Pembalasan Anak Terbuang

Pembalasan Anak Terbuang
Pembalasan Anak Terbuang


__ADS_3

4 Tahun Kemudian.....


4 tahun bukan lah waktu yang singkat, namun 4 tahun itu juga bisa mengubah seorang gadis yang lemah menjadi kuat. Dan disini lah dia, di negari paman sam yang menjadikan gadis itu kuat dalam menghadapi takdirnya. Tasya, ya kini dia sudah sadar dari komanya, setelah 1 tahun lamanya dia terbaring lemah di ranjang rumahsakit, kini dia bisa dengan bebas menghirup udara segar.


" Dorrr..... Dorrr.. Dorrr " Terdengar suara tembakan yang menggema di ruangan itu, kini terlihat seorang gadis cantik yang sedang berlatih menembak.


Kemudian dari arah belakang, datang seorang pria paruh baya, yang disebutnya Daddy.


"Prokk.... Prokk.....Prokk! " Terdengar suara tepuk tangan seseorang, ya dia adalah pria paruh baya itu, yakni Christian.


"Hebat... Ternyata anakku belajar dengan sangat cepat " Ujarnya dengan tersenyum ke arah Tasya.


" Dad....., kenapa tidak memanggilku? " Tanya Tasya.


"Daddy, hanya tidak ingin mengganggu latihan mu saja" Jawab Christian.


"Sekarang sebaiknya bersihkan tubuhmu dulu" Suruh Christian.


" Baik, Dad" Setelah itu, Tasya pergi dari sana.


Jam 7 diruang makan, kini Tasya dan Christian sedang menikmati makan malam.


"Sayang, apakah kamu akan melanjutkan kuliah mu?" Tanya Christian.


"Iya, Dad. Tapi aku ingin melanjutkan kuliahku di Indonesia" Ucap Tasya.


" Kenapa Tidak disini, bukannya disini banyak kampus yang lebih unggul dari pada di Indonesia? " Tanya Christian.

__ADS_1


" Aku ingin membalaskan apa yang telah mereka perbuat Dad" Ujar Tasya.


"Oh .. Baiklah,Dad akan mengurus perpindahan mu, tapi janji kamu harus selalu memberi kabar pada Daddy" Ucap Christian.


" Siap... Dad" Ucap Tasya sambil mengangkat tangannya seperti sedang hormat.


Keesokan harinya, terlihat Tasya yang sedang berlatih beladiri didampingi Christian.


"Sayang, kapan kamu akan kembali ke Indonesia? " Tanya Christian.


"Mungkin minggu depan Dad" Ujar Tasya.


"Kamu harus bisa menjaga dirimu, Dad akan menyuruh anak buah Daddy untuk menjagamu disana" Ucap Christian.


" Tidak perlu, Dad. Aku bisa menjaga diri ku sendiri " Ucap Tasya.


"Baiklah." Tasya hanya bisa pasrah.


Hari kian berlalu, kini tiba saatnya Tasya akan kembali ke negeri asalnya.


" Kau sudh siap" Tanya Christian.


"Sudah, Dad" Jawab Tasya.


" Maaf Daddy tidak bisa mengantarkan mu, karena ada meeting penting pagi ini, Dad sudah menyuruh Jack untuk mengantarkan mu." Ucap Christian.


" Baiklah"

__ADS_1


"Kamu harus berhati-hati di sana, jika terjadi sesuatu langsung kabari Daddy oke "


"Oke Dad." kemudian Tasya pun masuk kedalam mobil yang akan mengantarnya menuju bandara.


Setelah kurang lebih menempuh perjalanan selama 1 jam akhirnya Tasya pun sampai di bandara.


"Biar saya yang akan membawa kopernya, non" Ucap asisten Jack.


"Baiklah" Mereka pun berjalan menuju tempat pemberangkatan, karena 15 menit lagi waktunya pesawat akan take off.


Ketika Tasya akan masuk kedalam pesawat, dia terlihat menoleh kebelakang terlebih dahulu. dia mengingat lagi, hari-hari saat dia disini dan menikmati indahnya hidup bersama Christian yang sudah dianggapnya seperti orang tua, keluarganya dan bahkan ayah yang baik dari pada papanya sendiri.


" aku pasti akan merindukan suasana disini" gumamnya.


" disini lah tempat terbaik untukku, tempat paling nyaman yang lebih baik dari keluarga ku sendiri " lanjutnya.


" Terimakasih,Dad. aku akan membalas semua jasa mu, tunggu aku kembali"


kemudian, dia pun berlalu masuk kedalam pesawat yang akan take off.


setelah duduk di tempatnya, dia kembali mengingat dirinya yang dulu di usir oleh keluarganya.


" Akhirnya aku kembali... " ucapnya setelah itu pun pesawat akhirnya terbang menuju Indonesia.


*Sekian Terimakasih,maaf karena author jarang up....


jangan lupa like,komen dan vote ya

__ADS_1


__ADS_2