Pembalasan Anak Terbuang

Pembalasan Anak Terbuang
Pembalasan Anak Terbuang


__ADS_3

Di perusahaan CR Crop, Christian sedang duduk di meja kebesarannya. Di depannya pula ada Andreas, dia akan melaporkan tugasnya yang telah dia kerjakan.


"Bagaimana, apakah kamu sudah menawarkan kerjasamanya ? " Tanya Christian pada Andreas asistennya.


"Sudah tuan, mereka ingin agar besok dapat bertemu. " Jawab Andreas.


"Baiklah urus saja semuanya, kita akan perlahan-lahan menghancurkan mereka. " ujar Christian dengan dingin.


Andreas bergidik ngeri, melihat wajah Christian. "Baik tuan, kalau begitu saya permisi. " pamit Andreas.


"hmm"


####


Satu Minggu pun Berlalu......


Setelah batalnya pertunangannya, Stella berfikir siapa yang telah membuat foto-foto dan video perselingkuhan Dio. Dia malu karena hancurnya pertunangannya itu. Apalagi perusahaannya orang tuanya juga terkena imbasnya.


"Pasti ini ulah Tasya." Ucapnya yakin. Stella yakin yang melakukan semua itu adalah Tasya. Apalagi sekarang Tasya sudah berubah drastis.


"Gue harus membalasnya. Kita lihat aja Tasya aapa yang akan gue lakuin sama lo." Ucap Stella tersenyum sambil misterius. "Tunggu aja pembalasan gue, yang lebih dari apa yang telah lo perbuat sama keluarga gue" Lanjutnya dengan kebencian yang berkobar dalam hatinya.


Tok..


Tok..


Tok..


"Sayang ini mama, bukain pintunya dong. mama mau bicara sama kamu." Sinta berada di depan kamar anaknya, dia khawatir dengan kondisi Stella setelah batalnya pertunangan putrinya itu.


"Masuk ma, nggak di kunci kok pintunya."


ceklek

__ADS_1


"Kamu lagi ngapain sayang, nggak berbuat yang macem-macem kan?" Tanya Sinta.


"Buat apa ma?" Stella bingung dengan pertanyaan mama nya itu.


"nggak jadi, ohh ya kamu nggak pergi sama teman mu."


"nggak ma, mereka ada urusan keluarga."


"ya udah, ayo turun mama udah makan siang."


"iya ma. Aku mau cuci muka dulu. mama duluan aja."


Sinta pun pergi dari kamar anaknya setelah memastikan bahwa Stella baik-baik saja.


Setelah mencuci mukanya, Stella segera ke bawah untuk makan siang.


"Papa dimana ma?" Tanya Stella, ini kan hari libur biasanya mereka akan berkumpul bersama.


"ouhh, emangnya kenapa papa harus lembur ma?"


"ya udah, sekarang kamu makan yang banyak." Sandra mengambilkan makanan ke piring Stella agar dia makan banyak.


####


"Dad..." panggil Tasya.


"apa, kesayangan Daddy."


"Dad, Kapan Daddy akan kembali ke Amerika."


"Emangnya kenapa.?" Christian menanyakan balik.


"Hehehe, Soalnya Tasya mau ikut Dad..." Jawab Tasya.

__ADS_1


"Mau ngapain?" Tanya Christian bingung dengan permintaan putrinya.


"Aku mau sekalian jalan-jalan Dad..." Sahut Tasya dengan semangat 45.


"Hah..!" Christian cengo dengan keantusiasan putrinya.


"Baiklah, mungkin bulan depan Dad akan kembali ke Amerika." Saat ini dia sedang sibuk dengan pekerjaannya. Apalagi dia harus membalas dendam putrinya pada keluarga Abraham 'si*l*n itu'.


"Yahh, kok masih lama sih Dad..." Keantusiasan nya sekarang terganti dengan raut kecewa dan sedih.


"Disini pekerjaan Daddy masih banyak sayang. Dad janji setelah semuanya selesai kita akan ke Amerika segera...." Christian tidak tega dengan ke kecewaan putrinya, tapi mau bagaimana lagi. Pekerjaannya masih sangat banyak di sini dia tidak mungkin meninggalkannya begitu saja.


"Baiklah Dad...!" Jawab Tasya dengan lemas, dia segera beranjak dari duduknya menuju kamarnya di lantai dua.


Christian menghela nafasnya, Apa yang harus dia lakukan agar putrinya itu tidak sedih lagi pikirnya. ia pun menghubungi Marco agar ke mansion nya.


"Cepat kesini...." suruh nya pada Marco. Setelah mematikan panggilannya Christian pergi menuju ruang kerjanya.


Di sisi lain saat ini Tasya sedang tertawa cekikikan, dia sangat puas dengan aktingnya itu. Dia sengaja membuat Daddy nya merasa bersalah, karena ia sudah menyiapkan kejutan yang spesial untuk Daddy-nya.


Tasya mengambil handphonenya dan menghubungi Marco.


"Hallo nona..!" Jawaban dari sebrang sana.


"Hallo paman, Aku sudah melakukan rencana kita."


"Wahh, bagus sekali nona. Lalu apa yang harus saya lakukan setelah ini."


"Paman harus membuat Daddy semakin merasa bersalah, setelah aku menyiapkan kejutannya nanti aku akan menghubungi paman lagi." Tasya menjelaskan tentang rencananya. "Jangan lupa paman harus berpura-pura tidak tahu di depan Daddy.."


"Baik nona. saya tidak bisa berlama-lama lagi nona karena tuan menyuruh saya menemuinya."


"Baiklah paman. Aku tutup telfonnya yahh..." Tasya pun mematikan telfonnya.

__ADS_1


__ADS_2