
“Hei..kau tidak apa-apa?” tanya seorang laki-laki yang sedang merapikan buku-buku yang berserakan didepannya.
“Mari aku bantu” ajak laki-laki itu sambil menjulurkan tangannya yang berniat membantu Kina bangun dari lantai.
“Eh iya..makasi Kak” jawab Kina sambil menerima uluran tangan dan berusaha berdiri.
“Ini bukunya. Hati-hati. Bahaya jika kamu membawa buku sebanyak ini” ucap Zayn sambil menyerahkan buku-buku tersebut ke Kina.
“Eh iya.. terimakasih Kak, lain kali aku akan lebih berhati-hati” jawab Kina dengan tersenyum. Lalu Zayn mengangguk dan segera meninggalkan Kina.
Deg... deg ... deg ...
Kina terpesona dengan senyumnya dan detak jantungnya beradu cepat. Kina hanya bisa memegang dadanya untuk berusaha menenangnya jantungnya untuk kembali normal.
---
Ya..laki-laki itu adalah Zayn, orang yang membuat jantung Kina berdegup kencang. Begitulah awal pertemuan mereka. Pertemuan yang diawali dengan kecerobohan Kina yang terjatuh saat membawa tumpukan buku di toko buku tempat ia melakukan kerja parttime bersama dengan Key. Senyum dan
sikapnya yang hangat membuat Kina langsung terpesona.
“Hey!!! Kau kenapa Kina?seperti habis ketemu siapa sih sampai terkejut seperti ini?” tanya Key sambil menggelengkan kepalanya heran melihat sikap Kina.
“Keeeyy...!! kau tau tidak tadi ada malaikat datang kemari?” seru Kina. Key hanya mengernyitkan dahinya heran. Seketika Key meletakkan punggung tangannya ke dahi Kina. Tidak panas.
“Kau sakit? tapi dahimu tidak panas. Kau melihat malaikat?malaikat apa? Pencabut nyawa?” tanya Key bercanda sambil terkekeh.
“Sembarangan!!!” sambil menepuk lengan Key. Key tertawa sambil mengelus lengan bekas tepukan Kina.”Kau tau? Malaikatnya tampan sekali dan baik hati, dia tadi menolongku membereskan buku dan membantuku
berdiri” Jelas Kina.
“Memang kau kenapa?” tanya Key sambil melihat Kina dari ujung kepala hingga ujung kaki untuk memastikan dia tidak kenapa-kenapa.
“Aku tadi hanya terpeleset karena aku membawa tumpukan buku dan aku kehilangan keseimbangan sehingga aku terjatuh. Tapi ada malaikat baik hati yang menolongku” jelas Kina sambil senyum-senyum
sendiri.
“Hey sadar!!! Ini belum jam tidur!!” seru Key sambil menyelong pergi meninggalkan Kina. Kina hanya melengos mendengar seruan Key dan melanjutkan pekerjaannya lagi.
Siapa ya dia. Jadi penasaran. Apa aku akan bertemu dengannya lagi? ~ gumam Kina.
---
Malam berikutnya.
__ADS_1
“Permisi, selamat malam mba? Keyra ada?” tanya seorang laki-laki ke seorang perempuan didepan kasir.
“Ada Kak mungkin sedang ke belakang” jawab Kina tanpa melihat orang tersebut karena ia sedang asyik menginput harga. Tak lama Kina menoleh untuk meneruskan jawabannya. Kina terkejut karena orang yang ada dihadapannya adalah orang yang kemaren ia puji sebagai malaikat.
“Mmm.. Keyra mungkin sebentar lagi kemari Kak, kakak yang kemaren kesini kan?” tanya Kina.
“Iya.. aku yang kemaren menolongmu saat terpeleset” jawab Zayn. Kina hanya mengangguk senang. Tak lama Key masuk dan menghampiri mereka.
“Kak Zayn...!!!” seru Key sambil melambaikan tangan.
“Kakak ngapain kesini?” tanya Key.
“Kakak hanya ingin melihatmu dan membawakan ini untukmu” jawab Zayn. Zayn segera memberikan kantong berwarna pink untuk Key.
“Kakak kemaren baru pulang dari negara S. Saat disana aq melihat ada buku bagus untukmu. Ambillah sebagai oleh-olehmu. Dan ini ada ice cream kesukaanmu” ujar Zayn.
“Wah..Kak, kau baik sekali apa tidak merepotkan?” tanya Key. “Tidak” jawab Zayn tersenyum dan mengelus kepala Key.
Kina yang melihat adegan itu hanya merasakan bahwa dadanya sakit, tapi tidak sakit dalam arti yang sebenarnya. Dia hanya merasakan sakit dan sesak. Perasaanya seketika terluka melihat perhatian Zayn ke Key. Dia hanya mampu senyum saat Key memperkenalkan dirinya dengan Zayn.
“Hai...aku Zayn, kau Kina kan? Tanya Zayn. Kina terkejut.
“Eh..bagaimana kau tau namaku?”tanya Kina
“Taulah.. kau yang selalu berada disisi Key. Terimakasih sudah menemani Key saat aku tidak ada” ujar Zayn. Kina hanya mengernyitkan dahinya dan menengok ke Key minta penjelasan.
ikut pindah. Dan saat ini, orangtuanya sudah menetap dikota ini karena papanya sudah memiliki perusahaan di kota ini sehingga dia juga akan menetap di disini untuk melanjutkan kuliahnya dan membantu mengelola perusahaan papanya” jelas
Key.
“Oh..baiklah..salam kenal. Aku Kina Olivia panggil saja aku Kina. Sahabat Key” ucap Kina sambil memberikan tangannya untuk menjabat tangannya Zayn.
“Kenalkan saya Zayn Bryan Cornelius, panggil saja Zayn” ucap Zayn sambil tersenyum dan menjabat tangan Kina.
Senyumnya itu lho. Manis sekali. Membuatku meleleh ~ batin Kina.
Kemudian Kina mempersilakan Key untuk mengobrol dengan Zayn sebentar. Kebetulan toko sedang sepi jadi Kina bisa menghandel semuanya. Sesekali Kina melihat kearah dua orang yang sedang berbincang seru sambil tertawa disudut meja toko itu. Senyum yang awalnya merekah di wajah Kina seketika menghilang seiring dengan melihat perhatian Zayn ke Key yang ia rasa berbeda.
Ternyata Zayn memiliki perasaan dengan Key. Baiklah Kina pendam rasamu ya. Jangan sampai perasaanmu menghancurkan persahabatanmu. Key adalah sahabatmu satu-satunya aku tidak mau menyakitinya ~ batin Kina.
“Ayo Kina tetaplah tersenyum. Walaupun perasaanmu tidak terbalaskan. Setidaknya melihat mereka bahagia aku sudah juga bahagia. Biarkan aku yang merasakan rasa ini sendiri” gumam Kina . Senyum-pun kembali muncul diwajah cantik dengan lesung pipit yang terlihat di kedua pipinya.
---
__ADS_1
Begitulah kisah awal munculnya perasaan Kina terhadap Zayn. Dan hari ini, ia melihat lagi perhatian Zayn ke Key. Walaupun ia sudah sering melihat kedekatan mereka, tapi Kina tetap berusaha seolah tidak terjadi apa-apa. Kina hanya mampu memendam rasa ini sendirian.
Disaat ia terbaring di tempat tidur, ia mendengar suara ribut-ribut diluar kamar. Ia mendengar ibunya menangis dan ayahnya yang berteriak memaki ibunya. Kina segera keluar dan melihat adik-adiknya mengintip dari balik tembok sambil menangis ketakutan. Kina segera menyuruh adik-adiknya untuk masuk ke kamar. Kina segera menghampiri ibunya dan memeluknya saat ayah mulai memukul ibu dengan gesper.
“Mana uangmu? Aku butuh uang itu, kemarikan uangmu. Kalau tidak mau akan aku pukul kau!” seru Ayahnya Kina sambil memukul ibu Kina namun dihadang oleh Kina. Dan akhirnya Kina-lah yang menerima semua pukulan itu. Ibu hanya bisa menangis histeris. Kemudian Kakaknya Kina, Andrean, datang dan langsung menahan tangan ayahnya.
“Jangan pukul mereka ayah! ini uang untukmu. Ambillah dan jangan pernah kembali lagi!” seru Bimo sembari memberikan uang ke ayahnya.
“Cuih...Cuma segini? Aku akan datang lagi lusa. Kau harus berikan uangmua padaku. Jika tidak, aku tidak tau apalagi yang akan aku lakukan pada ibumu dan adik-adikmu itu. Kau ingat Itu”
ancam Ayahnya. Seketika ayahnya pergi dari rumah.
Andrean dan ibunya segera menolong Kina, dan memberikan minum untunya agar ia lebih tenang.
“Tenanglah, kakak disini. Kau baik-baik saja?” tanya Andrean kepada Kina.
“Aku baik-baik saja kak, bagaimana dengan ibu?” tanya Kina.
“Aku baik-baik saya nak. Maafkan ibu ya nak” pinta ibu.
“Sudahlah bu.. ibu sebaiknya istirahat saja. Aku akan ke kamar Kezia dan Kenzo untuk menenangkannya karena
tadi mereka sempat melihat peristiwa ini. Dan mereka ketakutan, aku takut mereka jadi trauma” jelas Kina.
“Kakak saja yang akan menenangkan mereka, kau beristirahat saja dan obati lukamu” perintah Andrean. “Baik Kak. Terimakasih sudah membantu”
“Sama-sama adikku” sambil mengelus pipi Kina. Kina pun tersenyum kepada kakak tersayangnya itu. Kina kemudian masuk ke kamar dan mengobati lukanya, sedangkan kakaknya segera ke kamar adik kembar. Di dalam kamar, Kina hanya bisa menagis tanpa suara.
---
Seperti itulah kehidupan Kina, berada dikeluarga yang sederhana, memiliki ayah yang keras dan kasar, ibu yang tidak berani melawan karena ayah merupakan suami yang ia cintai, kakak yang begitu menyayangi dan menjaganya, serta kedua adik kembar nya yang malang selalu melihat peristiwa itu entah mereka trauma atau tidak yang ada, Kina ingin selalu melindungi mereka. Karena keadaan inilah, Kina tumbuh sebagai sosok
kakak yang selalu ingin melindungi adiknya. Sosok yang akan terlihat tegar diluar namun rapuh didalam. Dia hanya akan terlihat rapuh jika ada didepan kakak laki-lakinya itu, namun akan menjadi tegar sekuat karang jika ada di
depan ibu dan adik-adiknya.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.