Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
SAKIT


__ADS_3

Pagi hari yang cerah tentu membuat siapa saja menjadi semangat menjalani hari yang baru. Namun berbeda dengan gadis yang satu ini,setelah begadang semalaman dengan Nadya, pagi Mentari kali ini benar-benar kacau.


*Ahhhhhg aku kasiangan!* Mentari berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri lalu bersiap-siap untuk mencari secuil rezeki.


Tingg...


Denting pintu lift terbuka, menampakkan dua pria tampan bertubuh tinggi. Siapapun yang melihatnya maka tak akan mampu untuk bekedip walaupun hanya sedetik.


Bintang melirik jam tangannya, Mngerutkan dahi dan mengangkat satu alisnya.


*kemana gadis itu! Kenapa ruangannya masih kosong!* Batin bintang dengan mata yang melirik kanan kiri mencari sosok yang dia ingin lihat sejak dua hari yang lalu. Dua hari?? Iya! Karna sekarang hari senin sedangkan hari sabtu dan minggu libur. hehe


5 menit, 10menit dan menit-menit berikutnya dilalui dengan rasa resah. Yang ditunggu tak kunjung datang. Bintang menelfon sang asisten untuk datang keruangannya.


*Erick! Cari tau dimana Mentari berada. Kenapa dia belum datang juga sedangkan Rapat akan dimulai sebentar lagi!*


*Baik tuan*


Erick bergegas keluar dari ruangan Bintang dan segera menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari dimana Mentari berada.


tok..tok..tok..


*Permisi tuan, Nona Mentari sejak dua hari yang lalu tidak pulang ke Apartemennya*


*Apa??? Apa kau sudah menyelidikinya dengan benar??*


*Iya tuan, bahkan ada beberapa orang yang melihat dia membawa ransel yang menurutnya itu beberapa pakaian. * Erick yang ketakutan menatap mata dingin itu tubuhnya langsung gemetar.


*Keluarlah! Jika dia sudah datang suruh segera menemuiku!*


*Baik Tuan*


Nona.. sebenarnya dimana dirimu apa kau tau bahwa kau sedang berhadapan dengan malaikat maut??


Erick menggerutu dalam hati.


Di Tempat Lain

__ADS_1


*Aaarghhh Sial! Kenapa Nadya tidak membangunkanku! Apertemenya jauh dari kantor dimana aku bekerja. Taxi juga tidak ada yang berhenti, Bahkan dompetku tertinggal! Dan apa ini?? Hp ku bahkan batreinya lowbath! Dan aku juga belum sarapan sama sekali. Benar-benar lengkap sudah penderitaanku pagi ini!*


Mentari menggerutu sepanjang jalan! Hampir 15 menit dia berjalan namun tidak ada taxi satu pun yang berhenti ketika dia hentikan.


Sejenak dia berhenti dan melirik jam dipergelangan tangannya.


*Owh Asataga!!!!* Mentari memekik melihat hari yang sudah siang.


*Rapat akan dimulai 30 manit lagi! Bahkan aku masih berdiri disini??? Aaahhh benar-benar hari yang sangat sial!*


Mentari melepaskan sepatu berhak 7cm nya lalu menenteng dan berlari agar secepat mungkin dirinya sampai kantor. Pedihnya luka di telapak kaki sudah tak dia rasakannya satu hal yang kini menari-nari diingatannya Pasti tuan balok es itu akan memecatku sekarang! Tunggu jika aku dipecat itu masih mending, bagaimana jika aku dilempar kekolam piranha?? hii..


Mentari bergidik ngeri sambil terus berlari.


*Selamat pagi nona Mentari, kaki anda kenapa terluka seperti itu?* ucap salah satu satpam yang melihat banyak darah di bekas tapak kakinya.


*Selamat pagi pak?? Apa tuan Bintang sudah datang?* Bukannya menjawab namun Mentari malah bertanya di balik pertanyaan.


*Sudah dari 30 menit yang lalu nona*


*Baik. Terimakasih pak*


Ting.. Pintu lift terbuka.. Mentari berjalan sempoyongan karna merasakan kakinya yang sangat amat perih.


*Nona Mentari, darimana saja anda?? Tuan Bintang sudah menunggu anda sejak tadi. Dia berpesan jika anda datang silahkan langsung menemuinya*


Erick mengatakan dengan sangat formal, dirinya menyadari bahwa ada sepasang mata tajam yang memperhatikannya dari dalam ruangan didepan posisinya berdiri saat ini.


*oowh iya Tuan. Terimakasih*


*Bersabarlah Mentari, kamu harus kuat. Dia tidak akan memakanmu. Mungkin hanya akan memotong kaki mu karna kau berjalan dengan sangat lambat atau mencongkel matamu karna kau bangun kesiangan sampai kau terlambat.


tok..tok..tok...


*Permisi tuan, apa tuan memanggil saya?*


Mata itu, kenapa memandangku seperti seakan-akan akan memangsaku*?! Lutut Mentari bergetar hebat saat dirinya merasa bahwa dia tidak dalam situasi yang baik-baik saja.

__ADS_1


*Dari mana saja kamu! Apa kau akan membuat perusahaaanku bangkrut dalam sedetik! Kau tau bahwa rapat akan diadakan sebentar lagi tapi kau justru datang terlambat 30 menit!*


*Maaf tuan, saya sulit menemukan Taxi*


*Bukankah aku sudah memberimu mobil pribadi? Apa kau menyia-nyiakan fasilitas yang kuberikan?! Bahkan kau tidak menempati Apartemenmu dengan benar!*


*Maaf tuan* Mentari hanya mampu menunduk karena ketakukan.


*Kemana kau sejak dua hari lalu?? Apa kau tidur bersama laki-laki diluaran sana!*


Mentari terkejut dengan ucapan sang atasan.


Bagaimana bisa anda berbicara seperti itu tuan? Bahkan kau tidak tau seperti apa kehidupanku yang sesungguhnya.


Mentari terisak tak mampu membalas ucapan sang atasan dia berlari keruangannya dengan air mata yang semakin deras.


Diruangannya Bintang merasakan frutasi, dia melempar secangkir kopi kesembarang arah, mengusap kepalanya dengan kasar.


Bagaimana bisa aku berbicara kasar padanya seperti itu! Dia pasti terluka karna ucapanku! Dia pasti Kecewa bahkan benci padaku saat ini!! Aaah bodoh!!


Bintang merutuki dirinya sendiri.


*Tuan.. Tu...*


Belum selesai Erick mengucapkan kalimatnya namun Bintang sudah memotongnya.


*Apa kau sudah lupa cara memasuki ruanganku?! Kenapa kau tidak mengetuk pintu terlebih dulu?! Apa kau sudah bosan memiliki dua tangan?!*


Bintang menatap Erick tajam dengan rahang yang mengeras.


*Ma..Maaf tuan, ta.. tapii...*


*Kenapa kau menjadi gagap! Berbicaralah dengan benar!*


*I..tu.. itu tuan, Nona Mentari pingsan diruangannya..*


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€

__ADS_1


Terimakasih sudah baca,


Minta tolong untuk tinggalkan jejak yaa ๐Ÿ‘๐Ÿ’ฌโค๐ŸŒŸ Agar authornya semangat dan bisa berimajinasi ๐Ÿ˜Š


__ADS_2