
“Aku akan antar kau” ucap Rey
“Tidak perlu Pak, Saya naik bus saja”
“ Baiklah, tapi kau tidak perlu ke kantor sekalian. Karena saya tidak mentolerir karyawan yang terlambat” ancam
Rey
“Hah! Tapi Pak. S-saya hanya tidak enak saja Bapak mengantar saya. Apalagi semalam saya tidak pulang”
“Terserah kau”
Tak ada kata yang terucap. Mereka keluar dari apartemen dan menuju ke parkiran mobil.
“kenapa kau mengikutiku?” tanya Rey setelah menghentikan langkah kakinya.
“Hmm.. kata Bapak, Bapak akan mengantarkan saya pulang” jawab Key
“Tidak jadi. Pulanglah sendiri!”
“Ha??”
Apa-apaan orang ini. Jalan pikirannya berubah dengan cepat. Dan sekarang aku harus pulang naik bus, ganti
baju dan langsung ke kantor dalam waktu cepat. Mana mungkin bisa datang tepat waktu?Tapi aku harus berusaha ~ batin Ky sambil menatap Rey. Kesal.
“Kenapa? Kesal? Daripada kau memandangiku sambil kesal lebih baik kau segera naik bus, ganti baju, dan segera ke kantor. Paham?” jelas Rey sambil melipat tangannya didepan dada.
“B-baik Pak. Saya permisi”
Key berlari ke arah halte bus yang ada didepan apartemen mewah Rey. Dan Rey segera masuk ke mobil dan melajukan mobilnya menuju kantor.
-----
‘Key!!!” teriak seseorang.
“Kak Zayn?” tanya Key terkejut.
“Darimana dan mau kemana Key? Kenapa kau ada didaerah sini?”
“ Hmm... Kak nanti akan aku ceritakan. Tapi bisakah Kakak mengantar aku pulang dan aku harus segera ke kantor kak, agar tidak terlambat”
“Baiklah. Ayo naiklah. Pakailah helm ini”
“Terimakasih kakak. Kau malaikatku”
Blush. Wajah Zayn tiba tiba memerah.
“Kakak kenapa? Wajahnya merah” tanya Key sambil menerima helm yang diberikan oleh Zayn.
“Eh. Tidak apa-apa” ucap Zayn menggelengkan kepalanya dan tersenyum malu.
__ADS_1
Key segera naik ke motor setelah ia menggunakan helm dengan sempurna. Zayn melajukan motornya menuju rumah Key.
“Pegangan Key. Takutnya kau jatuh karena tertiup angin” ucap Zayn dengan sedikit berteriak agar Key mendengar.
“Kakak pikir aku sehelai kertas yang dengan mudahnya tertiup angin” teriak Key sambil tertawa.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di rumah Key.
“Terimakasih Kak sudah mengantarkan Key pulang”
“Nanti saja berterimakasihnya. Aku masih harus mengantarmu ke kantor”
“Kakak bisa mengantarkanku ke kantor?”
“Bisalah. Aku kan malaikatmu” sombong Zayn sambil tertawa.
“Baiklah. Kakak masuk dulu. Key mau ganti baju sebentar”
Mereka berdua masuk ke dalam rumah dan disambut oleh ibunya Key. Ibu Marina.
“Key. Darimana saja kau semalam. Kenapa tidak pulang dan tidak memberi kabar. Ibu menelfonmu tapi tidak tersambung. Kau tau betapa kami mengkhawatirkanmu?” omel Ibu Marina.
Cupp...cupp...
“Ibu tidak perlu khawatir. Key baik-baik saja. Key bisa jaga diri. Tadi malam Key ada pekerjaan sampai larut
malam dan hp Key mati bu jadi Key tidak bisa mengabari. Maafkan Key ya bu? Jelas Key sambil mencium kedua pipi dan memeluk ibunya.
“Hmm..aku akan mandi dan ganti baju. Tapi Key minta maaf, Key tidak bisa sarapan bu. Key sudah makan dan Key
harus segera berangkat lagi. Key tidak mau terlambat” jelas Key
Ibu Marina menghela nafas dalam.
“Baiklah” jawab Ibu Marina dengan tersenyum
“Oh iya. Kak Zayn saja yang sarapan ya. Bolehkan Bu?” tanya Key
“Bolehlah, Ayo Nak Zayn. Ibu malah baru sadar kalau ada Nak Zayn. Maafkan ibu ya nak”
“Tidak apa bu” jawab Zayn sambil menyalami dan mencium tangan Ibu Marlina.
Ibu Marlina mengajak Zayn ke ruang makan untuk sarapan sambil menunggu Key mandi.
“Nak Zayn. Ibu boleh bertanya?”
“Boleh bu. Silakan saja” Zayn menjawab sambil mengambil lauk untuk ia makan
“Memang Key semalam kemana nak. Kenapa bisa pulang dengan Nak Zayn”
Zayn menghentikan makannya dan meletakkan sendok di piring.
__ADS_1
“Hmm.. Key semalam tidur dirumah Kina bu. Dan tadi pagi saya ketemu Key di halte bus, saya menawarinya untuk
mengantarkannya pulang. Dan Key mau bu. Karena dia terburu-buru untuk segera ke kantor” jelas Zayn sambil tersenyum
Biarlah aku berbohong terlebuh dahulu. Sebenarnya aku juga penasaran kenapa Key ada di kawasan mewah itu
pagi-pagi. Coba nanti aku akan bertanya ke Key ~ batin Zayn
“Oh begitu ya nak. Ibu jadi tenang. Baiklah lanjutkan makanmu nak”
Zayn mengangguk dan meneruskan makannya.
Taklama Key keluar dengan pakaian kerjanya.
“Aku sudah siap kak. Ayo berangkat”
“Key, tunggulah. Biarkan Nak Zayn menghabiskan makannya terlebih dahulu. Kamu tidak boleh seperti itu!”
“Baiklah bu”
“ Tidak apa bu. Aku sudah selesai makannya. Ayo Key kita berangkat. Kami pamit ya bu” ucap Zayn sambil menyalami dan mencium tangan Ibu Marina.
Begitu pula dengan Key. Key pamit sekaligus mencium kedua pipi ibunya.
“Kau ini!” ucap ibu Marina sambil menjewer telinga Key. Key saat itu hanya meringis kecut dan segera melambaikan
tangannya.
Zayn segera melajukan motornya menuju kawasan perkantoran.
“Key. Pengangan. Aku akan sedikit mengebut agar cepat sampai” teriak Zayn
Tangan Key berpegang erat di baju Zayn. Zayn melirik dan wajahnya seketika memerah dan tersenyum sambil melajukan motornya lebih cepat. Sesaat Zayn berharap ia membutuhkan waktu cukup lama untuk sampai ke Antony Grup.
---
Rahang seorang yang berada didalam mobil mengeras ketika melihat ada seorang perempuan dan laki-laki berboncengan dengan keadaan tangan yang memegang pinggang laki-laki tersebut. Perbincangan diatas motor dan tertawa lepas memperlihatkan kedekatan kedua orang ini.
Dia bisa tertawa seperti itu? Dan dia mau memeluk pria itu? ~ gumam Rey sambil menatap kesal ke arah Key dan Zayn yang sedang mengobrol saat di perempatan menunggu lampu hijau menyala.
.
.
.
.
Hai-hai para pembaca sekalian.Terimakasih sudah mau membaca novel pertamaku. Mohon maaf jika ada beberapa yang kurang tepat entah kosa kata, alur atau apapun. Saya mohon maaf karena saya baru belajar. Mohon masukannya agar kedepannya bisa lebih baik lagi. Jika boleh meminta, mohon tinggalkan like dan commetnya ya temans. Terima kasih ^^
__ADS_1