Pembalasan Anak Terbuang

Pembalasan Anak Terbuang
Pembalasan Anak Terbuang


__ADS_3

Sejak kejadian pencegatan Tasya beberapa hari lalu, kini Tasya sudah menyusun rencana untuk membalas perbuatan Dio. Ia sudah memiliki bukti-bukti bahwa Dio berselingkuh dengan wanita lain, dengan itu Tasya yakin bahwa pertunangan itu pasti akan hancur.


Rencana yang dia susun sudah sangat matang tinggal tunggu waktu mainnya saja.


Yang tahu rencana ini hanyalah dirinya, Marco dan Dinda. Karena Tasya memerlukan bantuan mereka.


*******


Saat ini Tasya dan Christian sedang berada di sebuah mall terbesar di jakarta. Ia akan memilih gaun untuk nanti malam, karena acara pertunangannya adalah malam ini.


Rencananya Christian akan ikut datang sebagai pemilik CR Grup, dan ia akan datang sebagai Tasya teman kampusnya.


"Tasya sayang, diantara dua gaun ini kamu pilih yang mana? " Tanya Christian. Ia menunjukkan dua gaun yang berbeda pada Tasya.


"Menurut aku yang warna merah lebih bagus" Jawab Tasya. Ia memilih gaun yang berwarna merah dari pada gaun yang warnanya hijau. "Motifnya tidak terlalu mencolok namun tetap anggun jika digunakan" Lanjutnya.


"Baiklah, sebaiknya kamu coba dulu, Dad akan mencari jas yang akan Dad gunakan nanti malam" Ujar Christian. Ia menyuruh Tasya agar mencoba gaunnya dulu, sedangkan dirinya mencari jas untuk dirinya sendiri.


Tasya hanya menganggukkan kepalanya.


Setelah itu seorang pelayan mengantarkan dia ke ruang ganti untuk mencoba gaunnya. Sedangkan Christian berjalan ke arah Pakaian pria.


Tasya keluar dengan menggunakan gaun yang berwarna merah itu. Ia berjalan ke arah Christian dan memanggilnya

__ADS_1


"Dad, bagaimana. Apakah cocok?" Tanya Tasya. Merasa dirinya dipanggil Christian membalikkan badannya. Ia tercengang dengan penampilan Tasya.


Tasya terlihat begitu cantik dengan gaun yang begitu serasi dengan tubuhnya.


"Waowww.... Apakah kamu Tasya anakku? " Tanya Christian sambil menggoda Tasya.


"Dadd...... Apakah gaunnya tidak cocok dengan ku? " Sahut Tasya sambil cemberut.


"Hahaha..... Bukan begitu sayang, Dad merasa melihat bidadari yang baru saja turun dari kayangan" Goda Christian.


"Dad, bisa saja" Ucap Tasya sambil malu-malu dengan godaan Christian.


"Putri Daddy selalu paling cantik" Puji Christian.


"Yang ini saja Dad" Jawab Tasya.


"Ya sudah, Dad juga sudah memilih jas nya. ayo kita belanja yang lainnya" Ajak Christian.


"Oke Dad" Setelah itu mereka pergi dari sana menuju toko yang lainnya.


Di tengah perjalanan, tidak sengaja Tasya menabrak bahu seseorang, hingga belanjaan miliknya jatuh berantakan.


"Awww....., lo bisa jalan nggak sih" Marah seseorang yang tak sengaja Tasya tabrak.

__ADS_1


"Saya minta maaf mba, saya tidak sengaja" Jawab Tasya sambil mendongakkan kepalanya ke atas.


"Lo, ngapain lo disini? " Tanya orang yang tertabrak tadi. Ternyata dia Stella yang sedang belanja dengan calon mertuanya.


Tasya menjawabnya dengan tersenyum. " Memangnya kenapa kalau aku ada disini, ini kan tempat umum" Jawabnya. Dirinya juga kaget kenapa bisa bertemu dengan Stella disini.


"Siapa dia Stella? " Tanya bunda dari Dio, yaitu irma.


Stella geram dengan jawaban Tasya, ia mengepalkan tangannya. Ia berusaha menahan amarahnya, karena tidak ingin citranya buruk di depan calon mertuanya.


"Bukan siapa-siapa tante, hanya orang miskin yang sok kaya" Jawab Stella


" Yaaa, mana mungkinlah orang miskin kayak lo bisa belanja di sini " Lanjutnya sambil mengejek Tasya.


Christian yang mendengarnya menjadi marah. " Jaga bicara kami anak muda, jangan menghina orang sembarangan " Ucapnya dengan nada marah.


"Upss... Siapa ini, kelihatannya orang kaya. Apa mungkin dia sugar Daddy lo? Dasar murahan " Ujar Stella agar memprovokasi Tasya.


"Diam kamu, lebih baik kamu pergi dari sini atau saya akan memanggil keamanan supaya menangkap kamu" Bentak Christian.


"Sudah Dad, untuk apa kita meladeni orang yang tidak tahu malu seperti dia, lebih baik kita pergi dari sini" Lerai Tasya, ia terlalu malas untuk meladeni Stella. Setelah itu dirinya mengajak Christian agar pergi dari sana, meninggalkan Stella dan nyonya irma.


"Ayo sayang kita juga pergi dari sini, katanya kamu mau beli cincin tunangan mu" Ajak nyonya irma, yang sedari tadi diam sambil menyimak pembicaraan mereka. Dan dirinya tau bahwa Stella sangat membenci gadis yang tadi bertengkar dengannya.

__ADS_1


"Ayo tante" Mereka pun pergi ke toko perhiasan yang ada di sana.


__ADS_2