Pelangi Selepas Hujan

Pelangi Selepas Hujan
Episode 8. Jabat tangan


__ADS_3

Reynan, Farel, dan Keyra telah sampai terlebih dahulu di restoran yang telah disepakati dengan klien untuk


membahas masalah proyek mereka. Mereka sengaja datang lebih awal, karena hal itu mencerminkan bahwa mereka bekerja secara profesional.


“Selamat datang Tuan Cornelius, lama tidak bertemu dengan anda. Mari silakan duduk” sambut Reynan sambil menjabat tangan Tuan Cornelius.


“Oh iya,  sewaktu ditelfon kemarin, anda akan membawa anak anda sebagai penanggung jawab proyek ini” tanya Reynan.


“Iya, tentu anak saya akan datang. Dia sedang dalam perjalanan kemari karena tadi pagi dia harus ke kampus bertemu dengan dosennya. Maklumlah dia masih kuliah, namun saya sudah memintanya untuk ikut sedikit demi sedikit urusan bisnis keluarga kami” jelas Tuna Cornelius.


“Oh ya, anak anda pasti hebat seperti ayahnya ya” timpal Reynan


“Ah..kau bercanda!” tukas Tuan Cornelius sambil tertawa dan menepuk bahu Reynan. “Kau juga hebat, bisa


membangun perusahaanmu mulai dari nol sampai sekarang!” tambah Ruan Cornelius.


“ Hahaha..anda terlalu memuji tuan. Sudahlah, mari kita duduk dan silakan anda pesan sesuai keinginan anda” jelas Reynan. Kemudian Tuan Cornelius langsung memesan minuman 2 jenis, satu untuk dirinya satu untuk anaknya.


“Oh iya Tuan Cornelius, perkenalkan ini Farel sekretaris saya dan Keyra karyawan magang di perusahaan saya” jelas Reynan. Mereka saling berjabat tangan satu sama lain. Dan mereka mulai mengobrol dan diselingi oleh minum dan makan sambil menunggu kedatangan anak tuan Cornelius. Tak lama kemudian, terdengar langkah kaki yang terdengan cepat menuju meja yang mereka tempati.


“Maaf ayah, aku terlambat. Tadi aku terlalu asyik dengan dosenku yah”


Berapa detik kemudian, ada tiga pasang mata yang melotot kaget dan mulut yang membulat. Dua pasang mata yang lain, hanya saling melihat bergantian ke arah tiga orang tersebut.


“Keyra!” “Kak Zayn” ucap Keyra dan Zayn berbarengan.


“ kalian sudah saling bertemu sebelumnya?” tanya Tuan Cornelius.

__ADS_1


“Iya yah ini Keyra, teman sekampus Zayn. Teman saat kecil yah. Apa ayah lupa? dia yang sering main dengan zayn di taman yah, seorang anak kecil yang suka memakai baju warna hitam, rambut dikuncir, dan selalu memakai topi. Apa ayah sudah ingat?” jelas Zayn


“Oh ya..ayah ingat. Ternyata kau sudah tumbuh sebagai wanita cantik dan feminim. Bahkan saya sampai tidak ingat


wajahmu lagi. Kau dulu sangat tomboy dan tak pernah dandan Key!” ucap Tuan Cornelius.


“Iya yah. Sekarang Key sudah berubah lebih lebih feminim dan.... cantik!”  ucap Zayn tersenyum memandang Key. Keyra yang masih terkejut hanya bisa mengangguk.


“Eh iya Tuan Cornelius, maaf saya juga tidak ingat karena sudah sangat lama tidak bertemu. Anda terlihat sangat


segar dan sehat tuan” jelas Keyra.


“Jangan panggil saya Tuan, panggil saya ayah seperti dulu! Ayolah!” pinta Tuan Cornelius. Keyra bingung dengan


permintaan Tuan Cornelius. Di satu sisi ia ingin menghormati ayah Kak Zayn disisi lainnya dia adalah karyawan Anthony Grup yang notabene klien dari perusahaan ayah Zayn, Cornelius Company. Keyra melirik ke arah Farel dan Reynan.


Aduh bagaimana ini. Raut muka Kak Farel sih santai. Tapi.... raut muka orang satu ini bahkan aku tidak tau dia


“Hmm..maaf tuan.. sekarang posisi saya sebagai karyawan Anthony Grup, jadi saya sebisa mungkin bersikap sopan dengan tetap memanggil anda Tuan Cornelius. Tapi saya janji jika saya berada diluar perusahaan, saya akan memanggil anda dengan panggilan ayah” jawab Key sambil tersenyum. Zayn dan Tuan Cornelius tersenyum mendengar jawaban dari Key dan mereka-pun mengangguk tanda setuju. Zayn segera duduk disamping ayahnya.


Tak ada yang menyadari bahwa ada satu manusia yang sudah terlihat garang ingin menonjok semua orang. Dia tak lain adalah Reynan.


Reynan mengertakkan giginya, menatap tajam ke arah Keyra dan Zayn serta menggengam tangannya untuk meredam emosi. Bagaimanapun juga mereka adalah klien penting. Dia tidak mau proyeknya gagal begitu saja karena tidak dapat mengontrol emosi.


Ternyata orang ini anak dari Tuan Cornelius. Keyra pandai juga mencari pasangan. Menyebalkan! Awas kau Key ~


batin Reynan.

__ADS_1


Ada apa dengan Reynan. Tidak biasanya dia seperti itu. Pandangan matanya mulai mematikan lagi padahal tadi


dia sangat terbuka. Sekarang dia malah menunjukkan taringnya. Apa ada sesuatu yang terjadi antara dia, Key, dan Zayn ~ tanya Farel dalam hati.


“Oh iya perkenalkan Tuan Reynan, ini dia anak saya Zayn, Zayn ini Tuan Reynan nanti kau akan banyak


berkomunikasi dengannya” ujar Tuan Cornelius. Zayn langsung mengangkat tangan ingin berjabat tangan. Rey yang daritadi hanya menatap tajam Zayn, kemudian menjabat tangan Zayn sambil meremasnya. Key yang masih takjub atas peristiwa ini hanya bisa tersenyum.



“Aduh.. sakit!” teriak Zayn kecil.



.



.



.



.

__ADS_1



.


__ADS_2