
Mereka berdua pun keluar dari mobilnya, juga keempat orang yang mengendarai motor itu pun turun dari motornya. Lalu menghampiri mereka berdua. Christian menatap mereka dengan tajam dan dingin.
Keempat orang itu membawa senjata tajam berupa pisau, mereka menodongkan nya ke arah mereka.
Tasya hanya diam dan tenang. "Mau apa kalian? " Tasya menanyakan tujuan mereka.
Salah satu dari mereka yang bernama Bimo, yang menjadi ketua dari mereka, menjawab pertanyaan Tasya. "Lo nggak usah banyak bicara, sekarang juga kalian ikut dengan kita, jika tidak kita akan membunuh kalian" Ancamnya.
"Heh.. Kamu kira aku takut dengan ancaman kalian" Ujarnya dengan sinis.
Mereka tertawa mendengar ucapan Tasya. "Lo kira kita main-main anak kecil" Ujar dari bawahannya yang bernama Darmo.
"Sebaiknya kalian pergi dari sini" Ancam Christian pada mereka.
"Heh.. Lo juga tua bangka nggak usah sok jadi jagoan" Ucap Bimo dengan nada mengejek.
Mendengar ucapan Bimo yang menghina Christian Tasya menjadi naik pitam, dia memukul Wajah Bimo dengan keras.
" Kalian nggak usah menghina Daddy ku" Teriak Tasya pada mereka.
"Brengsekk... Berani juga lo anak kecil" Bimo memaki Tasya. "Kalian semua hajar mereka" Perintah dari Bimo.
Mereka mulai melancarkan aksinya, Tasya menghadapi mereka semua. Sedangkan Christian membiarkan nya saja, karena dia ingin menguji kemampuan berkelahi Tasya.
"Lo, anak kecil lebah baik ikut sama kita" Ujar Darmo.
"Nggak usah banyak bicara kalian" Sahut Tasya dengan marah.
__ADS_1
"Hahaha.... Berani juga ya lo, awas nanti kena pukul jangan nangis, lo yang minta" Ejek dari yang lainnya.
Mendengarnya Tasya menjadi tidak Terima, dan langsung menghajar Darmo.
Melihat kejadian itu, kedua teman Darmo terkejut dengan apa yang Tasya lakukan. Selama ini Darmo adalah yang terkuat setelah Bimo yang menjadi ketuanya. Dengan Tasya yang menendang Darmo, hingga dia terpelanting ke belakang dan kesakitan.
Teman-temannya pun tidak terima, dan keduanya mulai menghajar Tasya. Tasya yang dikeroyok tetap tenang dan menghajar mereka satu persatu.
Beberapa menit kemudian, keduanya sudah babak belur oleh serangan Tasya. Mereka menggeram kesakitan dan akhirnya menyerah.
Tetapi Bimo yang melihat itu menjadi marah, dan menodongkan pistolnya ke arah Christian.
"Sekarang juga lo nyerah, atau gue akan tembak si tua bangka ini" Ancam Bimo sambil menodongkan pistolnya.
Tasya hanya terdiam, dia percaya bahwa Christian pasti bisa mengatasinya.
Dan benar saja Christian mulai menghajar dia dengan gerakan yang sangat cepat, sehingga Bimo tidak menyadari nya.
"Lepasin gue" Bimo memberontak, tapi semakin dia memberontak Christian semakin menekan tangannya.
"Sebaiknya kamu diam atau mau ku patahkan tanganmu yang kotor ini" Christian mengancam Bimo.
Bimo yang mendengarnya menjadi ketakutan. "Sekarang juga kamu kasih tau siapa yang menyuruh kalian? " Tanya Christian.
"Apa maksud lo, kita nggak disuruh oleh siapa pun" Bimo mengelaknya dengan gugup.
"Heh... Masih mau tutup mulut juga" Ucap Christian, lalu mengarahkan pistol tadi ke kepala Bimo.
__ADS_1
"Jawab apa kamu ingin mati di tanganku" Ancam Christian.
Bimo menjadi ketakutan, dan akhirnya dia menjawab pertanyaan Christian. " Ba.... Baiklah, gue akan menjawabnya " Ucap Bimo dengan gugup.
"Cepat" Bentak Christian.
"Se... Sebenarnya yang menyuruh kita adalah Di... Dio sanjaya, dia menyuruh ku untuk membunuh orang yang bernama Tasya" Jawab Bimo dengan terbata-bata.
Tasya berjalan menghampiri mereka. "Ouhh, ternyata dalang dari semua ini adalah si banjingan itu" Geram Tasya yang mendengar jawaban Bimo. "Lihat saja aku akan membalas kalian berkali lipat" Lanjutnya.
"Dia siapa sayang? " Tanya Christian pada Tasya.
"Bukan siapa-siapa Dad, hanya seekor lalat yang menggagu, sebentar lagi aku akan membereskanya" Jawab Tasya.
"Ayo Dad, sebaiknya kita pergi dari sini sebentar lagi polisi akan datang" Tasya mengajak Christian untuk pergi.
Sebelum pergi dari sana mereka mengikat mereka dengan tali, jadi mereka semua tidak akan bisa kabur.
Setelah itu Tasya dan Christian pergi meninggalkan mereka, dan kembali ke apartemen milik Tasya.
Selama di perjalanan hanya ada keheningan diantara mereka berdua. Christian yang mereka sangat risih menepikan mobilnya, dan mulai mengajak Tasya mengobrol.
"Ada apa sayang, kamu jangan diam terus, Dad meresa di cuekin sama kamu? " Christian bertanya keadaan Tasya.
"Nggak ada apa-apa Dad " Jawab Tasya dengan tersenyum ke arah Christian.
"Baiklah jika kamu belum mau memberitahukan nya pada Dad" Ujar Christian dengan pengertian. "Tapi, jika ada masalah kamu jangan menutupinya sendiri, Daddy pasti akan membantu mu" Lanjutnya.
__ADS_1
Tasya senang dengan ucapan Christian, dia pun memeluk lengan Christian. "Terimakasih Dad, aku janji nanti aku akan memberitahukan semuanya pada Daddy" Janji Tasya.
Christian pun tersenyum, dan mengelus rambut panjang Tasya dengan tangan kanan nya. Mereka pun melanjutkan perjalanannya dengan suasana yang kembali ceria.