
Setelah orang-orang yang mengejarnya tak terlihat lagi. Tasya melanjutkan pelariannya menuju jalan raya, namun belum jauh dari sana seorang dari mereka ternyata masih disana dan melihat dirinya, dia berteriak pada temannya yang lain.
"Heyyy!!...... Itu dia! " Teriaknya pada temannya yang lain.
Mendengar teriakan temannya mereka pun kembali ke tempat semula, sementara Tasya masih berusaha lari dari kejaran mereka.
Orang suruh Dio yang melihat Tasya kabur lagi terus mengejarnya. Walaupun kaki Tasya masih sakit, tapi dia memaksanya untuk berlari, ia sudah terbiasa dengan keadaan saat ini karena saat bersama Christian dirinya menjalani latihan yang lebih berat.
Saat sudah di perempatan jalan raya, Tasya melihat mobil yang sedang melakukan kearah nya. Kemudian dia berjalan ke tengah-tengah jalan dan merentangkan tangannya.
Ckittt.........
Mobil itu pun mengerem mendadak saat akan menabrak tubuh Tasya. Sedangkan Tasya hanya menutup matanya. Terlihat juga sangat sopir marah melihat kelakuan Tasya.
"Sialan!...., kenapa kau mengerem mendadak seperti ini hah!!" geram tuannya yang menyalahkan tindakan asisten nya itu.
"Ma-maaf bos, di depan ada seorang perempuan yang menghalangi jalan" Jawab sang asisten.
"Dasar perempuan tidak tau diri, seharusnya kalau mau bunuh diri jangan di jalan raya seperti ini!! " Ujar tuannya yang masih marah, kemudian dirinya melihat ke arah perempuan itu.
"Tapii... Sepertinya kita kenal dengan orang itu bos!! " Ucap si asisten pada bosnya.
Dan tuannya hanya menganggukkan kepalanya saja.
"Ohhh......, bukankah itu nona Tasya bos!! " Sahut juan yang mengenali wajah Tasya.
Sedangkan Tasya yang merasa dirinya baik-baik saja mulai membuka matanya. Kemudian dia berjalan ke samping mobil itu dan mengetuk kaca jendelanya.
Tokk... Tokk... Tokk...
"Tuan, tolong saya tuan, saya sedang dikejar oleh orang jahat!! " Ucap Tasya. Lalu dirinya melihat ke belakang ternyata orang-orang yang mengejarnya masih ada.
__ADS_1
"Bagaimana bos, apakah kita harus membantunya? " Tanya si asisten pada bos nya.
"Buka saja, aku kasihan dengan dia! " Jawab tuannya.
"Baiklah" Si asisten pun membukakan pintu mobil penumpang, dia membiarkan agar Tasya duduk di samping bosnya itu.
Tasya yang melihat orang itu sudah membukakan pintu untuknya, segera saja dirinya masuk ke dalam mobil itu. Dan segera saja si asisten melajukan kembali mobilnya.
Sedangkan orang-orang yang sedari tadi mengejar Tasya kemudian berhenti karena melihat Tasya masuk ke sebuah mobil, dan mobil itu pun sudah pergi. Salah satu dari mereka kemudian menghubungi si Ketuanya itu.
"Gimana, apa kalian berhasil menangkapnya? " Si ketua menodong nya dengan pertanyaan.
"Ma-maaf ketua, di-dia berhasil kabur" Jawab anak buah itu dengan ketakutan.
"Bodoh kalian semua!!, menangkap bocah ingusan seperti dia saja tidak bisa" Si ketua marah pada anak buahnya dan memaki mereka semua.
"Di-dia menumpang pada mobil seseorang Ketua" Jawabnya.
"Brengsekkk.... Sekarang juga kalian balik ka markas" Perintah si Ketua pada semua anak buahnya.
Tasya sekarang menjadi lega, karena orang-orang tadi sudah tidak mengikutinya.
Kemudian dia membalikkan tubuhnya agar bisa melihat sang penolongnya. Ia terkejut ternyata yang menolongnya adalah Devan.
"Ka-kamu!! " Ucapnya dengan gugup.
"Kenapa? Apa kamu tidak mau berterimakasih pada penolongmu" Ujar Devan sambil mengangkat sebelah alisnya. Sedangkan si asisten yaitu juan hanya menjadi pendengar saja.
"Bu-bukan begitu, maksud ku terimakasih telah menolong ku, lain kali aku akan membalasnya" Ucap Tasya dengan tulus.
"Tidak masalah bagi ku!, lalu kamu kenapa sampai bisa di kejar oleh mereka? " Tanya Devan dengan kepo, dirinya sekarang tidak sedingin saat pertama kali bertemu dengan Tasya.
__ADS_1
"Bukan apa-apa kok, lagi pula ini masalah ku jadi buat apa juga kamu kepo dengan masalah ku" Jawab Tasya.
"Ya sudah lagi pula aku juga tidak mau tau masalah kamu" Ujar Devan.
"Lohh... Tadi kamu yang kepo kok" Sahut Tasya.
"Tadi aku hanya bertanya, wajar dong sebagai seorang penolong pasti akan bertanya masalah orang itu" Sanggah Devan.
"Ya.. Ya sudah lah, terserah kamu saja" Ucap Tasya.
Setelah itu mereka terdiam dengan suasana yang menjadi canggung. Kemudian Juan mulai menanyakan tujuan Tasya.
"Oh ya nona Tasya, sebenarnya anda akan kemana? " Tanya Juan pada Tasya.
"Aku akan ke hotel shopia " Jawab Tasya.
"Wahhh, tujuan kita sama ya" Ujar Juan.
Tasya mengerutkan keningnya mendengar ujaran Juan.
"Memangnya kalian ke sana mau apa? " Tanya Tasya pada Juan.
"Kami mau menghadiri perayaan perusahaan tuan Abraham sekaligus pertunangan anaknya" Jawab Juan. Kini dirinya tidak merasa sewot lagi pada Tasya, karena sudah mengetahui latar belakangnya.
"Ohhhh.... " Ucap Tasya.
"Lalu anda sendiri mau apa ke sana nona Tasya? " Devan menyela pembicaraan mereka.
"Aku di undang oleh anaknya tuan Abraham, karena dia teman sekampus ku" Jawab Tasya.
"Ohhh.... " Devan hanya beroh ria.
__ADS_1
Setelah itu mereka kembali terdiam, hingga mereka tidak menyadari bahwa mereka telah sampai di tempat yang dituju.
Juan menghentikan mobilnya di depan pintu lobi.