
Di pagi yang cerah ini, terlihat seorang gadis cantik yang masih bergumul dengan selimutnya. Ya, dia adalah Tasya, ia sangat malas karena hati ini adalah hari minggu jadi dia tidak ke kampus maupun ke kantor.
Awalnya dia ingin bermalas-malasan di kasurnya yang nyaman itu, tapi karena mengingat Christian masih berada di Indonesia, jadi hari ini ia akan berjalan-jalan bersamanya.
"Engh......! Hoamm!!" Dia mengangkat tangannya untuk menutupi mulutnya yang sedang menguap. Kemudian Tasya mengucek kedua matanya yang masih mengantuk itu.
"Uhhh, jam berapa ini?? " Tanya nya, ia melihat jam beker di nakas samping tempat tidurnya menunjukkan pukul 9 lebih 10 menit. Tentu saja ia terkejut, karena ia sudah membuat janji dengan Christian untuk pergi berlibur ke pantai jam 9 pagi, tapi karena dirinya kelelahan akhirnya ia terlambat bangun.
"Astaga, aku lupa hari ini kan aku mau pergi ke pantai sama Daddy, pasti Dad sudah menungguku!" Tasya bergegas beranjak dari kasurnya dan masuk ke kamar mandi.
5 menit kemudian Tasya keluar dengan menggunakan sehelai handuk di tubuhnya.
Ia berjalan ke walk in closet untuk mengambil ia memakai kemeja motif garis dan dipadukan dengan hot pants.
Merasa pakaiannya sudah sesuai, Tasya segera keluar dari apartemennya, Tasya pergi menuju mansion milik Christian yang berada di Indonesia. Karena ia tidak ingin tinggal dengan Daddy nya, dan dia semalam bahkan membujuk Dady nya agar dirinya tetap tinggal di apartemennya. Dan akhirnya Christian luluh dengan segala bujuk rayu Tasya.
Kini mobil yang Tasya kendarai sudah sampai di depan mansion Christian, satpam yang mengetahui bahwa Tasya adalah anak dari tuan besarnya, segera membukakan gerbang untuknya.
"Terimakasih, pak!" Tasya tersenyum kearah satpam tersebut.
__ADS_1
" Ini sudah menjadi tugas saya nona!" Jawab pak satpam dengan membalas senyuman Tasya. Lalu Tasya melajukan kembali mobilnya sampai di depan mansion Christian yang sangat megah itu.
Tasya keluar dari mobilnya dan melangkah masuk kedalam, saat di depan pintu banyak pelayan yang menyambutnya.
"Selamat datang, nona Tasya" Ucap mereka bersamaan. Lalu seorang pria paruh baya mendekatinya.
"Perkenalkan saya jim nona, saya adalah kepala pelayan disini" Ucapnya.
Tasya hanya mengangguk. " Mari, saya akan mengantar anda untuk bertemu tuan besar" Lanjutnya.
"Silahkan nona menunggu disini terlebih dulu, saya akan memanggil tuan besar dahulu" Ucap Jim, agar Tasya menunggu di ruang keluarga. Tasya mengiyakannya dan duduk di sofa yang ada disana.
Setelah itu Jim pergi untuk memanggil Christian yang berada di lantai atas. Sesampainya ia di depan kamar milik Christian dia mengetuk pintu dulu.
"Tuan.....nona Tasya sudah dibawah" Jim memberitahu Christian bahwa Tasya sudah menunggunya.
Ceklek
Pintu kamar itu pun terbuka, dan terlihat lah Christian yang sudah siap dengan pakaian santainya.
"Jim, siapkan mobil, aku akan pergi ke pantai bersama putriku" Titahnya pada Jim.
__ADS_1
"Baik tuan" Christian berjalan menuju lantai bawah untuk menemui putri kesayangannya.
"Good morning, sayang, kenapa kau terlambat? " Tanyanya saat berada diruang keluarga.
"Hehehe, maaf Dad tadi aku kesiangan" Jawab Tasya dengan cengengesan.
"Baiklah, yang penting kamu sudah disini" Ucap Christian. " Ayo kita berangkat " Ajaknya.
"Let's go Dad" Sahut Tasya dengan bersemangat.
******
Dilain sisi kini perusahaan Abraham saham nya melonjak drastis. Saat ini taun Abraham sedang kelimpungan menghadapi para direksi yang ingin mengambil kembali saham mereka.
"Jimmy sekarang juga kamu pergi ke Dirgantara Corp, tanyakan pada tuan Devan tentang kerjasama kita, aku akan mengurus para direksi itu" Perintah Abraham pada Jimmy asistennya, ia cemas karena masalah kemarin berimbas besar pada perusahaannya.
"Baik tuan" Jawab Jimmy. " Oh ya, tuan kemarin ada orang dari CR Corporation" Lanjut Jimmy.
"Untuk apa mereka kemari?" Tanya Abraham yang merasa keheranan dengan kedatangan orang dari CR corporation, yang dia tahu bahwa perusahaan itu adalah perusahaan yang besar di ibukota.
"Mereka berencana untuk menanam saham di perusahaan ini tuan" Jawab Jimmy.
__ADS_1
"Baiklah, besok kamu hubungi mereka untuk membahas kelanjutannya" Perintah Abraham.
"Baik tuan, kalo begitu saya permisi" Pamit Jimmy pada Abraham dan dijawab anggukan kepala olehnya.