Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
LAMARAN


__ADS_3

Satu minggu sudah berlalu kini saatnya Mentari menjalani aktifitasnya kembali.


*Selamat pagi tuan* sedikit membungkukkan badan saat tuan Bintang akan memasuki gedung perusahaannya.


*Hemm, apa kakimu sudah sembuh?*


*Sudah tuan* Jawab Mentari.


Bintang, Mentari dan Erick memasuki lift dimana lift itu memang di khususkan untuk tiga orang tersebut tidak ada karyawan lain yang boleh menggunakannya.


*Tunjukan jadwal saya hari ini* tetap dengan suara dinginnya.


Mentari memberikan tab yang di situ terdapat jadwal Bintang hari ini.


Tak terasa hari sudah mulai gelap, benar apa kata orang jika hari senin adalah hari yang panjang selama satu minggu. Rasanya hari ini begitu lama menurut Mentari.


Setelah satu minggu sering berduaan kini saatnya Mentari menepati janjinya kepada Bintang.


19.00 : Tuan Bintang


*Aku sudah dibawah. Segeralah turun


19.02 : Mentari


*Baik tuan


Tanpa menunggu lama akhirnya mereka menuju tempat yang dituju.


Cafe XXX


Suasana di cafe itu terlihat indah, penerangan yang redup, banyak bunga di sisi-sisinya, sesuatu yang romantis.


Makanan sudah tersedia di atas meja.


Setelah melalui keheningan yang cukup panjang..


*Tuan Bintang, apa ini tidak berlebihan?*


*Apa kamu tidak nyaman Mentari?*


*Bu..bukan seperti itu tuan, hanya saja ini seperti dinner sepasang...* Mentari tidak melanjutkan ucapannya

__ADS_1


*Sepasang apa Mentari?*


*Sepasang kekasih* Mentari menundukkan wajahnya yang memerah karena malu.


Bintang mengeluarkan sesuatu dari dalam sakunya..


*Mentari, maukah kau menikah denganku?*



*Maksud tuan Bintang apa?*


*Aku ingin kau menikah denganku, tanpa penolakan* Bintang menarik tangan Mentari dan memakaikan cincin itu.


*Tapi tuan, anda belum tau siapa saya. Masa lalu saya, dan pribadi saya*


*Cukup! Saya tau semuanya! Awan, Arya, orang tuamu, Nadya semuanya saya tau. Karna itulah aku mengingikan kamu menjadi sekretarisku. Aku ingin lebih dekat dan mengenalmu. Aku mohon menikahlah denganku*


*Tanpa cinta??* Mentari tersenyum getir mengingat ada satu manusia yang sebegitu mudah menerimanya..


Apa dia juga akan menghilang seperti arya?? Mentari menertawakan nasibnya yang malang itu.


*Tidak!! Saya percaya bahwa kamu akan mencintai saya seiring berjalannya waktu!*


*Tidak Mentari, kamu hanya perlu mengatakan IYA! Sekarang juga kita akan berangkat ke Malang menemui orangtuamu*


Setelah melalui perdebatan yang panjang dan Dengan hati,fikiran serta fisik yang tidak sinkron akhirnya Mentari menuruti keinginan Bintang.


Sebenarnya anda ini siapa tuan? Bagaimana aku menjelaskan kepada orangtuaku? Bagaimana jika Arya datang mewujudkan janjinya beberapa tahun yang lalu?


Lelah berfikir kini Mentari tertidur dipundak Bintang.


Bahkan saat tertidur saja kamu terlihat cantik Mentari.


Erick tersenyum geli saat mengetahui jika sang atasan yang dingin, arogan dan sadis itu kini sedang jatuh cinta.


Erick,Sahabat kelaigus asisten pribadi yang akan selalu siaga 24jam saat dibutuhkan oleh Bintang. Seperti kali ini saat perjalanan ke Malang menuju kediaman orang tua Mentari, Erick bersedia menjadi supir Bintang meskipun Bintang juga membawa pak Iyon (Supir pribadinya).


Pak Iyon duduk di kursi depan dengan Erick, sedangkan Bintang duduk dikursi penumpang bersama Mentari. Serta satu mobil lagi mengikuti dari belakang yang berisikan empat orang pengawal Bintang.


*Cari hotel terdekat Erick, kita akan istirahat sejenak sambil makan dan membersihkan diri sebelum bertemu orang tua Mentari*

__ADS_1


*Baik tuan* Erick yang sudah lelah itu hanya bisa mengangguk-angguk saja.


Bintang yang bangun sejak satu jam yang lalu mengelus puncak kepala Mentari yang membuatnya mengerjapkan mata untuk membiasakan sinar matahari yang sudah terang.


*Apa pundakku sangat nyaman Mentari, sampai kau dari semalam tidak terbangun sama sekali* Bintang tersenyum bahagia menggoda Mentari yang justru cemberut bercampur malu.


*Jangan mimpi tuan!*


*Kau boleh saat ini berlaku jual mahal Mentari, tapi setelah menikah denganku bahkan kau akan sangat menurut padaku*


*Apa tuan pikir orang tuaku akan menyetujuinya?? Aku rasa tidak!*


*Jika orang tuamu setuju bagaiman?*


*Mimpi! Setelah ini aku akan keluar dari perusahaan anda tuan Bintang Hermawan yang terhormat!*


*Bagus! Ternyata kamu sudah merencanakan untuk menjadi istri yang patuh ya Mentariku sayang*


Bintang yang melihat Mentari marah justru malah menggodanya sampai Mentari benar-benar kehabisan kata-kata.


*Kita sudah sampai di hotel tuan* Erick membuka sabuk pengamannya lalu membuka pintu untuk Bintang.


*Turunlah Mentari, kita akan makan, mandi dan beristirahat sebentar*


*Tidak! Aku akan menunggu disini saja!* Mentari memalingkan wajahnya.


*Baiklah, tapi jika nanti orangtua mu melihat keadaanmu yang acak-acakan seperti ini jangan salahkan saya jika saya akan mengatakan bahwa semalam kamu telah memperkosa saya di hotel* Bintang menutup pintu mobil berjalan meninggalkan Mentari dan tertawa penuh kemenangan saat menyadari bahwa Mentari mengikutinya dari belakang.


Sial, dasar tuan muda kaya yang sinting! Seenaknya saja Meminta anak orang menikah dengannya! Atau jangan-jangan dia memang... hiii...


Mentari geli sendiri dengan pemikirannya yang tidak karuhan.


Hari sudah siang, mereka melanjutkan perjalanan yang kurang sedikit lagi.


Perjalanan jauh itu membuat Mentari sungguh lelah dan tertidur, ya meskipun hanya duduk namun terasa lelah, lelah karena selalu saja beradu mulut dengan Bintang yang tidak ada habisnya.


*Mentari, bangunlah.. Kita sudah sampai di rumah orangtuamu*


Mentari yang sudah bangun itu kini terkejud,


Sungguh! Ini adalah rumah bunda dan ayah. Darimana mereka tau rumahku? Lalu apa yang akan aku katakan pada ayah dan bunda.. ahhh Mentari, kamu bodoooh!!!

__ADS_1


๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€


Cerita ini akan segera author akhiri, karena author merasa tidak ada yang tertarik dengan ceritanya, tidak ada yang like,coment ataupun dukungan sehingga author jadi sulit berimajinasi, tidak ada semangat dan sedikit malas. Mungkin di cerita yang ke dua akan Author bikin yang lebih menarik. Terimakasih


__ADS_2