeluk mencoba menenangkan dan meyakinkan sang istri.
Setelah melewati bujuk rayu yang cukup rumit sang bunda akhirnya mengalah dan menyetujui kepergian sang anak.
*Ayah akan mengirimkan dua orang kepercayaan ayah untuk menjaga Mentari disana tanpa sepengetahuan Mentari, Bunda jangan khawatir*
Tiga hari lagi Mentari akan berangkat ke Bali, untuk melepas kepergian Mentari keluarga kecil itu memutuskan untuk menghabiskan dua hari dengan mendaki gunung bromo tak lupa dengan Nadya yang selalu mereka ajak karena mereka menganggap bahwa Nadya adalah anak kedua mereka. Dan di hari ketiga setelah ashar sebelum Mentari berangkat kedua orangtuanya mengadakan Tasyakuran atas kelulusan sang putri tercinta.
2 Minggu Kemudian
Diruang televisi nampak seorang ibu yang sedang bahagia berbicara melalui telefon genggamnya hingga suara bel berbunyi.
*Sebentar ya sayang, sepertinya ada tamu* sang bunda melangkah menuju pintu utama.
*Siapa ma? ini udah jam 8 malam, masih aja ada tamu*
*Sebentar bunda lihat dulu* sambil mumbuka pintu.
*Nak Awan?*
*Selamat malam tante, Mentari ada?*
*Tidak perlu repot-repot Tante, saya hanya ingin mengajak Mentari jalan sebentar*
*Emm begini nak Awan, sebenarnya Mentari tidak ada dirumah* lemah lembut suara wanita paruh baya itu terdengar.
*Maksud tante apa?? Sejak dua tahun yang lalu setiap saya datang kemari selalu Mentari tidak ada. Bahkan saat wisuda pun Mentari juga tidak mengabari saya*
*Memang kenyataannya Mentari tidak ada dirumah. Dua tahun terakhir dia dan Nadya tinggal di Apartemen dan dua minggu yang lalu Nadya berangkat kerja ke Kalimantan*
*Kenapa tante mengizinkan?? Bukankah setelah lulus seharusnya dia menggantikan om Wahyu di Rumah Sakit?*
*Iya, tapi Mentari menolaknya.*
Awan terlihat geram dan mengepalkan kedua tangannya,hingga sepersekian detik akhirnya beranjak dari kursi meninggalkan rumah itu.
*Pergi kok nyelonong begitu saja* Gumam bunda sambil mengelus dada dan menutup pintu serta menguncinya.
*Halo sayang, kamu masih mendengar bunda nak?*
*Iya bunda, terimakasih ya karena bunda mau membantuku berbohong dan terlepas dari Awan. Jangan sampai dia tau kalu aku sedang ada di Bali ya bunda.*
*Iya sayang itu sudah kewajiban seorang bunda untuk menjauhkan putrinya dari hal-hal yang kurang baik sayang. Ngomong-ngomong bagaimana pekerjaan kamu sayang?*
__ADS_1
*Mentari suka bunda, pekerjaannya juga tidak terlalu berat karena aku ditempatkan di bagian devisi marketing dan teman-teman disini sangat baik bunda*
Seandainya bunda tau, teman-teman disini memang sangat baik meskipun ada beberapa yang sok.. Tapi pemilik perusahaan yang sampai saat ini tidak kelihatan batang hidungnya itu membuatku takut..
*Mentari, kamu tau gak sih waktu peresmian bos kita ternyata sangat tampan,tubuhnya tinggi, berkulit kuning langsat, dan manis banget. Pakaiannya yang rapi dan bermerk menambah kharismanya terpancar. Tapi...*
*Tapi apa din..* tanya Mentari penasaran karena dirinya saat peresmian tidak hadir gara-gara kakinya kesleo saat membantu acara peresmian satu hari sebelum hari H.
*Sikapnya dingin banget, dia tegas dan jarang berbicara. Sekecil apapun kita melakukan kesalahan dimatanya adalah kesalahan yang fatal! Tidak ada yang boleh menatapnya lebih dari 3 detik!*
*What?? Serius kamu??*
*Iih bener! Tadi saat selesai acara ada salah satu pegawai catering yang tanpa sengaja menumpahkan minuman ke sepatunya karena kakinya tersandung. Hanya beberapa tetes saja tapi bos malah menyiramkan sisa air digelas ke pelayan itu dari ujung rambut sampai tubuhnya tau gak. Serem banget deh pokoknya*
Adinda menceritakan dengan bergidik ngeri.
* Yasudah aku mandi dulu ya, kamu besok harus masuk. Beruntung tadi bos tidak menyelidiki siapa yang tidak masuk dihari pertama*
What?? Segitu parahnya kah si bos?? waah jangan-jangan otaknya udah geser kekanan sedikit niih..
Adinda Putri,
Teman baru yang usianya diatas satu tahun dari Mentari. Adinda, gadis cantik dan ceria bertubuh 158cm dengan berat badan 48kg yang hobi makan dan sedikit jahil. Berasal dari Jakarta namun menetap di Bali bersama sang papa untuk melanjutkan kuliah semenjak mamanya meninggal karena kecelakaan saat menuju Bali untuk menengok sang suami sekaligus liburan 5 tahun yang lalu.
Amanda Mikayla, Gadis cantik berusia 23 tahun berasal dari Bandung dengan tinggi 160cm dan berat badan 45kg, wanita ini akan melakukan diet ketat saat berat badannya naik meskipun hanya 1kg saja. Sedikit bicara banyak bekerja, sosok yang dewasa yang mampu menjadi penengah disaat satu kelompok terjadi persaingan.
Wira Siregar, Pria asal Surabaya berusia 25 tahun yang sudah bekerja selama hampir 3 tahun diperusahaan properti tempat Mentari bekerja. Pria tampan ini merupakan ketua tim devisi Marketing. Sosok yang humoris namun tegas saat menjalankan pekerjaan itu dianggap mampu menjadi kakak laki-laki tertua yang akan menjaga mereka.
Febriano biasa dinggil ian. Pria dengan wajah tampan dan berkulit putih sepintas terlihat cuek dan sadis namun siapapun yang sudah mengenalnya pasti akan tau bahwa didalam sana ada hati yang lembut. Orang bilang sih berhati hellokitty. Pria berasal dari Semarang berusia 24tahun ini sangat baik, pengertian dan perhatian kepada semua anggota timnya.
Mentari Hendrawan, Riri tetap menjadi nama panggilannya. Berasal dari Malang dan kini berusia 23Tahun. Bekerja dibagian Marketing dengan 4 teman lainnya (Adinda, Amanda, Wira dan ian).
๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐๐
Note : Mereka berlima tinggal disebuah rumah minimalis fasilitas kantor ditambah 1 buah mobil sebagai alat transportasi mereka ke kantor. Dirumah itu juga ada sepasang suami istri yang akan menjadi penjaga dan pengurus kebutuhan mereka setiap hari.
*SELAMAT MEMBACA ๐ Maaf juga karena Author tidak pandai mencari nama dan visual ๐
__ADS_1
Kisah baru Mentari akan dimulai seiring munculnya Bintang Hermawan..