
Keesokan harinya.......
kini pertunangan stella semakin dekat dan persiapannya pun hampir selesai. Saat ini Tasya sedang berada di apartemen miliknya, dia sedang bersiap-siap untuk ke kantor.
Terlihat dia memakai kemeja berwarna biru dan rok span selutut berwarna hitam, dan juga menggunakan blazer.
Setelah selesai bersiap-siap, kemudian Tasya menuju ruang makan untuk sarapan.
Dia hanya memakai sepotong roti yang diberi selai coklat dan segelas susu putih.
Setelah menghabiskan sarapannya, Tasya pun pergi keluar dari apartemennya.
Saat diluar pintu apartemennya dia berpapasan dengan Devan, dia pun menyapanya.
"Selamat pagi tuan Devan" Sapa Tasya pada Devan.
Merasa dirinya disapa Devan pun menengok kearah orang yang menyapanya. "Oh, selamat pagi juga nona, Tasya" Sapanya balik dengan nada datarnya. "Anda akan berangkat ke kantor? " Lanjutnya.
"Oh iya, anda juga akan ke kantor? " Tasya balik bertanya.
"Hhmmm" Devan menganggukkan kepalanya sambil berdehem.
"Kalau begitu silahkan" Tasya mempersilahkan Devan untuk berjalan terlebih dahulu.
Mereka pun berjalan bersama menuju lift.
__ADS_1
Saat di dalam lift, mereka berdua sangat canggung, Tasya pun mencairkan suasananya dengan berdehem dan memulai pembicaraan.
"Oh ya, tuan Devan bagaimana untuk proyek yang sedang kita jalankan? " Tanya Tasya.
"Untuk itu nanti kita adakan meeting kembali" Jawab Devan masih dengan nada datarnya. "Dan kita berada di luar kantor jadi anda tidak perlu bersikap formal" Lanjutnya.
"Oh baiklah" Ucap Tasya.
Setelah itu mereka pun terdiam kembali, hingga beberapa saat lift pun telah sampai di lantai dasar.
Mereka pun berjalan keluar dari lift menuju mobil masing-masing.
Tasya melajukan mobilnya, namun saat ditengah jalan ban mobilnya bocor dia pun keluar dari mobilnya.
"Ini mobil kenapa sih" Ujarnya.
Tasya pun kembali masuk ke dalam mobil, untuk mencari HP nya,dia berniat memesan taksi, tapi dia lupa membawa HP nya. Dan biasanya disini jarang ada taksi yang lewat, karena yang tinggal disini adalah orang kaya, kebanyakan dari mereka menggunakan kendaraan sendiri. Dia pun kembali keluar dari mobilnya. Saat akan mengganti ban mobilnya sendiri, Kebetulan mobil yang ditumpangi Devan lewat. Devan menyuruh sopirnya berhenti di depan Tasya. "Berhenti di depan" Suruh Devan pada sang sopir.
"Baik tuan" Sopir itu pun memberhentikan mobilnya tepat di samping mobil milik Tasya.
Devan pun keluar dari mobilnya. "Ada apa dengan mobil anda nona? " Tanya Devan .
"Ah, ini tian Devan. Ban mobil saya bocor dan saat saya ingin memesan taksi HP saya ketinggalan di apartemen" Jawab Tasya.
Devan yang merasa kasihan pun menawarkan tumpangan pada Tasya.
__ADS_1
"Kalau begitu ikut mobil saya saja, jalan kita kan searah" Ajak Devan.
"Tidak.... " Saat Tasya akan menolak, Devan pun memotong ucapannya.
"Ayo keburu anda terlambat ke kantor ini sudah jam delapan lebih" Ujar Devan.
"Baiklah, tapi bagaimana dengan mobil saya" Ucap Tasya.
"Tenang saja bawahan saya yang akan mengurusnya" Sahut Devan.
Tasya pun akhirnya ikut bersama mobil Devan. Dia duduk disamping Devan, Tasya menjadi gugup karena dia tidak pernah sedekat itu dengan laki-laki, selain Daddy nya.
Setelah beberapa saat, kini mobil yang ditumpangi oleh mereka akhirnya sampai di depan perusahaan Tasya.
Tanya pun keluar dari mobil. "Terimakasih untuk tumpangannya tuan Devan" Tasya pun berterimakasih pada Devan.
" Sama-sama nona Tasya " Jawab Devan.
" lain kali saya akan mentraktir anda makan" Ujar Tasya.
"Ya, jika saya ada waktu luang , kalau begitu saya pergi dulu" Pamit Devan pada Tasya.
"Oh, baiklah. Sampai jumpa dilain waktu" Sahut Tasya.
Devan pun menganggukkan kepalanya. " Jalan pak" Suruh Devan pada sopirnya.
__ADS_1
Sopir melajukan mobilnya menuju perusahaan Dirgantara Corp.
Setelah mobil Devan berlalu, Tasya pun masuk ke dalam perusahaannya.