
Dilain tempat, terdapat Stella dan teman-temnanya yang sedang berkumpul di sebuah baru mewah di jakarta.
" Oh ya Stell, tadi gue lihat Tasya di restoran tau " Ucap Ajeng sambil meminum alkohol miliknya.
" Masa sih, bukannya dia itu udah diusir dari rumah lo ya Stell , terus kenapa bisa makan di restoran" Ucap Siska yang tidak percaya dengan ucapan Ajeng tadi.
" Apa yang lo ucapin tadi beneran jeng? " Tanya Stella.
"seriusan deh, tadi gue ketemu sama dia terus gue samperin dianya." Ucap Ajeng membenarkan perkataannya yang tadi.
" Lo tau, dia itu berubah banget, dari yang dulunya kucel dan cupu, tapi sekarang dia lebih cantik, terus ya pakaiannya itu mahal-mahal " Lanjutnya dengan nada kesal.
" Woww..... masa sih!, Kira-kira dapat dari mana itu semuanya ya.? " Tanya Siska sambil berfikir.
" Mungkin aja dia jual tubuhnya ke om-om berduit " Ujar Ajeng.
" Iya juga ya, soalnya selama inikan dia nggak keliatan tuh, terus sekarang tiba-tiba aja muncul dengan pakaian yang mahal" Ucap Siska.
" Kenapa dia bisa kembali, apa jangan-jangan dia mau ambil harta keluarga Abraham, gue harus ngehubungin Dio " Gumamnya dalam hati, ada sedikit rasa cemas di hatinya dengan kemunculan Tasya yang tiba-tiba.
" Stell, Besok lo berangkat kuliah nggak" Tanya Ajeng.
" Berangkat lah, besok ada mata pelajarannya bu Ningsih, gue nggak mau ngulang yah" Jawab Stella.
"Katanya sih besok ada anak baru tau" Ucap Siska.
" Masa sih, emang cowok apa cewek ? "Tanya Stella.
" Katanya cewek, pindahan dari Amerika " Ucap Siska.
" Ya udalah, paling besok juga kita tau" Ucap Ajeng.
"Eh, dah malam nih gue balik dulu ya, nanti mama gue ngomel lagi" Ucap Stella menyela pembicaraan diantara mereka.
" gue juga mau pulang nih" Ucap Ajeng.
" Gue pergi dulu ya, bye " Stella pun pergi meninggalkan kedua temannya.
Keesokan harinya,Tasya kini sudah siap dengan pakaiannya.Hari ini adalah hari pertamanya masuk kuliah.
" Sekarang sudah siap" Ucapnya setelah melihat bayangan dirinya di cermin. Dia pun melangkahkan kakinya keluar apartemennya.
Sesampainya di lift, dia menekan tombol menuju lantai dasar.
Kini Tasya sudah menggunakan mobilnya sendiri, dia melajukan mobilnya ke kampus. Lima belas menit kemudian, kini mobil Tasya sudah sampai di parkiran kampus. Banyak sekali mahasiswa yang berlalu lalang, dia berjalan menuju ruang administrasi untuk menyelesaikan pendaftarannya.
Saat dia keluar dari mobil, banyak mahasiswa disana yang melihat ke arahnya, namun Tasya tidak memperdulikan itu semua. Dia mulai melangkahkan kakinya menuju ruangan yang dia tuju.
"Maaf Pak, saya mahasiswi pindahan, ruang administrasi dimana yah? " Tanyanya pada seorang Dosen yang lewat di depannya.
"Oh , kamu anak pindahan itu. Mari ikut saya" Ajak Dosen itu yang bernama Bambang.
"Baik, pak" Mereka pun pergi keruang administrasi.
__ADS_1
Setelah berjalan berapa menit akhirnya mereka sampai di ruangan yang ditujukan oleh mereka.
"Silahkan masuk" Tasya pun masuk ke dalam.
Pak Bambang menyuruhnya untuk duduk.
" Kamu pindahan dari Amerika? " Tanya pak Bambang.
" Iya pak" Jawab Tasya.
" Silahkan isi formulir ini dulu" Suruh pak Bambang.
Tasya pun mengisi formulir itu. Setelah selesai Pak Bambang pun mengantarkan Tasya ke kelasnya.
Kini dia sudah sampai di kelas manajemen bisnis.
" Tok.... Tok.... Tok... " Pak Bambang mengetuk pintu kelasnya.
" Permisi bu, saya mengantarkan mahasiswi baru" Ucap pak Bambang.
" Oh iya pak, silahkan masuk" Tasya pun masuk kedalam, sedangkan pak Bambang sudah pergi.
Tasya mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kelas, kini tatapannya tertuju pada seorang perempuan yang juga sedang melihat kearahnya. Saat pandangan mereka bertemu, perempuan itu begitu kaget. Sedangkan Tasya hanya tersenyum sinis. Perempuan itu adalah Stella, dia tidak percaya bahwa anak baru itu ternyata Tasya.
"Silahkan kamu memperkenalkan diri" Tasya hanya mengganggukan kepalanya.
" Perkenalkan nama saya Natasya Firdha, salam kenal semuanya" Ucap Tasya.
Setelah memperkenalkan diri dia disuruh untuk duduk di tempat yang kosong. Kelas pun kembali dimulai, sementara Stella masih cemas dengan kedatangan Tasya.
Saat diparkiran dia bertemu dengan gengnya si Stella.
" Wowwww... kenapa kampus kita bisa menerima jalang ini ya! "Ucap Ajeng dengan keras, sehingga semua orang yang disana dapat mendengarnya.
" Maksud kamu siapa ya? " Tanya Tasya.
" Ya lo lah emang siapa lagi" Ucap Siska menimpali. Sedangkan Stella hanya diam saja.
" Oh ya, aku nggak ngerasa tuh" Ucap Tasya sambil mengedikkan bahunya yang membuat mereka kesal. Tidak ingin berlama-lama mendengarkan ocehan mereka yang tidak jelas, Tasya lebih memilih pergi dari sana.
"Dasar yah, jalang aja belagu" Ucap Ajeng yang merasa kesal dengan Tasya.
" Udahlah ngapain sih ngurusin dia, ayo kita pergi aja " Ajak Stella.Mereka pun meninggalkan parkiran itu menuju mobilnya.
Tasya melajukan mobilnya ke perusahaan milik Christian yang ada di jakarta, Christian menyerahkan tanggung jawab untuk Tasya mengelola perusahaannya. Setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit, akhirnya dia sampai juga disana.
Tasya berjalan menuju resepsionis.
"Permisi, saya ingin bertemu dengan pak Anton" Ucap Tasya pada resepsionis itu.
"Maaf, apakah anda sudah ada janji dengannya" Ucap resepsionis itu lagi.
"Belum, tapi bisakan anda menghubunginya" Pinta Tasya.
__ADS_1
"Maaf tidak bisa, sebaiknya anda pergi dari sini atau saya akan minta security mengusir anda " Ucap resepsionis itu dengan sinis.
"Saya disini mau bertemu dengan pak Anton yah, kenapa anda begitu tidak sopan dalam menerima tamu" Ucap Tasya yang mulai kesal dengan resepsionis itu.
"Anda belum membuat janji temu, anda orang asing disini jadi jangan membuat keributan" Ucap si resepsionis.
" Maaf yah, saya disini bukan mau membuat keributan, tapi anda yang tidak sopan " Ucap Tasya.
"Security tolong usir wanita ini dari sini" Si resepsionis menyuruh seorang security untuk mengusirnya.
"Baik, silahkan keluar dari sini nona" Ucap si security yang mengusirnya.
"Pak saya ini tamu disini, kenapa anda mengusir saya" Ucap Tasya.
"Tapi anda sudah membuat keributan disini nona, sebaiknya anda pergi dari sini" Usir si security sambil menyeret tangannya.
"Lepas... nanti dulu, saya akan menghubungi pemilik perusahaan ini" Ucap Tasya.
"Heh... jangan bermimpi nona" Ucap si resepsionis dengan sinis.
Tasya pun menghubungi Christian.
Drttt..... Drttt......Drttt
Tidak menunggu lama, akhirnya telfon pun diangkat oleh Christian.
" Hallo sayang kenapa baru menghubungi Dad" Ucap Christian diseberang sana.
" Maaf Dad, Tasya baru sempat menghubungi Daddy" Ucap Tasya dengan nada menyesal.
" Baiklah, kenapa kamu menghubungi Dad, apa ada sesuatu dengan mu? "Tanya Christian.
" Ini Dad, aku sedang di perusahaan tapi saat aku ingin bertemu pak Anton aku malah diusir " Ucap Tasya.
" Hah... Siapa yang berani mengusir anak kesayangan ku ?." Dari nada yang terdengar sepertnya Christian marah.
"Resepsionis disini Dad" Ucap Tasya mengadu pada Christian, sedangakan si resepsionis dan security hanya mendengarkan saja.
" Baiklah, Dad akan menghubungi si Anton itu" Ucap Christian.
" Oke Dad, thank you, aku sayang Daddy" Ucap Tasya.
" Dad juga sangat menyayangimu, Dad tutup telfonnya dulu ya, jaga diri baik-baik disana" Ucap Christian mengingatkan Tasya supaya menjaga dirinya.
Tasya pun menutup telfonnya, dan beralih menatap kedua orang di depannya.
"Sebaiknya anda memperbaiki perilakumu" Ucap Tasya pada si resepsionis.
" Kenapa saya harus memperbaiki perilaku saya, seharusnya anda yang tahu diri disni anda hanya orang asing dan bukan siapa-siapa " Ucap si resepsionis dengan sombong.
" Kita tunggu saja nanti "ucap Tasya menantang si resepsionis.
Tidak menunggu lama akhirnya, pak Anton itu pun datang dengan berlari ke arahnya. Setelah sampai di depannya dia pun menundukkan badannya.
__ADS_1
" Maafkan atas perilaku tidak sopan karyawan saya nona" Ucap pak Anton.
Sedangkan si resepsionis dan security itu begitu terkejut. kini mereka mulai ketakutan, apa yang akan terjadi pada dirinya nanti, si resepsionis merasa menyesal sekarang. tapi dia tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.