
Malam harinya, kini keluarga Abraham sedang makan malam dengan keluarga sanjaya.
"Selamat datang dikediaman Abraham Putra, apa kabar mu? " Sambut tuan Abraham.
"Kabar saya baik tuan Abraham bagaimana dengan anda? " Putra balik menanyakan kabar tuan Abraham.
"Hahaha.... Tidak perlu memanggil ku dengan tuan, kayak sama siapa saja" tuan Abraham tertawa dengan ucapan calon besannya.
" Hahaha.... Baiklah Abraham " Putra pun ikut tertawa.
"Mari masuk, kita sudah menyiapkan makan malam nya" Ucap Abraham menyuruh putra beserta istri nya masuk.
Mereka pun berjalan kedalam rumah.
"Oh ya dimana Dio? " Tanya Abraham.
"Dia sedang ada urusan diluar sebentar, nanti dia akan menyusul kesini " Putra memberitahukan maksud keterlambatan anaknya.
"Baiklah, pasti dia sangat sibuk" Ucap Abraham.
Diruang makan sudah tersedia banyak makanan yang enak, disitu sudah ada Stella dan Sinta mama nya.
"Selamat datang jeng, apa kabar mu? " Sinta menyapa irma ibunda dari Dio. Mereka berpelukan dan saling menempelkan wajahnya bergantian.
" Kabar ku tentunya baik, oh selamat malam Stella sayang" Ujar irma sambil memeluk dan mencium wajah Stella.
" Baik, tante" Stella tersenyum ramah.
" Mari, silahkan duduk dulu" Ucap Abraham meneyela pembicaraan para perempuan itu.
"Oh iya silahkan" Sinta mempersilahkan mereka untuk duduk.
Mereka pun duduk ditempat masing-masing.
" Oh ya... Tante, Dio mana? " Stella celingukan mencari Dio.
"Katanya tadi telat sayang, mungkin mau menyiapkan sesuatu untuk kamu" Ujar Irma.
__ADS_1
Stella pun tersipu malu. "Tante bisa saja " Ucapnya dengan nada malu-malu.
Terdengar langkah kaki yang menuju ke arah mereka.
" Selamat malam semuanya, maaf aku terlambat, tadi ada yang ingin aku beli" Dio menyapa mereka semua yang ada di meja makan.
" Selamat malam yo, mari duduk " Sinta menyuruh Dio untuk duduk.
"Baik tante " Dio pun duduk di sebelah Stella.
" Maaf semuanya sebelum makan malam, ada yang ingin aku sampaikan terlebih dahulu " Dio meminta waktu pada mereka.
"Apa yang ingin kamu sampaikan Dio" Ucap Putra.
"Sebentar dulu pa" Dio mengeluarkan sesuatu dari sakunya, ternyata itu cincin.
Dio pun menggenggam tangan Stella. " Disini dengan disaksikan oleh semua keluarga kita aku Dio sanjaya akan melamar Stella Abraham " Ujarnya dengan lantang.
Stella yang mendengarnya sangat terharu, bahkan dia hampir menangis, dia tidak menyangka Dio akan melamarnya sekarang.
Bahkan semua orang disana pun terkejut.
Dio pun memasangkan cincin nya di jari Stella.
"Baiklah, sekarang kita makan dulu saja, nanti kita bahas acara resminya" Ucap Abraham membuyarkan suasana.
Mereka pun mengangguk kepalanya dan memulai makan malamnya.
Setelah makan malam orang tua dari keduanya pun beralih ke ruang tamu.
Sedangkan mereka ke taman belakang.
"Jadi begini maksud saya put, saya akan melangsungkan acara pertunangan anak kita bersama dengan perayaan perusahaan saya bagaimana? " Abraham memberikan usulannya, yang kemarin dia sepakiti dengan istri dan anaknya.
"Hemmm, kami sih setuju saja dan bukannya perayaan nya masih satu bulan lagi? " Putra menyetujuinya.
" Iya, jadi nanti semuanya tidak perlu repot kita tinggal pilih dekorasinya dan menghubungi lihat WO nya" Sinta menambahkan.
__ADS_1
"Baiklah jadi ini sudah setuju semuanya tinggal kita atur saja tempatnya" Ucap Abraham .
"Tempatnya di hotel saja pa" Sinta memberi saran.
"Betul itu, saya setuju " Irma pun mendukung nya.
" Baik sekarang semuanya sudah jelas kan, saya dan keluarga saya pamit pulang sekarang saja, karena besok saya ada perjalanan bisnis" Ucap Putra mengakhiri pembicaraan.
"Baiklah, terimakasih karena anda sudah datang" Ucap Abraham.
Dari arah belakang Stella dan Dio berjalan ke arah mereka.
"Bagaimana yah, semuanya sudah? " Tanya Dio.
" Sudah, acaranya satu bulan lagi" Jawab Putra.
" Baik yah" Ucap Dio.
"Ya sudah, ayo kita pulang" Ajak Putra pada anak dan istrinya. mereka pun berdiri dari duduknya dan berjalan keluar. Abraham, Sinta dan Stella pun mengantarkan mereka.
" Abraham kami pamit, lain kali kami akan berkunjung " Ucap Putra sebelum pergi.
"Iya, pintu rumah saya terbuka lebar untuk calon besan" Ujar Abraham sambil bercanda.
"Hahaha... Kamu bisa saja, mari" Putra pun masuk kedalam mobilnya diikuti istrinya.
"yang aku pulang dulu ya, sampai besok" Dio mencium kening Stella.
"iya.. hati-hati dijalan" ucap Stella sambil malu karena yang dilakukan Dio dilihat oleh orang tuanya.
Dio pun masuk ke dalam mobilnya sendiri.
" dahhh...." Stella melambaikan tangannya ke arah mobil yang ditumpangi oleh Dio.
keluarga sanjaya pun pergi dari kediaman keluarga Abraham.
Setelah mereka tidak terlihat lagi, Abraham mengajak anak dan istrinya masuk.
__ADS_1
"Ayo masuk, ini sudah malam" Ucapnya.
" Baik pa" Mereka pun masuk kedalam rumah, dan menuju kamarnya masing-masing.