Pembalasan Anak Terbuang

Pembalasan Anak Terbuang
Pembalasan Anak Terbuang


__ADS_3

Di sore harinya, Tasya kini berada di cafe, yang menjadi pertemuannya dengan Arga.


Dia sudah menunggu selama lima belas menit, tapi yang di tunggu belum muncul-muncul.


Tasya mengecek kembali jam tangannya " Kemana sih dia, lama banget. Dia pikir dirinya orang penting apa? " Ucap Tasya dengan kesal, lalu dia menghubungi lagi si Arga.


Drttt....... Drttt........ Drttt......


Tak lama kemudian panggilannya pun diangkat oleh Arga. " Hey, diamana kamu!, kamu pikir kamu orang yang begitu penting, hingga membuat aku menunggu mu" Teriaknya dengan kesal pada orang di sebrang sana.


Arga yang mendengarnya menjauhkan sedikit ponselnya. "Nggak usah teriak juga kali, budeg telinga gue! " Ujar Arga.


"Gue udah di depan nih, meja lo nomor berapa? " Lanjutnya.


Tasya yang mendengarnya, hanya menghela napasnya. " Nomor 15, cepetan masuk nggak usah pake lama " Suruhnya.


"Iya.. Iya, ini juga udah masuk, gue tutup telpon nya" Ujar Arga, kemudian mematikan panggilannya.


Di mejanya Tasya melihat seorang laki-laki yang tinggi dengan paras yang cukup tampan berjalan ke arahnya.


Saat sudah di hadapannya, dia menarik kursinya begitu saja kemudian duduk di depannya. "Oh, jadi kamu yang namanya Arga, aku Tasya" Ucap Tasya sambil menyodorkan tangannya.


Arga menerima uluran tangannya. " Gue Arga" Ucap Arga.


" Ya sudah, sebaiknya kamu pesan makanan dulu " Suruh Tasya sambil menyodorkan buku menunya,"ini" tadi dia sudah memesan terlebih dahulu.


Arga pun memesan makanannya, setelah itu mereka mulai membahas tujuan Tasya menghubunginya. "Jadi apa yang lo mau gue kerjain? " Tanya Arga pada Tasya.


"Begini aku mau kamu, mencari tahu tentang seseorang" Ucap Tasya. Lalu dia menyodorkan sebuah foto. " Ini orangnya " Lanjutnya.

__ADS_1


Arga menerimanya, kemudian dia menganggukan kepalanya."Hmmm, terus apa yang harus gue cari tahu? " Tanyanya.


"Kamu cari tahu semua perempuan yang berhubungan sama dia, terus apa yang pernah dia lakuin sama perempuan itu" Suruh Tasya.


"Oke, terus gimana bayaran gue" Ujar Arga.


"Tentang itu, kamu nggak usah khawatir. Nanti aku transfer ke rekening kamu" Ucap Tasya.


Di tengah pembicaraan mereka, seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka.


"Permisi tuan, nona. Ini pesanannya" Ucap pelayan itu.


" Oh iya, silahkan " Ucap Tasya.


Kemudian pelayan itu meletakkan pesanannya di meja.


" Kita makan dulu saja " Ucap Tasya.


Mereka pun memakan makanannya.


**********


Disisi lain......


Devan kini berada di cafe yang sama dengan yang Tasya tempati. "Van..van, bukannya itu cewek yang kemarin kan " Juan menepuk pundak Devan. Juan jika di luar berperilaku seperti teman saja pada Devan, karena dia sudah dari kecil bersamanya.


Kemudian Devan mengalihkan pandangannya pada arah yang di tunjuk Juan. "Hmmm, sama siapa dia?, apa dia kekasihnya? " Ujar Devan.


" Kayaknya sih, lihat deh mereka keliatan mesra gitu " Ucap Juan menimpali.

__ADS_1


Devan pun mengedikkan bahunya. " Lagian juga apa urusannya dengan gue, mau dia pacarnya ke atau bukan" Gumamnya dengan lirih, namun Juan masih bisa mendengarnya.


"Loh kemarin kan lo yang mau cari tau tentang dia, terus buat apa? " Tanya Juan.


"Perusahaan gue kan kerjasama sama dia, jadi gue harus tau semua tentang orang yang kerjasama dengan gue, siapa tau dia gimana gitu... " Ujar Devan.


"Iya juga sih " Juan menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita balik, udah sore " Suruh Devan pada Juan.


" Ya elah lo kaya anak gadis aja sih" Juan menyindir Devan.


"Berisik lo, mau gue potong gaji lo" Ancam Devan pada Juan.


" Ya elah, ayo.. Ayo, gitu aja main potong gaji" Ujar Juan dengan kesal.


Mereka pun meninggalkan cafe itu.


**********


Kembali ke Tasya.....


Setelah menghabiskan makanan pesannya, mereka pun kembali membahas pembicaraan mereka yang tertunda. "aku sudah selesai" ucap Tasya. "nanti semua informasi yang aku butuhkan, aku mau sudah ada sebelum bulan depan" Perintah Tasya.


"Tenang aja, jangan kan bulan depan minggu depan juga bisa " Ucap Arga.


" Ya sudahlah terserah kamu, yang penting informasi nya harus sudah ada sebelum bulan depan" Ucap Tasya.


Kemudian Tasya berdiri dari duduknya "pembicaraan kita sampai disini saja, makanan kamu aku yang bayar. Sampai ketemu dilain waktu" Kemudian Tasya berjalan menuju kasir dan membayar bila mereka. Setelah semua urusannya selesai, Tasya pergi dari cafe itu menuju apartemen miliknya.

__ADS_1


__ADS_2