Pembalasan Anak Terbuang

Pembalasan Anak Terbuang
Pembalasan Anak Terbuang


__ADS_3

Malam harinya, Tasya sudah siap dengan gaunnya, tinggal berangkat menuju tempatnya saja. Ia memilih kesana sendiri dan nanti ia akan bertemu dengan Dinda di depan hotelnya.


Tasya terlihat cantik dengan gaun merah yang tadi ia beli bersama dengan Christian, dan jangan lupa dengan make-up tipis yang menambah kesan natural dari dirinya.


Setelah bersiap-siap dirinya berangkat menggunakan mobilnya sendiri. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


******


Dilain tempat, terlihat seorang pria tampan yang menggunakan pakaian rapi dengan dibalut jas yang sangat mahal. Dirinya sedang bersiap untuk menuju ke suatu tempat. Ia akan menghadiri suatu pesta yang akan di adakan oleh rekan bisnisnya.


"Lo udah siap bro? " Tanya seseorang yang tidak lain adalah asisten sekaligus temannya.


"Hmmm..! " Dia hanya berdehem sebagai jawabannya.


"Ya elah bro, nggak usah dingin kayak gitu juga kali! " Ujar temannya.


"Juan!, lo bisa diem nggak, berisik banget sih! " Serunya dengan kesal. Ya mereka adalah Devan dengan Juan.


"Hehehe, maaf bos. Gue kan cuma bercanda" Ucap Juan dengan cengengesan.


"Ya udahlah, cepat kita berangkat dari pada dengerin ocehan lo yang nggak ada manfaatnya" Suruh Devan, sambil menyindir Juan dengan ucapan pedasnya.


"Oke bos" Jawab Juan. Dirinya tidak merasa tersindir sedikit pun, karena bagi dirinya sudah terbiasa mendengar ucapan pedas dari Devan.


Mereka pun segera berangkat menuju tempat tujuan yaitu hotel dimana akan dirayakan nya pesta pertunangan Stella.


******

__ADS_1


Di sebuah ruangan yang sepi, kini seorang pria yang akan menjadi pemeran utama dalam pesta hari ini, dia adalah Dio. Saat ini Dio sedang mengguhungi seseorang.


"Gimana! Kalian berhasil membunuh dia? " Tanya nya pada seseorang yang berada di seberang telefon.


"Maaf bos, kita gagal" Jawab orang diseberang sana dengan ketakutan.


"Bodoh!!, kalian gimana sih bunuh satu cewek saja nggak bisa" Bentak Dio dengan nada marah.


"Ma-maaf bos" Ucap orang diseberang sana dengan gugup.


"Maaf-maaf , kalian bisanya hanya minta maaf tapi kerja kalian nggak becus semua! " Ucap Dio masih dengan nada yang tinggi.


"Ta-tapi bos, kita kira dia tidak bisa berkelahi. Ternyata dia sangat jago bos" Lapor nya.


"Gue nggak malu tahu, sekarang juga lo bawa anak buah lo untuk hadang dia dijalan" Suruh Dio. " Jangan sampai dia datang di pertunangan gue!. Jangan lupa lo ambil flashdisk yang ada di dia, sekalian lo bunuh saja dia" Lanjutnya dengan nada yang tidak mau di bantah.


Dio pun mematikan sambungannya.


"Brengsek...!!, bisa-bisanya dia masih hidup, kalo dia masih hidup semua rencana gue akan gagal" Makinya.


"Gue nggak mau tau apapun caranya gue akan buat dia mati, agar semua rencana yang gue susun selama empat tahun ini nggak sia-sia" Ujarnya dengan tekad yang bulat.


Saat dia akan pergi terdengar nada telfon dari HP nya. Dia pun mengambil HP nya yang ada di saku celananya. Terlihat nama my honey di layar HP nya.


Klik.... Dia pun mengangkat panggilannya.


"Halo, honey" Jawabnya dengan nada yang begitu lembut.

__ADS_1


"Yang, aku sangat rindu kamu" Ujar seorang perempuan diseberang sana dengan nada yang begitu manja.


"Maafkan aku, honey. Setelah acara ini berakhir aku akn menemuimu" Ucap Dio.


"Janji ya..! " Ujar perempuan itu.


"Janji, ya sudah Hon! Bentar lagi acaranya akan mulai aku tutup ya telfonnya" Ucap Dio.


"Baiklah, jangan lama-lama ya sayang. Aku tunggu kamu di tempat biasa muach....ahh.." Jawab perempuan itu, dia memberikan sebuah kecupan di telfonnya dengan begitu sensual disertai suara desahannya.


"Shittt!!, kau menggodaku Hon, tunggu saja nanti aku akan membalas mu dengan ganas" Dio merasa miliknya tegang.


"Pasti aku akan menunggunya sayang bye" Ujar perempuan itu sambil mematikan sambungannya.


Dio melihat HP nya dengan nanar, dirinya sudah terangsang dengan desahan perempuan tadi yang tidak lain adalah selingkuhannya.


"Lihat saja nanti, aku pastikan kamu tidak akan pernah bisa berdiri" Ujar Dio.


Setelah itu dirinya pergi dari sana menuju toilet untuk meredakan hasratnya.


Sementara seseorang yang sejak tadi berada di ruangan itu, dan mendengar semua apa yang di ucapkan Dio. Dia mulai keluar dari persembunyiannya. Dia adalah Dinda yang tadinya dia akan ke toilet tetapi dirinya tersesat.


"Ternyata dia bermain di belakang Stella" Ucap Dinda.


"Terus tadi siapa yang akan dia bunuh" Ujarnya dengan bingung.


"Apa mungkin itu Tasya, tadi kan dia bilang bahwa yang dia suruh untuk di bunuh adalah seorang perempuan dan dia juga akan datang di pertunangan Stella" Ucap Dinda sambil menerka-nerka.

__ADS_1


"Aku nggak bisa biarin nih, aku harus kasih tau Tasya agar dia berhati-hati" Ujar Dinda dengan khawatir, kemudian dia mengambil HP nya untuk menghubungi Tasya.


__ADS_2