
Pov Tasya
Keesokan harinya, di kampus sudah tersebar berita bahwa Stella dan Dio akan bertunangan. Aku yang mendengarnya tersenyum sinis.
"Oh...jadi nasib mu ternyata sangat indah." "tapi...itu tidak akan lama, semuanya akan hilang karena diriku hahaha.." Ucapnya dalam hati sambil tertawa sinis.
Lalu aku menghubungi seseorang.
Drttt..... Drttt... Drttt...
" Halo, apakah kamu yang bernama Arga " Ucapku.
" Ya, siapa anda. Dan apa maksud lo ngehubungi gue? " Jawab seseorang disebrang sana, yaitu yang bernama Arga.
"Saya Tasya, saya ada perlu dengan mu, bisakah kita bertemu " Pinta ku.
"Hehh... Apa untung nya buat gue" Ucap Arga dengan nada mengejek.
"Huhh....kamu sangat tidak sopan sekali" Ucap ku dengan kesal.
" Hehh.. Memangnya lo siapa? kenapa gue harus menghormati lo" Arga semakin mengejek ku.
" Ya sudah lah, yang penting aku ada pekerjaan buat kamu, dan aku akan bayar kamu dengan mahal gimana" Ucap ku yang malas meladeni dia.
"Oke, kita akan ketemu dimana? " Tanya Arga.
" Di cafe dekat jalan cempaka no 18, aku tunggu kamu nanti sore " Perintah ku. Setelah dia menyetujuinya aku pun memutuskan sambungan nya.
Dalam hati, aku tersenyum senang.
" Stella.. Stella, tidak akan ku biarkan kamu bersenang-senang atas apa yang telah kamu lakukan pada ku" Gumamku.
Aku memilih membolos jam pelajaran hari ini, di kampus juga tidak ada yang menarik. Tapi berita ini sungguh bermanfaat bagiku. Dan untuk Dinda katanya masih beberapa hari lagi di kampung, mau jaga bapaknya dulu setelah pulang dari rumah sakit.
" Huhh bosan sekali, aku pulang saja lah... ! " Ucapku sambil menghela napas.
Pov Tasya end.....
**********
__ADS_1
Berganti ke sisi lain
Di perusahaan Dirgantara Corp, Devan sedang sibuk dengan berkas yang menumpuk di mejanya.
Tokk.... Tokk.... Tokk....
"Permisi bos" Ternyata yang mengetuk pintu adalah Juan.
"Masuk " Suruh Devan pada Juan.
Juan pun masuk kedalam ruangan Devan.
" Ini bos, ada undangan dari tuan Abraham, yang kemarin bekerja sama dengan perusahaan kita" Ucap Juan.
" Taruh disana " Suruh Devan agar meletakkan undangan nya di meja.
" Kalau begitu, saya permisi tuan" Juan pun pamit kembali ke ruangan nya.
"Tunggu.. " Devan mencegah Juan.
" Ada apa bos? apa ada sesuatu yang harus saya kerjakan ? " Tanya Juan.
" Maksud bos! Cewek yang mana ya?" Tanya Juan yang tidak paham.
" Cewek yang ribut sama kamu " Ejek Devan.
Devan hanya cengengesan. " Oh dia bos! Kirain bos lagi jatuh cinta sama seseorang " Juan malah menggoda bosnya.
"Hehh, nggak usah ngaco! Sana pergi " Devan mengusir Juan dari ruangannya.
"Jangan lupa tugas yang aku suruh, besok harus sudah kamu dapatkan" Devan mengingatkan Juan tentang tugasnya.
" Siap bos, laksanakan! " Seru Juan sambil memberkan hormat kepada Devan.
" Ya sudah, pergi sana " Usir Devan.
" Baik bos " Setelah itu Juan pun pergi dari ruangan Devan.
***********
__ADS_1
Kembali ke Tasya.....
Pov Tasya
Tadi aku maunya sih pulang, tapi di apartemen juga tidak ada siapa-siapa, jadi aku memilih menuju kantor saja, walaupun sebenarnya aku biasanya berangkat siang, tapi untuk kali ini aku akan pagian sekali-kali.
" Paman bisa ke ruangan ku sebentar " Ucapku pada Marco melewati sambungan telepon. Di sini Marco lah yang akan menjadi asistennya.
" Baik nona" Marco pun menuruti perintahku. Aku pun memutuskan sambungannya.
Tokk......Tokk..... Tokk.....
"Masuk saja paman " Suruh ku.
Marco pun melangkahkan kakinya kedalam ruangan ku.
" Ada apa nona? " Tanyanya.
" Begini paman, aku ingin agar keluarga Abraham bekerja sama dengan kita " Perintah ku.
Marco mengernyitkan keningnya. " Memangnya kenapa kita harus bekerja sama dengan mereka nona? " Tanya Marco.
"Aku hanya ingin bermain-main dengan mereka paman" Ucapku.
"sebenarnya aku mempunyai dendam dengan mereka, jadi dengan kerjasama ini aku bisa membalaskan dendamku " Lanjut ku .
" Jika itu yang anda inginkan, saya akan melaksanakannya nona " Marco pun mengerti setelah mendengar penjelasan Tasya.
" Ya sudah paman, itu saja nanti jika ada yang lain aku akan bicara pada paman lagi" Ucapku.
" Baik nona, kalau begitu saya permisi" Aku menjawab dengan menganggukkan kepala saja, kemudian Marco pun pergi dari ruangan ku.
" Heh, nantikan saja penderitaan kalian! " Ucapku dalam hati sambil tersenyum sinis.
Pov Tasya end.......
************
🌼Segini dulu yah, jangan lupa like, komen, dan vote yah...
__ADS_1
🌼 Dan juga author mau ngucapin makasih atas dukungan kalian semuanya.......❤❤