
Setelah itu operasi tasya pun dimulai, butuh waktu 2 jam hingga operasi itupun selesai. Mereka membawa tubuh tasya, yang terbaring lemah diranjang pasien ke ruangan VVIP yang sudah disiapkan. Ruangan itu telah dipesan oleh Christian, supaya tasya diberikan perawatan yang terbaik.Saat ini tasya masih dalam keadaan koma.
Setelah Christian sadar polisi segera menemuinya untuk melakukan investigasi terkait kasus kecelakaan yang menimpanya.
"Selamat siang tuan Christian." Ucap polisi yang bernama Anton.
"Siang" Jawab Christian dengan datar.
"Maaf mengganggu kenyamanan anda, kami disini ingin melakukan investigasi terkait kecelakaan yang menimpa anda" Ucap Anton.
"Baiklah, apa yang akan anda tanyakan" Ucap Christian masih dengan nada datarnya.
"Begini apakah mobil anda ketika akan melakukan perjalanan sudah dicek terlebih dahulu? " Tanya Anton.
"Sudah, supir saya yang melakukannya." Jawabnya dengan singkat.
"Baiklah... Dari penyelidikan kami,tidak ada bukti apapun yang menyebabkan rem mobil anda terputus?, apakah kasus ini akan di hentikan atau akan terus berlanjut tuan? " Tanya Anton.
"Saya mau kasus ini terus berjalan, bagaimana pun hasilnya." Jawab Christian.
" Baiklah jika itu keinginan tuan,kami akan menyelidiki nya lebih lanjut, terimakasih atas tanggapan anda dan maaf mengganggu istirahat anda. " Ucap Anton.
"Selamat siang, semoga anda lekas sembuh. " Lanjutnya.
"Siang, terimakasih." Anton beserta temannya pun keluar dari ruangan Christian.
Beberapa menit kemudian pintu masuk pun terbuka kembali, ternyata yang masuk adalah Jack asisten pribadi Christian.
"Selamat siang tuan, maafkan saya...karena telah lalai menjaga keselamatan anda" Ucapnya.
"Hmmm.... Baiklah kali ini akan ku ampuni, sebaiknya kau urus keluarga sopir itu, berikan mereka tunjangan." Ucap Christian.
"Dan juga, urus semua administrasi orang tertabrak itu,dan kau cari siapa pun yang menyebabkan kecelakaan ini. " Lanjutnya dengan nada datar.
" Baik tuan, saya akan mengurus semuanya. " Jawab asisten Jack. Kemudian Jack pun pergi dari ruangan Christian untuk melaksanakan tugasnya.
__ADS_1
Dua hari setelah kecelakaan itu, kini Christian sudah dinyatakan sembuh, dia diizinkan untuk pulang oleh dokter. Sebelum keluar dari rumahsakit dia menyempatkan ke ruangan tasya.
" Jack aku akan melihat korban yang tertabrak itu terlebih dahulu" Ucap Christian pada Jack.
"Baik tuan." Jawab Jack. Kemudian mereka pergi dari ruangan itu menuju ruangan Tasya.
Sesampainya didepan ruangan Tasya, Christian lalu membuka pintu masuknya. Terlihat diranjang rumahsakit itu, terdapat gadis cantik yang berbaring dalam keadaan lemah dan banyak alat medis yang menempel ditubuhnya.
" Bagaimana kondisinya dok? "tanya Christian.
" Seperti yng anda lihat tuan, kondisi nona Tasya saat ini masih belum sadar"jawab dokter yang bernama ilham.
" Kapan kira-kira dia bisa sadar dari komanya?" Tanya Christian lagi
" Untuk itu masih belum diketahui tuan"jawab dokter ilham.
" Baiklah lakukan yang terbaik untuk dia."
"Baik tuan" Setelah itu Christian pun pergi.
Mereka memesan makanan terlebih dahulu.setelah itu mereka berbincang-bincang.
" guys gimana kalo kita malam ini ke club." Saran Ajeng teman Stella.
"Bener tuh apa kata Ajeng, malam ini kita akan party, ouh ya... Stell rencana lo kan udah berhasil, gimana kalo lo yang bayarin kita semuanya!" Usul Rangga.
" Oke lah, gue sih terserah kalian aja" Jawab Stella.
Kemudian pelayan pun datang mengantarkan makanan, setelah itu dia pun pergi dari sana.
" Oh ya Stell gimana nasib si Tasya itu? "Tanya Siska.
Stella hanya mengangkat bahunya.
" Gue ngga mau tau tentang itu, yang penting dia sudah pergi jauh dari hidup gue" Jawabnya.
__ADS_1
"Tega juga ya lo Stell, padahal kan dia adik lo" Celetuk Erlan.
"Ngapain gue peduli sama dia, hubungan darah aja ngga ada" Jawab Stella tanpa merasa tersinggung sedikit pun.
" Hah... maksud lo? " Tanya Siska yang tidak paham.
" Stella itu bukan anak kandung om Rio ( papah nya Tasya, dia namanya Rio Abraham)." Ucap Dio.
" Jadi maksud lo, Stella itu anak angkat" Seru Erlan.
Mereka nampak terkejut, karna selama ini mereka tidak tau bahwa Stella itu anak angkat.
" Yes, dia bukan anak kandungnya om Rio, makanya kita lakuin semua ini. Agar harta om Rio jatuh ke tangan kita ya ngga yang" Jawab Dio.
" Iya dong yang" Ucap Stella.
" Gue udah selesai nih, gue sama Dio pergi dulu ya gue mau jalan-jalan berdua."ucap Stella seraya berdiri bersama dengan Dio.
" Ko lo jalan-jalan ngga ngajak kita sih? "Tanya Ajeng.
" Kita kan mau kencan, masa bawa kalian sih. " Ucap Stella.
" Gimana kalo makanan kali ini gue yang bayar, lo ngga usah iri karena ngga ikut." Lanjutnya.
"Asik... Oke lah kalo begitu, sana pergi nikmatin kencan lo berdua. " Ucap Siska.
" Kok lo ngu..... " Ucapan Stella terpotong karena Dio mengajaknya pergi.
" Udah lah yang, kita pergi aja dari pada kelamaan ngurusin mereka berempat " Ucap Dio.
" Ya udah, yuk kita pergi bay.... " Setelah itu pun mereka pergi dari restoran itu.
*Sekian dari author semoga kalian suka.......
Jangan lupa lika, komen dan vote yah.......
__ADS_1