
Setelah berkutat dengan peralatan dapurnya, kini Tasya sudah menyiapkan banyak makanan yang enak. Terlihat di meja makan banyak sekali makanan yang enak, dan harumnya itu menggoda selera orang untuk cepat-cepat makan.
Kemudian Tasya beralih ke ruang keluarga untuk mengajak mereka makan malam. Karena pesta pertunangan Tasya tadi batal dan mereka belum mencicipi hidangan disana jadi mereka belum makan, dan kini jam sudah menunjukkan pukul 8 malam.
"Dad, ayo ajak Devan dan juga Juan untuk makan malam!" Ucap Tasya pada Christian.
"Ohh, kamu sudah selesai sayang!, mari kita ke ruang makan tuan Devan dan asisten Juan" Ajak Christian pada kedua tamunya untuk makan malam bersama.
"Baik tuan Christian!" Ucap Devan.
"Baik tuan" Jawab Juan, kemudian mereka berdua pun mengikuti langkah Christian yang menuju ke ruang makan untuk makan bersama.
Sesampainya disana mereka melihat banyak sekali makanan yang bermacam-macam dan dengan tampilan yang begitu cantik, bahkan harum makanan itu membuat mereka berdua tidak sabar untuk mencicipi nya.
"Ayo silahkan dinikmati!, jangan malu-malu silahkan habiskan semuanya" Ucap Christian pada kedua tamunya itu.
"Betul ayo silahkan dimakan, aku udah masakin banyak makanan untuk kalian" Timpal Tasya.
"Terimakasih nona Tasya dan juga tuan Christian" Jawab Juan.
Mereka pun mulai mengambil makanan masing-masing, dan makan dengan tenang. Karena masakan Tasya yang begitu enak jadi Devan dan Juan menambah makanannya hingga dua piring.
Setelah semua makanan habis, tiba-tiba juanda bersendawa hingga membuat Christian dan Tasya tertawa.
__ADS_1
"Hahaha.......!" Tawa Christian dan Tasya.
"Ma-maafkan saya tuan Christian" Ucap Juan dengan malu, bahkan kini wajahnya ada semburat merah di pipinya.
"Tidak usah malu begitu Juan!, wajar jika kamu bersendawa karena masakan Tasya itu memang terenak" Jawab Christian sambil memuji masakan Tasya.
"Ah...! Anda benar tuan Christian, memang masakan nona Tasya ini begitu enak " Puji Devan pada Tasya.
"Betul itu tuan!" Timpal Juan.
"Hahaha, baiklah dan juga kalian tidak usah sungkan dengan kami!, kamu boleh memanggil saya om saja dan juga panggil saja Tasya tidak perlu dengan sebutan nona" Ucap Christian, agar kedua orang itu tidak perlu sopan pada dirinya, dan agar mereka mengganti panggilannya.
"Kalau begitu baiklah om, dan juga kami pamit pulang om dan Tasya, terimakasih atas makan malamnya!" Ucap Devan, dirinya pamit pada Christian dan Tasya.
"Oh, baiklah!, lain kali jangan lupa untuk sering mampir kesini!" Ujar Christian.
*******
Sedangkan di kamar Stella, kini ia tengah menangis tersedu-sedu sambil menghancurkan barang-barang yang ada disekitarnya. Penampilannya sangat kacau, bahkan kini riasan wajahnya luntur.
"akhhhhhhh, Dio brengsek! kenapa lo ngehianati gue!" teriak Stella. Dia menghancurkan barang-barang yang ada di meja rias nya.
"hikss....hikss....hikss, selama ini gue selalu nurutin semua keinginan lo!, apa kurangnya gue selama ini!" ucapnya. Kemudian telphon miliknya berdering, lalu dia mengabilnya dan melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata itu adalah Ajeng sahabatnya.
__ADS_1
######
Kemudian ia segera mengangkat panggilannya.
"halo Stell, lo nggak apa-apa kan?" Tanyanya saat panggilan itu diterima.
"hikss... Jeng, gue bener-bener nggak percaya semua ini!, ini pasti mimpi kan Jeng, Dio nggak mungkin ngehianatin gue!" ucap Stella pada sahabatnya itu.
"lo yang sabar ya Stell, Dio itu bener-bener selingkuh, jadi lo harus move on dari dia!" bujuk Ajeng pada Stella.
"Tapi hati gue sakit banget Jeng, ngeliat foto dia sama cewek lain!" ucap Stella.
"kalo gitu lo harus bales perbuatan si Dio brengsek itu Stell!!" Ujar Ajeng.
"Tapi gimana caranya?" Tanya Stella yang kini mulai tenang.
"lo tenang aja, gue sama Siska yang bakal pikirin caranya" ucap Ajeng.
"ya udah kalo gitu lo jangan ngelakuin hal-hal yang aneh ya, kita bakal bantuin lo kok" Lanjutnya.
"oke, makasih yah lo udah ngehibur gue!" ucap Stella
"ya elah Stell, kita kan best friend! jadi apapun masalah lo bakal jadi masalah gue juga!" jawab Ajeng.
__ADS_1
"ya udah, sekarang lo istirahatin tubuh lo! gue tutup telphon nya yah" ucap Ajeng sebelum menutup panggilannya.
######