Pembalasan Anak Terbuang

Pembalasan Anak Terbuang
Pembalasan Anak Terbuang


__ADS_3

"Hei..!!, Turunkan tangan mu, jangan harap kamu bisa menyentuh wajah putri ku dengan tangan mu yang kotor itu! " Ucap Christian. Ia berada di belakang Dio, dan memegang tangan Dio. Kemudian memelintir nya ke belakang.


"Awwww, lepasin gue brengsekk....!" Teriak Dio pada Christian.


"Ohh, berani kamu sama saya! Langkahi dulu mayat saya, sebelum tangan kotor mu itu menyentuh wajah cantik putriku!" Ucap Christian sambil mendorong tubuh Dio dari hadapannya.


"Sial, brengsekk kalian! Akan ku balas perbuatan kalian nanti...!" Ancam Dio, kemudian dia memilih pergi dari sana.


"Dasar baj*ng*n pengecut saja sok berani" sindir Christian pada Dio yang sudah kabur dari sana.


"Biarkan saja Dad!" Ucap Tasya.


Christian menganggukkan kepalanya. "Ya sudah, ayo kita pulang" Ajak Christian.


"Ayo Dad" mereka pun menaiki mobil yang dikendarai oleh Marco.


*******


Sesampainya di apartemen Tasya. Marco pamit kepada Christian, dirinya akan langsung pulang setelah mengantarkan majikannya itu. Saat berada di depan pintu masuk apartemennya, Tasya dan Christian berpapasan dengan Devan dan Juan. Kemudian Devan menyapa mereka berdua.

__ADS_1


"Selamat malam nona Tasya, bagaimana dengan keadaan anda? " Sapa Devan pada Tasya.


"Oh, tuan Devan!, keadaan saya baik-baik saja, terimakasih atas pertolongan anda" Jawab Tasya."apakah anda bersedia makan malam bersama kami sebagai tanda terimakasih saya!" Lanjutnya.


"Emmm, baiklah" jawab Devan.


Kemudian Christian berdehem, sehingga kedua orang yang sedang mengobrol itu menghadap kearahnya.


"EHmmm...EHmmm...!" Dehem Christian.


"Oh ya Dad, ini adalah tuan Devan yang sudah menolong ku dari kejaran orang suruhan Dio itu!" Tasya pun memperkenalkan Devan pada Christian. "Dan yang di sampingnya, Juan asistennya! " kemudian memperkenalkan Juan juga.


"Ohhh, terimakasih atas bantuannya tuan Devan dan juga tuan Juan. Saya Christian orang tua Tasya, salam kenal" Ucap Christian sambil mengulurkan tangannya.


"Baiklah, sudah pengenalannya, mari kita masuk! Saya akan membuat kan makanan untuk kita semua" Ajak Tasya, agar mereka semua masuk kedalam apartemennya.


"Baiklah, mari" Ucap Christian mempersilahkan Devan dan Juan masuk terlebih dahulu.


******

__ADS_1


Sekarang mereka berada diruang keluarga atau ruang yang biasanya Tasya untuk bersantai. Tasya menyuruh Christian dan kedua tamunya untuk duduk disana, agar dirinya bisa mempersiapkan makanan untuk mereka semua.


"Kalian duduk dulu saja!, aku akan membuat makanan untuk kalian dulu" Suruh Tasya pada Devan dan Juan.


"Baiklah nona Tasya, terimakasih!" Ucap Devan. Kemudian dia dan Juan pun duduk di sofa yang berada disana.


"Dad, kamu temani mereka dulu yah!" ujar Tasya pada Christian.


"Oke, sayang!" Jawab Christian. Dia pun menghampiri Devan dan Juan yang sedang duduk di sofa.


Beberapa saat kemudian saat mereka sudah mulai akrab Tasya datang dengan membawa minuman untuk mereka.


"Wahhh, kayaknya asik nih! Lagi ngobrolin sih?" Sela Tasya pada pembicaraan para lelaki itu.


"Kita sedang membicarakan tentang bisnis deng tuan Christian nona Tasya!" Jawab Juan.


"Tidak usah bersikap formal!, saat ini kita sedang tidak berada di perusahaan" Ucap Tasya." Panggil saja Tasya, Ini aku bawakan minuman untuk kalian " Lanjutnya.


" Terimakasih Ta-Tasya" Ucap Devan, yang masih canggung untuk memanggil nama Tasya.

__ADS_1


"Sama-sama" Jawab Tasya. "kalo begitu aku lanjut masak dulu yah, silahkan diminum dulu!" Lanjutnya. Kemudian dia kembali kedapur untuk menyelesaikan masakannya.


Sedangkan para lelaki melanjutkan obrolan mereka.


__ADS_2