
Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 22 jam, kini akhirnya Tasya pun sampai di Bandara Soekarno-Hatta ( Indonesia). Dia sampai disini sekitar jam 1 siang. Kakinya berjalan kearah dimana dia akan keluar, tanpa sengaja dia menabrak seorang laki-laki saat dia sedang fokus menelfon dengan Daddynya.
" Aduhhhh. Ah...Ma-maafkan saya, saya tidak sengaja menabrak anda tuan" Ucap Tasya.
" Hmmm, lain kali jalan itu pake mata. " Ucap laki-laki itu dengan datar, setelah itu dia pergi berlalu. Ucapan laki-laki itu membuat Tasya begitu kesal.
" Huh, dasar sombong. aku kan tadi sudah minta maaf " Gumamnya dalam hati.
" Kalau aku bertemu dia lagi, aku akan jambak tuh rambutnya " Kemudian Tasya pun pergi dari sana.
Sesampainya di luar Bandara, disana sudah ada banyak anak buah Christian yang menunggunya.
"Selamat siang, nona Tasya" Ucap salah satu dari mereka.
"Perkenalkan saya Marco, saya yang akan mengurus semua keperluan anda disini" Lanjutnya.
"Hmmm, baiklah." Jawab Tasya dengan tersenyum.
"Ayo, antarkan aku ke apartemen saja." Lanjutnya.
"Baik, nona. Silahkan" Dia pun membukakan pintu mobilnya. Setelah itu , mobil yang mereka tumpangi mulai berjalan meninggalkan Bandara.
Setelah 1 jam mereka pun akhirnya sampai di apartemen yang akan tasya gunakan saat disini.
"Silahkan, nona. " Ucap Marco.
"Terimakasih" Ucap Tasya.
Marco pun membalasnya dengan tersenyum. Tasya pun berjalan menuju lift, disini dia tinggal di lantai 6.
Sesampainya di lantai 6, Tasya pun membuka pintu apartemen yang akan dia tinggali. Dia pun masuk dan melihat-lihat sekitar apartemen nya, apartemen itu cukup nyaman untuk ditinggali olehnya. Setelah itu pun, dia kembali ke ruang tamu.
" Nona tidak perlu khawatir, semua yang anda perlukan sudah kami siapkan atas perintah dari tuan besar " Ucap Marco.
" Ini koper nona, dan jika anda memerlukan sesuatu bisa langsung menghubungi saya" Lanjutnya setelah meletakkan koper milik Tasya.
" Baiklah, terimakasih. saya akan menghubungi anda nanti" Jawab Tasya.
"Kalau begitu saya pamit undur diri nona" Ucap Marco seraya membungkukkan badannya.
"Baiklah"
"Ahhhh... Lelahnya, hari ini aku akan mengistirahatkan tubuhku dulu. " Ucap Tasya.
Dia berjalan ke arah kamar yang akan dia tempati.
" Hmmm kamar ini seperti kamarku yang dulu, Daddy benar-benar sudah menyiapkan semua yang aku perlukan disini. " Lanjutnya.
" Sebaiknya aku mandi dulu saja, badanku serasa lengket semua" Setelah itu, Tasya membereskan koper miliknya, dan mengambil baju yang akan dia kenakan.
__ADS_1
Keluar dari kamar mandi, Tasya sudah lengkap dengan baju tidurnya, dia pun menuju ke arah ranjang untuk mengistirahatkan tubuhnya.
" Hmmm... Ternyata kasur ini lebih nyaman dari kasurku yang dulu " Tak terasa Tasyapun sudah terlelap menuju ke alam mimpinya.
Jam pun berlalu, kini waktu menunjukkan pukul 7 malam, berarti dia harus bangun. Belum lagu perutnya benar-benar tidak bisa diajak kompromi, dari tadi perutnya berbunyi terus.
"Huh, lapar sekali" Tasya pergi ke dapur, namun disana tidak ada makanan, bahkan bahan makanan pun kosong. Ternyata Christian belum menyuruh anak buahnya untuk mengisi semua makanan di kulkas.
" Daddy kenapa belum menyuruh anak buahnya untuk mengisi kulkasnya sih, huh... aku kan lapar sekali" Dia membuka semua yang ada di dapur, siapa tau ada makan, namun sudah setengah jam dia disana tidak ada satu pun makanan.
"Aku akan belanja di minimarket dekat sini saja" Tasya kembali ke kamarnya untuk berganti pakaiannya.
Setelah keluar dari lift, Marco sudah menunggu dirinya disana. Tasya pun masuk kedalam mobil.
" Maafkan saya nona, saya tidak tahu bahwa tidak ada makanan di apartemen anda" Sesalnya.
" Hmmm... karena aku sedang lapar sekali, aku akan memaafkan mu, cepat kita jalan" Suruhnya.
" Anda akan kemana, nona? "Tanya Marco.
" Aku ingin ke restoran yang ada di sekitar sini. " Jawabannya.
Mobilpun melaju menuju restoran yang dekat dengan apartemennya.
Sesampainya di restoran dia berjalan menuju meja yang ada disana. Namun sebelum dia sampai, tiba-tiba dari belakang ada seorang yang mengenalnya.
" Woww, sekarang lo berubah ya, om-om mana yang lo gaet hartanya." Ejeknya, ternyata dia ajeng temannya Stella.
" Bukan urusanmu, minggir dari jalan aku mau lewat" Karena dia sangat lapar, jadi Tasya memilih pergi meninggalkan Ajeng.
"Woyy, jalang aja belagu lo " Ucap Ajeng memaki dirinya, namun Tasya tidak menghiraukan nya.
Tidak puas dengan hasilnya Ajeng berlalu dari restoran itu, dia akan memberitahu kan Stella bahwa Tasya telah kembali.
"Pelayan" Ucap Tasya sambil melambaikan tangannya.
" Iya nona, silahkan pesan apa? " Tanya pelayan.
"Saya ingin pesan nasi goreng seafood, pizza, dan jus strawberry " Ucap Tasya.
" Baik, silahkan ditunggu " Ucap pelayan itu.
" Jangan lama-lama ya"
" Baik, nona" Pelayan itupun pergi.
Lima belas menit kemudian, pesanannya pun datang. Tasya melihat makanan yang begitu menggoda perutnya. Tidak ingin berlama-lama Tasya segera memakan makanan itu dengan lahap.
"Emmm... makanan disini enak sekali" gumamnya.
__ADS_1
Setelah puas mengenyangkan perutnya. Tasya menuju kasir untuk membayar makanannya.
" Berapa mba? "Tanyanya.
" 250.000 nona" Jawab kasir tersebut.
Tasya mulai mencari dompetnya, tapi dia tidak menemukannya.
"Aduhh, dimana sih dompetnya" Gumamnya.
" Sebentar ya mba, saya lagi cari dompet saya dulu" Ucap Tasya.
Sepuluh menit berlalu, tapi dompet yang dia cari belum ketemu.
" Ahhh.. aku lupa membawa dompetnya mba, apakah bisa dibayar nanti? "Tanya Tasya.
" Tidak bisa nona" Jawab kasirnya.
" Kalau tidak punya uang jangan sok makan di restoran" Ucap pria dibelakangnya.
"Heyyy, apa maksudmu. " Ucap Tasya yang tersinggung dengan ucapan pria itu.
"Sebaiknya anda minggir nona" Usir pria itu. Dia mengeluarkan kartu miliknya dan menyerahkannya ke kasir.
" Ini, hitung juga miliknya saya yang bayar"
" Baik, tuan"
"Silahkan kartunya tuan, terimakasih telah makan disini, silahkan datang kembali" Ucap kasir tadi.
" Terimakasih, aku akan membayarnya nanti" Ucap Tasya.
" Tidak perlu, anggap saja saya sedang mengamal" Ucap pria itu.
" Tidak-tidak, aku bukan pengemis ya" ucap Tasya.
" siapa yang bilang kau pengemis, aku hanya bilang aku sedang mengamal" ucap pria tersebut, menyanggah apa yang tadi di ucapkan Tasya, sambil tersenyum mengejek.
Rasanya ingin sekali Tasya mencakar mulut pria itu, tapi karena tidak ingin lebih emosi dia memilih keluar dari restoran itu.
"Huh, menyebalkan sekali, hari ini adalah hari tersial di hidupku." Tasya pun keluar dari restoran.
" ayo, kita pulang ke apartemen." ucap Tasya setelah masuk ke mobil.
" tidak jadi ke minimarket nona?" Tanya Marco.
" nggak, besok saja aku tidak membawa dompetku" ucapnya dengan nada kesal.
"Baik, nona" mobil pun melaju ke apartemen yang ditinggali oleh Tasya.
__ADS_1