Pembalasan Anak Terbuang

Pembalasan Anak Terbuang
Pembalasan Anak Terbuang


__ADS_3

Sesampainya diruang miliknya, Tasya duduk di kursi kebesarannya. Kemudian dia mengambil telephone yang ada di mejanya, untuk menghubungi Dinda.


Drttt...... Drttt...... Drttt......


Setelah beberapa saat akhirnya Dinda mengangkat panggilannya.


"Halo, ini siapa ya? " Tanya Dinda.


"Ini aku Tasya" Jawab Tasya.


" Ohhh, kamu kirain siapa nomernya asing sih" Ujar Dinda.


"Ya sudah lah, oh ya kamu jadi ke perusahaan ku untuk bekerja" Tanya Tasya.


"Jadi, ini aku sedang bersiap-siap kesana" Jawab Dinda.


"Ya sudah aku tunggu kamu disini dahhhh" Tasya pun menutup panggilannya. Dia kemudian menelfon resepsionis, untuk menyuruhnya mengantarkan Dinda ke ruangan miliknya.


Tokk...... Tokk...... Tokk......


Terdengar ketukan pintu dari luar ruangan Tasya. "Siapa?" Tanya Tasya.


"Saya Marco nona" Jawab Marco dari luar.


"Oh, langsung masuk saja paman" Suruh Tasya. Marco pun masuk ke dalam dengan membawa beberapa berkas-berkas di tangannya.


"Ada apa paman? " Tanya Tasya.


"Begini nona, ini adalah berkas yang dikirim oleh Dirgantara Corp, silahkan anda cek terlebih dahulu" Ujar Marco sambil menyerah berkas yang di bawanya.


Tasya pun mulai membuka berkas tersebut, dan mengejeknya. " Baiklah paman, nanti aku akan mengurusnya " Sahut Tasya.


"Kalau begitu saya permisi dulu nona" Pamit Marco.


" Tunggu dulu paman, nanti ada temanku yang kemarin akan bekerja disini, tolong paman bawakan berkas-berkas perusahaan kita tahun lalu " Perintah Tasya pada Marco, untuk mengumpulkan berkas perusahaan tahun lalu untuk Dinda pelajari.


"Baik nona" Marco hanya menurut atas perintah nona nya. Setelah itu, Marco pun pergi dari ruangan Tasya.


Kemudian Tasya mulai mengerjakan berkas-berkas yang tetumpuk di mejanya. Dia mengecek berkas dari perusahaan milik Devan terlebih dahulu, kemudian mengerjakan yang lainnya.


********


Tepat jam sepuluh, Dinda sudah sampai di depan perusahaan Tasya. Dengan menggunakan baju yang sopan dan rambut yang terikat, dia mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam.


Dinda menghampiri resepsionis terlebih dahulu, untuk bertanya dimana ruangan Tasya.

__ADS_1


"Permisi mbak, saya mau nanya dimana ruangan Tasya" Tanya Tasya pada resepsionis.


"Anda siapa nona? Apa anda sudah membuat janji dengan nonaTasya" Tanya si resepsionis yang bernama mila.


" Saya Dinda temannya Tasya, saya di suruh kesini oleh dia" Jawab Dinda menjelaskan maksud kedatangannya.


"Oh, anda yang bernama Dinda. Baiklah mari ikuti saya, saya akan mengantarkan anda" Mila pun mengantarkan Dinda keruangan Tasya yang berada di lantai atas.


Sesampainya diruangan Tasya, Mila menegetuk pintunya terlebih dahulu.


Tokk.....Tokk..... Tokk......


"Masuk" Tasya menyuruh Mila untuk masuk ke dalam.


"Ada apa? " Tanya Tasya pada Mila.


" Teman anda yang bernama Dinda sudah datang nona" Jawab Mila.


"Kalau begitu suruh dia untuk masuk" Perintah Tasya.


Mila pun mengajak Dinda untuk masuk ke dalam. "Kalau begitu saya permisi nona" Pamit Mila. Setelah itu dirinya meninggalkan ruangan atasannya itu.


Tasya hanya menganggukkan kepalanya.


Mereka pun duduk di sofa yang ada di ruangan Tasya.


"Aku akan menyuruh OB buatkan minum untuk kamu dulu, kamu mau minum apa? " Ujar Tasya sambil menanyakan apa yang akan diminum Dinda.


"Hmmm teh manis anget aja deh" Jawab Dinda.


"Yakin nih, nggak mau yang lain" Tasya menawarkan minuman yang lain pada Dinda.


"Nggak usah lah, itu aja" Jawab Dinda.


"Oke" Tasya pun menyetujui keinginan Dinda.


Kemudian Tasya menghubungi bagian cleaning service, untuk mengantarkan minuman beserta camilan untuk mereka.


Kemudian dia kembali duduk di sofa, dan mulai memberikan arahan pada Dinda saat akan menjadi sekertaris. Dinda pun mendengarkan dengan seksama dan mencatat yang mungkin sulit untuk dirinya.


Ditengah pembicaraan Marco datang sembari membawa beberapa berkas yang diinginkan oleh Tasya tadi.


"Permisi nona, Ini berkas yang anda minta " Ujar Marco sambil menunjukkan berkas yang dia bawa.


"Taruh disini saja paman" Tasya menyuruh Marco meletakkannya di meja yang ada di depannya.

__ADS_1


Setelah meletakkan berkasnya di meja, Marco hendak pamit untuk pergi dari sana, tapi Tasya malah mencegahnya.


"Kalau begitu, saya permisi nona" Ucap Marco.


"Tunggu paman, paman duduk saja disini, terus aku minta tolong paman untuk ajarin Dinda ya! " Tasya meminta Marco untuk mengajari Dinda.


"Baik nona" Marco pun menuruti permintaan Tasya.


Tasya pun kembali ke kursinya, untuk menyelesaikan berkas yang belum dia cek, dia kembali fokus pada pekerjaannya dan sekali-kali melihat kearah Dinda yang sedang belajar menjadi sekertaris dengan marco.


2 jam kemudian, Tasya pun selesai dengan pekerjaannya dan dia berjalan menghampiri Dinda yang masih belajar dengan Marco.


Dia pun duduk di sofa yang kosong di sebelah Dinda.


"Bagaimana paman, apakah sudah selesai" Tanya Tasya pada Marco.


Marco pun menghadap kearah Tasya. " Sudah nona, nona Dinda ini begitu pintar sehingga dapat dengan cepat memahami semuanya " Jawab Marco sambil memuji kepintaran Dinda, dia sekarang menjadi yakin dengan pilihan nona nya.


"Paman terlalu memuji saya" Ucap Dinda dengan tersipu malu, karena mendapatkan pujian dri Marco.


"Kamu itu loh, bener kata paman kamu itu kan pintar" Sahut Tasya yang setuju dengan ucapan Marco.


"Ya sudah sampai disini saja paman, besok Dinda akan langsung kerja saja bersama ku"


Ucap Tasya.


"Baik nona, kalau begitu saya pamit nona" Pamit Marco pada Tasya.


"Baik paman, terimakasih juga paman sudah mau mengajarkan Dinda" Ucap Tasya.


Marco pun meninggalkan mereka berdua.


"Oh ya Din, ayo ikut aku ke mall" Ajak Tasya pada Dinda.


"Emangnya kamu mau beli apa? " Tanya Dinda.


"Aku mau cari kado yang spesial untuk pertunangannya Stella, biar dia nggak bisa sombong lagi di depan kita" Jawab Tasya.


"Tapi... Apa aku harus datang kesana? " Tanya Dinda dengan ragu.


"Emangnya kenapa, pokoknya aku mau kamu ikut juga, masa aku sendirian sih. Kalau kamu nggak ikut aku marah ya sama kamu" Jawab Tasya dengan cemberut dan pura-pura marah.


"Oke... Aku ikut" Akhirnya Dinda mengalah dengan Tasya.


Akhirnya mereka pergi bersama untuk mencari kado pertunangan Stella.

__ADS_1


__ADS_2