
Setelah penayangan video dan foto-foto perselingkuhan Dio lampu ruangan pun kembali menyala. Banyak para tamu undangan yang menggunjing keluarga mereka berdua.
Saat ini kedua orang tua Dio dan Stella sangat malu melihat itu semua, apa lagi keluarga Abraham yang niatnya membuat acara perayaan untuk kesuksesan kerjasamanya dengan Dirgantara Corp, kini dia sangat malu dengan rekan bisnisnya, pasti mereka akan menarik semua investasinya.
"Apa-apaan ini semua tuan Putra? Mengapa anak anda bisa menghianati putri saya" Marah tuan Abraham pada Putra, yang menjadi ayah dari Dio.
"Aku... Aku pun tidak tau tentang hal ini tuan Abraham!" Jawab Putra, yang sama terkejutnya dengan perilaku anaknya itu.
"Bagaimana anda bisa tidak tau, bagaimana anda mendidik anak anda sehingga dia bisa menjadi baj*ng*n seperti ini" Bentak tuan Abraham, yang masih tidak Terima dengan kelakuan Dio yang menghianati putrinya.
"Sa-saya.... " Ucapan Putra terpotong dengan kedatangan Stella yang menangis pada Abraham.
"Hikss... Hikss... Hikss, pah- semua ini nggak bener kan? Dio nggak mungkin menghianati aku Hikss.....! " Ujar Stella pada Abraham.
Sinta memeluk putrinya dan berusaha menenangkannya.
"Sayang kamu jangan nangis lagi ya, kita akan membatalkan pertunangan kalian" Ucapnya.
"Kamu tenang aja sayang, papah akan memutuskan hubungan dengan keluarga baj*ng*n itu!" Ucap Abraham untuk menenangkan Stella.
Kemudian Dio menghampiri mereka.
"Tidak om, aku nggak mau pertunangan ini batal" Ujar Dio dengan tidak tau malunya.
"Diam kamu!! Kamu sudah menyakiti putri saya masih juga tidak tau malu" Ucap Abraham.
__ADS_1
"Ta-tapi om, bisa jadi video dan foto-foto itu bohong, pasti ada orang yang tidak suka dengan hubungan ku dengan Stella" Dio menyangkal itu semua.
"Hikss... Pah, ak-aku tidak mau bersama dia lagi, suruh dia pergi pah! " Ucap Stella pada Abraham agar mengusir Dio.
"Yang dengerin aku dulu, ini semua pasti bohong, aku tidak pernah menghianati kamu! " Dio masih berusaha membujuk Stella, sambil tangannya berusaha memegang bahu Stella.
Stella mendorong Dio agar menjauh darinya. "Pergi kamu dari sini, aku jijik dengan kamu!" Usir Stella.
"Jimmy, kamu usir keluarga mereka, dan juga bubarkan semua orang" Perintah Abraham pada asistennya.
Jimmy pun segera melaksanakan perintah tuannya, dia beserta anak buahnya yang lain segera menyeret Dio yang masih bersikeras agar pertunangannya tidak batal.
Para tamu undangan yang hadir pun mulai pergi, karena acaranya dibatalkan.
*******
"Are you oke, apa mereka melukai mu? " Tanya Christian sambil membolak-balikan tubuh Tasya.
"I'm oke Dad, hanya kaki kiriku saja yang terkilir" Jawab Tasya.
"Ayo kita ke rumah sakit!" Ajak Christian yang khawatir dengan Tasya.
"Tidak perlu Dad, nanti aku kompres air dingin juga sembuh" Ujar Tasya menolak ajakan Christian.
"Baiklah, lalu bagaimana dengan Bodyguard yang Dad suruh agar menyusul kamu? " Tanya Christian.
__ADS_1
"Cih... Mereka semua entah kemana, aku berhasil kesini dengan menumpang pada Devan" Jawab Tasya.
"Apa...!, Marco bagaimana dengan anak buahmu! kenapa mereka tidak becus, kamu harus memecat mereka semua! " perintah Christian, yang tidak Terima karena keselamatan anaknya sedang dipertaruhkan.
"Nggak usah Dad..! " Ucap Tasya.
"Tapi... "
"Dad sekarang aku baik-baik saja, suruh saja paman Marco agar lebih mendisiplinkan mereka" Tasya memotong ucapan Christian.
"Baiklah, Marco kamu urus mereka semua" Ujar Christian.
"Baik tuan" Jawab Marco.
"Ayo Dad kita pulang" Ajak Tasya pada Christian. Christian hanya mengangguk, mereka pun pergi dari sana.
*******
Tasya berpapasan dengan Dio saat berada di depan hotel. Dio yang tau bahwa semua itu adalah perbuatan Tasya, menjadi marah dan tidak terima, dia akan membalasnya sekarang.
"Lo...,perempuan jalang! yang membuat semua rencana gue gagal" Tunjuk Dio pada Tasya.
Tasya yang mendengarnya hanya tersenyum sinis. "Heh, bukannya kamu yang membuat masalah dulu dengan ku, sekarang kamu terima balasannya" Ucap Tasya dengan sinis.
"Dasar jalang...! " Maki Dio, sambil mengangkat tangannya untuk menampar Tasya.
__ADS_1
"Hei..!!, Turunkan tangan mu....! "