
Kini setelah kejadian itu, si resepsionis dipecat sedangkan si security tidak karena dia hanya melakukan tugasnya.
Tasya kini berada di ruangan Direktur Utama, milik pak Anton, dia disini akan bekerja sebagai CEO. dan Christian sudah menyiapkan semua kebutuhan dirinya saat bekerja, terutama memberikan asisten pribadi yang sudah terlatih olehnya.
"Silahkan anda duduk disini dulu nona, saya akan menyuruh OB membuatkan minuman dulu" Ucap pak Anton menyuruh Tasya duduk di sofa yang ada disana.
"Baiklah" Pak Anton pun pergi untuk memanggil seorang OB, tidak lama kemudian dia pun kembali dan duduk di sofa singgle.
"Saya sudah diberi tahu oleh tuan Christian, anda akan bekerja disini sebagai CEO" Ucap Christian.
" Aku tahu, kedatangan ku kesini hanya ingin mengecek perusahaan ini saja" Ucap Tasya yang memberitahu maksud kedatangannya.
"Oh iya, baiklah nona, saya akan mengantar anda untuk berkeliling perusahaan ini" Ucap pak Anton
Ditengah pembicaraan mereka, datang seorang OB yang mengantarkan minuman mereka.
"Permisi tuan, ini minumannya" ucap OB itu.
" Letakan disana "pak Anton pun menyuruhnya meletakkan minuman itu didepan Tasya.
Setelah mengantarkan minuman itu pun, si OB pergi dari sana.
" Silahkan diminum minumannya nona" Ucap pak Anton menawarkan.
"Iya" Tasya meminum sedikit minumannya.
"Tidak usah menunggu lama, sebaiknya kita langsung saja mengecek perusahaan ini" Ucap Tasya seraya berdiri dari tempat duduknya.
"Baiklah nona, mari ikuti saya" Ucap pak Anton, yang berjalan terlebih dulu, untuk menunjukkan semua tempat yang ada di perusahaan itu.
Kini waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, Tasya kini berada di ruangan yang akan dia tempati.
__ADS_1
" Baiklah, untuk hari ini sampai disini saja. Sudah sore saya akan pulang dulu, besok saya akan mulai bekerja disini." Ucap Tasya pada pak Anton.
" Baik, nona." Ucap pak Anton.
Tasya melangkahkan kakinya keluar dari ruangan, dia berjalan menuju lift. Saat pintu lift akan tertutup, tanpa sengaja ada seseorang yang mengganjal nya.
Terlihat dua orang pria yang akan ikut masuk kedalam lift. Saat Tasya melihat dua orang pria itu matanya terbelalak, dia mengingat bahwa mereka adalah orang yang ditemuinya di Bandara dan di restoran. Tasya segera menundukkan kepalanya.
"Aduhh... kenapa aku bisa bertemu mereka sih, mereka kan pria yang ada di Bandara dan restoran itu kan" Gumam Tasya dalam hati.
Kedua pria itu pun masuk kedalam lift, tiba-tiba suasana dalam lift begitu hening karena dari ketiganya tidak ada yang mau berbicara.
"Lama banget sihh sampainya, disini kenapa begitu dingin yah" Gumam Tasya lagi dalam hatinya.
Setelah menunggu sekian lama, Kini akhirnya lift yang membawa Tasya dan dua pria itu pun sampai di lantai dasar. Tasya memilih untuk menunggu kedua pria itu keluar dulu, saat akan keluar tanpa sengaja kakinya tersandung dan dia pun menabrak punggung pria yang ada di depannya.
"Tuan Devano, apa anda baik-baik saja? " Tanya pria satunya, yang sepertinya dia adalah asisten pria yang dia tabrak.
Devano Dirgantara
Dia adalah seorang pemilik perusahaan terbesar di Asia, parasnya yang rupawan dengan wajah yang begitu menawan, menjadi salah satu daya tarik bagi kaum hawa, tetapi dibalik paras rupawannya itu tersimpan sifat dingin, sombong dan arogan. yang membuat wanita-wanita yang mendekatinya akan mundur perlahan-lahan. namun dibalik itu tersimpan otak cerdas yang membuatnya menjadi seorang pemimpin di perusahaan terbesar di Asia itu.
"Ahhhh... ma-maafkan saya tuan saya tidak sengaja" Ucap Tasya merasa dirinya bersalah.
"Seharusnya anda berhati-hati nona" Ucap asistennya Devano itu.
"Aku tidak apa-apa juan." Ucap Devano dengan datar.
"Baik tuan" Juan hanya menggangguk saja.
Tapi saat matanya mengarah ke arah Tasya, dia berubah menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
"Kamu... Bukannya kamu perempuan direstoran itu? " Tanya Juan.
"Ahhh.... Apakah anda mengenal saya tuan? " Tanya Tasya yang berpura-pura tidak tahu.
"Kamu tidak usah berbohong, kamu pasti perempuan di restoran itu kan. Apa yang kau lakukan disini, apa mungkin kamu ini penyusup" Ucap Juan yang menuduh Tasya.
"anda jangan menuduh yang tidak-tidak tentang saya tuan." Ucap Tasya yang merasa kesal karena dirinya dituduh sebagai penyusup.
"loh ucapan saya benarkan, ngapain kamu disini kalau bukan mau menyusup" ucap Juan dengan sinis.
"hehhh... anda jangan sem.... " seketika ucapan Tasya terhenti oleh deheman Devano.
"Hmmmm" Deheman Devano melerai perdebatan diantara mereka berdua.
"Ahhhh... maafkan saya tuan" Ucap Juan.
"Ayo kita pergi" Ucap Devano dengan dingin.
"Baik tuan, mari silahkan" ucap Juan mempersilahkan Devano untuk berjalan terlebih dahulu.Mereka pun meninggalkan Tasya sendiri.
"Ta-tapi, Heyyy urusan kita belum selesai yah awas saja nanti" Teriak Tasya yang tidak terima akan sikap Juan kepadanya, dan teriakan nya membuat semua karyawan yang masih belum pulang melihat kearahnya, seakan tidak perduli dengan ocehan Tasya kedua Pria itu pun memilih tidak menanggapinya dan terus melangkahkan kakinya keluar dari perusahaan.
" Ya sudahlah, semoga saja aku tidak akan pernah bertemu dengan mereka." ucap Tasya dan dia lebih memilih pergi dari sana.
Sesampainya Tasya di apartemen, dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi dahulu untuk menyegarkan tubuhnya.
"huhhh.... hari ini aku begitu sibuk" Ucapnya mengeluh. setelah puas berendam di Bath up, kini dia keluar dari kamar mandi menuju walk in closet, dia mengambil piyama yang beragam doraemon untuk tidurnya.
dia berjalan menuju ranjangnya, dan merebahkan tubuhnya.
"huhhh..... semoga besok adalah hari keberuntungan ku" do'anya sebelum menutup matanya, tidak lama kemudian akhirnya dia tidur dengan lelap dan beralih ke alam mimpi yang indah.
__ADS_1