Pembalasan Anak Terbuang

Pembalasan Anak Terbuang
Pembalasan Anak Terbuang


__ADS_3

Ditengah perjalanannya Tasya mendapati telphon dari Dinda. Ia pun mengambil HP nya yang berada di dashboard, kemudian ia menggeser tombol hijau dilayar nya.


"Hallo, kenapa Din. Sebentar lagi aku sampai kok! " Ucap Tasya. Ia mengira bahwa Dinda akan menanyakan keberadaan nya.


"Bu-bukan itu, maksud aku" Jawab Dinda dengan gugup.


"Terus kamu telphon aku ada apa? " Tanya Tasya pada Dinda.


"Ak-aku telphon kamu...... Aku mau kasih tau kamu, kamu harus hati-hati! " Jawab Dinda sambil memperingati Tasya agar berhati-hati.


"Maksud kamu apa? Coba kamu jelasin yang benar!" Ujar Tasya agar Dinda menjelaskan maksud ucapannya.


"Tadi kan aku tidak sengaja dengar Dio sedang telphonan dengan seseorang! " Dinda menjeda ucapannya.


"Terus! " Jawab Tasya.


"Tadi juga aku dengar bahwa dia menyuruh orang itu untuk membunuh seorang perempuan, aku takut yang dimaksud Dio adalah kamu! " Sambungnya.


"Baiklah, aku akan terus berhati-hati, makasih untuk informasi, nya aku beruntung banget punya teman kayak kamu" Ucap Tasya.


"Ya sudah aku tutup ya telphon nya, takutnya nanti ada yang curiga sama aku" Ucap Dinda.


"Oke" Setelah itu Dinda mematikan telphon nya.


"Jadi dia ingin bermain-main dengan ku! " Ucap Tasya sambil tersenyum menyeringai.


Saat mobil Tasya berada di jalan yang sepi, Tiba-tiba dari belakang ada sekitar tiga mobil yang menyerempet mobilnya. Tasya pun menghentikan laju mobilnya. Dari ketiga mobil yang menghadangnya keluar lah orang-orang yang seperti preman dari mobil itu, mereka semua berjumlah sekitar sepuluh sampai dia belas orang.


Kemudian salah satu dari mereka berteriak agar Tasya keluar dari mobilnya.


"Heii..... Keluar dari mobil sekarang juga atau mau kita menyeret lo keluar!" Teriak orang itu.


Tasya kemudian keluar dari mobilnya tapi sebelum itu dia sudah menyuruh anak buah Christian untuk datang kesini.


"Hehh!!..... Ternyata hanya bocah ingusan hahaha" Ejek seorang dari mereka.

__ADS_1


"Ta-tapi ketua dia memiliki beladiri yang kuat" Sela seorang dari mereka yang kemarin berurusan dengan Tasya.


"Itu lo aja yang bego, sama bocah ingusan saja kalah lo ngga malu sama badan lo yang besar itu!" Ejek si ketua. Ya kemarin yang berurusan dengan Tasya adalah anak buahnya saja, dan kini dirinya baru saja diminta oleh Dio agar membunuh Tasya langsung dengan bayaran yang sangat besar.


"Hehh..... Nggak usah banyak bicara!. Sekarang juga mau kalian apa? " Ucap Tasya menyela pembicaraan mereka yang sangat tidak jelas.


"Dasar bocah ingusan, ya jelas kita disini mau membunuh mu! " Ujar si ketua dengan sangat keras.


"Heh..! Memangnya kalian bisa. Masa dengan seorang perempuan saja kalian harus bergerombol. Hahaha pengecut" Ejek Tasya yang memancing kemarahan dari mereka semua.


"Berani juga lo bocah ingusan sekarang juga lo berdua serang dia" Suruh si ketua pada anak buahnya yang berada di sampingnya.


Kedua orang yang tadi di suruh pun segera maju untuk menghadapi Tasya.


"Heh....! Kalian berdua bagi ku sangat mudah untuk mengalahkan mu" Tasya semakin mengejek mereka.


"Nggak usah banyak bacot lo, serang" Ujar salah satu dari mereka berdua. Kemudian keduanya mulai maju dan menyerang Tasya.


Sedangkan si ketua dan anak buahnya yang lain hanya melihat saja, mereka fikir Tasya hanya perempuan yang lemah pasti sangat gampang untuk mengalahkannya.


Beberapa menit berlalu tapi pertarungan itu sangat membosankan bagi Tasya dirinya sejak tadi hanya menghindar saja. Karena acara pertunangan Stella semakin dekat dia pun mulai serius dengan pertarungan itu.


Tasya mulai menghajar mereka berdua, saat mereka berdua tidak fokus Tasya memanfaatkan itu untuk menyerang dimana titik yang dapat melumpuhkan mereka.


Akhirnya mereka berdua kalah dari Tasya.


Si Ketua yang melihatnya menjadi marah dan menyuruh semua anak buahnya agar maju bersamaan agar tugasnya cepat selesai.


"Kalian serang dia!! " Perintah si Ketua.


Mereka pun maju bersamaan, dan tanpa basa-basi langsung menyerang Tasya.


Tasya yang mendapatkan serangan dadakan itu berusaha menghindarinya.


Mereka berkelahi cukup lama, tapi karena kalah jumlah Tasya menjadi kewalahan.

__ADS_1


Dirinya sekarang sangat lelah, dan juga mereka memiliki badan-badan yang besar sehingga sulit untuk dikalahkan.


Saat dirinya kelelahan salah satu dari mereka tiba-tiba menyerang dari arah belakang, hingga membuat dirinya jatuh di aspal dan mengeluarkan darah dari kedua kakinya.


"Brengsekkk... Kalian!!" Teriak Tasya pada mereka.


Sedangkan mereka hanya melihat saja dan menertawakan nya. Dan si Ketua yang melihat Tasya sudah tidak berdaya mulai mendekati mereka.


"Heh...!!, dasar bocah ingusan. Makanya jangan sok jadi jagoan" Ujarnya dengan sinis.


"Heh!!, kalian itu hanya seorang pecundang yang menyerang seorang perempuan dengan bergerombol!! " Tasya masih bisa mengejek mereka. Ia sangat kesal dengan anak buah Christian kenapa begitu lama untuk datang kesini, sedangkan dirinya saat ini sedang terpojokan.


"Hahaha.... Gimana pun caranya, tetap kita yang menang" Ucap si Ketua sambil tertawa.


Tanya mengepalkan tangannya, saat itu dia merasa ada pasir di tangannya. Kemudian dia punya rencana agar bisa kabur dari mereka.


Tasya berdiri dari tempatnya. Kemudian saat mereka lengah dia menaburkan pasir ke arah mata mereka. Lalu dia berusaha lari dari sana.


"Brengsekkk...... Heh!!, jangan kabur kau, kalian cepat kejar dia" Perintah si Ketua pada anak buahnya.


Mereka pun menuruti perintahnya, dan mengejar Tasya. Sedangkan Tasya masih berusaha agar menjauh dari tempat sepi itu menuju jalan raya agar dia dapat meminta pertolongan pada seseorang.


Dengan kaki satunya yang keseleo dia tidak dapat berlari dengan cepat, jadi dia harus bersembunyi dari mereka. Dia bersembunyi di balik pohon besar yang ada di sana.


Saat mereka mulai datang, mereka sudah kehilangan jejak Tasya. Mereka terlihat kebingungan.


"Dimana dia? gimana kalau dia bisa kabur. Bisa-bisa kita yang akan menjadi sasaran Ketua!" Ujar salah satu dari mereka.


"Benar, kita harus segera menemukannya" Sahut dari yang lainnya.


"Gimana kalo kita carinya berpencar saja, agar cepat menemukannya" Usul salah satu dari mereka.


"Ya sudah ayo cepat" Ujar yang lainnya.


Mereka pun mulai berpencar untuk mencari Tasya.

__ADS_1


__ADS_2